Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Kepemimpinan Strategis dalam Pendidikan: Mewujudkan Etika dan Pembelajaran Berkelanjutan Salma Salsabila; Ajeng Fitria Khairunnisa; Tiffany Riskilla Hamde; Hesti Kusumaningrum
Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 3 (2025): September: Jurnal Nuansa : Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nuansa.v3i3.1900

Abstract

This study aims to examine the role of strategic leadership in realizing ethics and sustainable learning in educational settings. Through study literature analysis, this research investigates theories and findings related to strategic leadership in education and its integration with ethical principles. The findings of this study show that successful strategic leadership not only prioritizes the achievement of organizational goals, but also affirms ethical principles as the basis for decision-making and management of educational institutions. Leaders who uphold ethics can build a school environment that is fair, inclusive and transparent, and ensure the fulfillment of the rights of all parties involved. In addition, educational leaders must have a vision that encourages innovation in the learning process by strengthening the role of teachers, utilizing technology and updating the curriculum that is appropriate and relevant to today's challenges. Continuous learning focuses not only on academic achievement, but also on developing students' character, skills for the 21st century and social responsibility. In addition, far-sighted strategic leadership plays a crucial role in driving innovation in learning and the application of technology to meet global challenges and build a sustainable education system. This research contributes ideas for the development of a responsive, ethical and sustainability-focused educational leadership model.
EVALUASI PROGRAM BEASISWA PRESTASI SOCIAL TRUST FUND (STF) UIN JAKARTA DENGAN MODEL GOAL-FREE EVALUATION Khairunnisa Pratiwi; Putri Khoirina Nuzullah; Ajeng Fitria Khairunnisa; Hesti Kusumaningrum
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/fgwzz107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Program Beasiswa Social Trust Fund (STF) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggunakan Model Goal-Free Evaluation (GFE). Berbeda dengan evaluasi berorientasi tujuan, GFE memfokuskan penilaian pada hasil-hasil nyata yang muncul dalam pelaksanaan program, baik dampak yang direncanakan maupun tidak direncanakan. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Methods desain Exploratory Sequential, di mana data kualitatif dari wawancara mendalam dengan pengelola STF dan penerima beasiswa digunakan untuk menyusun instrumen kuantitatif berupa kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 15 mahasiswa penerima beasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif yang direncanakan tercapai secara signifikan, meliputi peningkatan motivasi belajar, fokus akademik, serta prestasi mahasiswa. Dampak sampingan positif juga muncul berupa peningkatan partisipasi sosial, perluasan jaringan, terbentuknya solidaritas, serta meningkatnya citra positif STF dan UIN Jakarta. Di sisi lain, terdapat dampak negatif yang tidak diharapkan, seperti keterlambatan pencairan, hambatan administratif, dan potensi kecemburuan sosial di kalangan non-penerima. Namun, dampak negatif tersebut bersifat terbatas dan dapat diatasi melalui evaluasi internal dan perbaikan rutin oleh pihak STF. Secara keseluruhan, program beasiswa STF dinilai efektif dalam memberikan manfaat akademik dan sosial kepada mahasiswa, sekaligus memberikan kontribusi institusional seperti berkurangnya angka putus kuliah dan mendukung peningkatan akreditasi kampus. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan sosialisasi, perluasan bantuan sesuai kebutuhan mahasiswa, dan penguatan mekanisme pendanaan untuk menjaga keberlanjutan program.