Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI LITERASI KEUANGAN DAN PENTINGNYA INVESTASI EMAS KEPADA IBU RUMAH TANGGA Rozikin, Achmad Zainul; Endang Sri Suyati; Istigfaris Rezki; Sonia; Eti Ambarsari Dadi; Nurul Hudah; Nurul Azkia; Ika Puji Rahayu; Lusi Risnadi; Yiska hosana; Ratri Pramudita; Febria Ditha Rosalina; Nor Hairani; Sabirullah; Teya Agustina; Intan Syifa; Ihsanu Rozikin; Eka Khairunnisa; Dibyo Waskito Guntoro; Iin Nurbudiyani; Ilham; Nur Annisa; Arna Purtina; Amelia Dwi Astuti; Haris Munandar; M. Ziaurrahman; Herman; Dea Monika; Fitriani
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i1.1189

Abstract

Literasi keuangan merupakan pemahaman akan keuangan dalam pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan, dan mempertimbangkan pengeluaran yang akan digunakan. Literasi keuangan cukup penting dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat bisa mengontrol keuangan pribadi dan keluarga. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekitar. Metode yang digunakan berupa sosialisasi kepada ibu rumah tangga di Perumahan Bangas Permai Kota Palangka Raya. Alasan menjadikan ibu rumah tangga sebagai partisipan kegiatan ini adalah ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengelola keuangan keluarga. Mereka juga yang biasanya mengelola keuangan keluarga, dari keperluan pokok hingga menabung. Hasil dari kegiatan ini adalah ibu rumah tangga menjadi paham cara mengelola keuangan dengan benar. Selain itu, mereka juga mengetahui produk investasi lain, seperti emas logam mulia dan saham. Mereka juga paham keuntungan apabila berinvestasi dalam bentuk emas logam mulia daripada emas perhiasan. Jadi, kesimpulannya adalah ibu rumah tangga di Perumahan Bangas Permai Kota Palangka Raya sudah memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang benar, cara berinvestasi yang benar, dan produk-produk investasi. Kata kunci: Literasi keuangan, investasi, emas.  
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Nurul Huda; Salsabiila Puteri Bagusmita; Muhammad Hariri Abdul Aziz; Rifka Helma Syahida; Melna Helda Wati; Kharisma Putri Diana; Nurul Azkia; Putri Indah Lestari; Yohana Natalia Do Rego; Ahda Mutia Ramadhani; Naura Seta Dewi; Muhammad Salman; Natal Sinaga
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3170

Abstract

Masyarakat di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada awalnya belum memanfaatkan limbah ternak secara optimal (94,7%) dengan rincian, 47,4% warga membiarkan limbah ternak begitu saja, 26,3% menjualnya dengan nilai ekonomi rendah, dan 10,5% melakukan pembakaran yang memicu polusi lingkungan. Guna mengatasi persoalan tersebut, program pembinaan desa ini dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai jual tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pengomposan sebesar (84,2%) responden kini telah menguasai cara pembuatan dan langsung tertarik untuk memproduksi kompos secara mandiri. serta perubahan perilaku dari pengelolaan limbah konvensional menuju pengelolaan berbasis sumber daya (waste to resource). Rangkaian kegiatan terdiri dari survei ke desa, penyuluhan, dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos, lalu kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan kuisioner. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan dukungan kelembagaan dan kebijakan yang memadai untuk mengatasi kendala keterbatasan biaya dan pendampingan guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.