Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Antioxidant activity of Crescentia cujete extract: effects on oxidative stress in the hearts of hypoxic rats Limanan, David; Setiady, Brandon Alexander; Sentosa, Belinda; Alphanto, Alfred H; Rudianti, Selly Herlia; Ferdinal, Frans
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 8 No. 1 (2025): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.201

Abstract

Background: The heart is highly susceptible to oxidative stress. Hypoxia can induce oxidative stress in the heart, leading to cardiac damage. Objective: This study investigated the antioxidant effects of Crescentia cujete extract on oxidative stress in hypoxic rat hearts. Methods: Antioxidant capacity was evaluated using DPPH assay. Sprague Dawley rats were divided into eight groups: four received C. cujete extract (400 mg/kg/day for 14 days) and four served as controls. Hypoxia was induced for 3, 7, and 14 days using a hypoxic chamber (8% O₂, 92% N₂). Heart tissue was analyzed for malondialdehyde (MDA), glutathione (GSH), and catalase activity. Results: C. cujete extract demonstrated moderate antioxidant capacity (IC50 = 158.45 µg/mL). In extract-treated rats, MDA levels were significantly lower compared to controls, while catalase activity was significantly higher. GSH levels were higher in treated groups but not statistically significant. Histopathological analysis revealed less cardiac necrosis in extract-treated groups. Conclusion: C. cujete extract demonstrates protective effects against hypoxia-induced cardiac oxidative stress. These findings suggest potential as complementary therapy for oxidative cardiac damage, although further studies are needed to establish clinical efficacy and safety.
Deteksi Dini Hepatitis B melalui Pemeriksaan HBsAg sebagai Upaya Promotif–Preventif Kesehatan Masyarakat Mano S., Donatila; Wijaya, Bryan Anna; Setiady, Brandon Alexander; Alexandro, Cristian; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2930

Abstract

Hepatitis B merupakan infeksi virus yang berdampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas global. Deteksi dini melalui pemeriksaan HBsAg berperan penting dalam upaya promotif–preventif karena dapat mengidentifikasi infeksi pada fase awal, termasuk kasus tanpa gejala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan deteksi dini Hepatitis B pada komunitas Baduy melalui pendekatan Point of Care Testing (POCT) yang disertai edukasi mengenai pencegahan penularan, vaksinasi, dan gaya hidup sehat. Sebanyak 59 partisipan berusia 16–75 tahun (rerata 38,86 ± 14,06 tahun) berpartisipasi. Hasil menunjukkan 98,3% negatif dan 1,7% positif HBsAg, dengan kasus positif berusia lebih tinggi (54 tahun). Skrining HBsAg sederhana terbukti efektif mendeteksi individu berisiko dan mencegah komplikasi seperti sirosis serta karsinoma hepatoseluler. Integrasi POCT dan edukasi kesehatan memperkuat strategi promotif–preventif berbasis komunitas untuk menekan beban Hepatitis B di Indonesia.
Peran Antropometri Lingkar Tubuh dan Tebal Lemak Subkutan dalam Deteksi Dini Sindrom Metabolik Ariwibowo, David; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Bryan Anna; Setiady, Brandon Alexander; Hekmatyar, Haritsyah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Available online
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v3i1.618

Abstract

Sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan metabolik yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes melitus tipe 2, dan komplikasi metabolik lainnya. Salah satu determinan utama sindrom ini adalah penumpukan lemak abdominal yang dapat diidentifikasi melalui parameter antropometri sederhana seperti lingkar tubuh dan tebal lipatan lemak subkutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menilai peran pengukuran antropometri dalam deteksi dini risiko sindrom metabolik pada Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA) dengan melibatkan pemeriksaan lingkar perut, panggul, lengan, leher, dan tebal lemak bawah kulit pada beberapa titik anatomis (biseps, triseps, suprailiaka, dan subskapular) menggunakan skinfold caliper terkalibrasi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dalam kategori normal hingga overweight, dengan kecenderungan peningkatan lingkar perut dan panggul terutama pada perempuan. Distribusi lemak subkutan yang lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki mencerminkan pengaruh hormonal terhadap penyimpanan lemak perifer. Pola ini menunjukkan adanya pergeseran gaya hidup dan pola konsumsi yang berpotensi meningkatkan risiko metabolik pada usia produktif. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemantauan status gizi dan pencegahan obesitas sentral melalui edukasi gizi dan aktivitas fisik. Pengukuran antropometri sederhana terbukti efektif, murah, dan kontekstual sebagai alat skrining dini risiko sindrom metabolik berbasis komunitas, sekaligus menjadi dasar pengembangan intervensi kesehatan preventif berkelanjutan di wilayah semi-tradisional.