Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN 3M UNTUK MENINGKATKAN KERJA SAMA PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR Kirana, Veronika Chandra; Asyiah, Nur; Khotimah, Firliani
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 13 No 1 (2025): Pedagogika : Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol13issue1page129-146

Abstract

Kerja sama merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk mendukung keberhasilan akademik dan sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama peserta didik melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan 3M (Moral Knowing, Moral Feeling, dan Moral Behavior). Penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan 3M dalam penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran matematika dengan materi pola gambar di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SD Sains Islam Al Farabi yang berjumlah 26. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa pada tahap pra-siklus, rata-rata kerja sama peserta didik berada pada kategori rendah dengan persentase 35%. Setelah diterapkan model PjBL dengan pendekatan 3M pada siklus 1, terjadi peningkatan menjadi 51% dalam kategori cukup. Pada siklus 2, persentase kerja sama peserta didik meningkat signifikan hingga 81%, masuk dalam kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL dengan pendekatan 3M berkontribusi terhadap peningkatan kerja sama peserta didik, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan skor observasi kerja sama dari pra siklus hingga siklus 2. Pembelajaran berbasis proyek tidak hanya membantu peserta didik dalam menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga membentuk kebiasaan bekerja sama secara aktif, bertanggung jawab, saling menghargai dalam kelompok dan komunikasi yang efektif dalam kelompok. Oleh karena itu, model ini dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan karakter kerja sama peserta didik di sekolah dasar.
Program Pengembangan Literasi: Pelatihan Menulis Cerita Pendek bagi Peserta Didik Sekolah Dasar Hardiyanto, Tommy; Heryanto, Toni; Awalia, Tri; Assalamah, Ummah Azizah; Kirana, Veronika Chandra; Astuti, Wari; Asyiah, Nur; Khotimah, Firliani
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.8897

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah yang diterapkan di SD Sains Islam Al-Farabi telah berhasil meningkatkan minat baca peserta didik melalui kegiatan membaca bersama dan pelaporan jumlah bacaan setiap hari. Namun, program ini masih berfokus pada aspek membaca tanpa adanya tindak lanjut dalam keterampilan menulis. Oleh karena itu, program pelatihan menulis cerita pendek dirancang sebagai kelanjutan dari Gerakan Literasi Sekolah untuk mendorong peserta didik tidak hanya menjadi pembaca yang aktif, tetapi juga mampu menuangkan ide dan imajinasinya ke dalam tulisan. Pendekatan kegiatan yang digunakan dalam pelatihan ini meliputi analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan peserta didik kelas 4, 5, dan 6, yang diberikan pemahaman tentang teknik dasar menulis cerpen serta bimbingan dalam proses pembuatan cerita. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam berbagai aspek menulis, seperti pengembangan tema, tokoh, alur, latar, amanat, dan gaya penceritaan. Peningkatan terbesar terlihat pada aspek pengembangan tokoh dan penyampaian amanat, yang menunjukkan bahwa peserta didik semakin mampu membangun karakter dalam cerita dan menyampaikan pesan dengan lebih jelas. Pelatihan ini membuktikan bahwa integrasi antara membaca dan menulis dapat memperkuat literasi peserta didik secara menyeluruh. Ke depannya, diharapkan program ini dapat terus dikembangkan dengan metode yang lebih interaktif, seperti diskusi kelompok dan bimbingan personal, serta pemanfaatan teknologi dalam proses menulis untuk meningkatkan keterampilan peserta didik secara lebih optimal.