Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AUDIT SISTEM INFORMASI COMPUTER BASED TEST MENGGUNAKAN COBIT 2019 DI SMK IT AL IZHAR PEKANBARU Wulandari, Anggy Julia; Aliya, Rahma; Megawati
Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jrsit.v2i4.2299

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong transformasi dalam sistem evaluasi pendidikan, termasuk penerapan Computer Based Test (CBT) di sekolah. Namun, untuk memastikan efektivitasnya, diperlukan audit sistem informasi guna menilai sejauh mana tata kelola dan pengelolaan sumber daya mendukung pelaksanaan CBT. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapabilitas tata kelola sistem informasi CBT di SMK IT Al Izhar Pekanbaru menggunakan kerangka kerja COBIT 2019, dengan fokus pada domain EDM03 (Ensure Risk Optimization) dan EDM04 (Ensure Resource Optimization). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Responden dipilih berdasarkan pendekatan RACI untuk memastikan relevansi peran mereka dalam pelaksanaan CBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas proses EDM03 mencapai Level 5 (Fully Achieved), mencerminkan pengelolaan risiko yang sistematis dan terdokumentasi dengan baik. Sementara itu, kapabilitas EDM04 berada pada Level 3 (Largely Achieved), yang menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya sudah berjalan cukup efektif namun belum sepenuhnya terdokumentasi atau inovatif. Perbandingan kedua domain menunjukkan bahwa pengelolaan risiko lebih matang daripada pengelolaan sumber daya. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya peningkatan dokumentasi, pengukuran kinerja sumber daya, serta pengembangan inovasi dalam pengelolaan TI untuk mendukung pelaksanaan CBT yang lebih optimal.
Sosialisasi Strategi Dokumentasi Koreografi Tari Guel Berbasis Edukasi Digital Soufyan, Dara Angreka; Risnafitri, Hafizhah; Syahrani, Rizky Amalia; Airiansyah, Fitra; Aliya, Rahma; Jilantahani; Nasuwa, Nurna Mila
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.4070

Abstract

Guel Dance, a traditional art of the Gayo community in Aceh Tengah, embodies moral, spiritual, and social values through symbolic movements. In recent decades, the number of practitioners has declined, and the oral transmission process has led to the gradual loss of movement authenticity. The Depik Art Dance and Music Studio in Takengon continues to preserve this heritage but faces limitations in digital documentation and the absence of structured educational media. This community service activity aimed to enhance participants’ understanding, technical ability, and awareness of digital choreography documentation as a strategy for cultural preservation. The program was conducted on October 21-22, 2025, at the Depik Art Studio in Takengon, involving 23 community members. The implementation method combined preparation, socialization, practical training, and evaluation. Participants learned techniques for video recording, choreography metadata organization, and basic editing to produce educational dance videos. Evaluation through pre-test and post-test instruments measured the improvement in comprehension and technical competence. The results indicated an average knowledge increase of 49%, reflected in improved understanding of digital preservation and recording methods. Participants successfully produced three short educational documentaries and established a small internal documentation team. The activity also strengthened collective pride and collaboration within the Gayo artistic community. In conclusion, this program demonstrated that participatory and contextual digital training effectively supports cultural sustainability. The model offers a replicable framework for empowering local communities to preserve traditional performing arts through accessible digital archiving practices.