Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REKONSTRUKSI KARYA TARI PAKINANGAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN TRADISI ACEH Sukman, Fifie Febryanti; Airiansyah, Fitra; Saputra, Andi Taslim; Arifin, Irfan; Jayadi, Karta
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i2.69570

Abstract

Penelitian ini membahas rekonstruksi Tari Pakinangan sebagai upaya pelestarian tradisi Aceh, khususnya kebiasaan menginang yang kian terlupakan di masyarakat. Tari Pakinangan dirancang untuk merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan tradisi Aceh melalui pengolahan estetika gerak, konsep penari, musik, properti, serta rias dan busana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan studi literatur. Observasi dilakukan terhadap kebiasaan dan simbolisme tradisi Pakinangan, sementara wawancara melibatkan tokoh masyarakat yang memahami makna budaya tersebut. Studi literatur digunakan untuk mendukung proses analisis data dan pengembangan koreografi. Hasilnya adalah karya tari yang mengangkat aktivitas memakan sirih dan pinang sebagai simbol solidaritas sosial masyarakat Aceh. Musik tradisional, seperti rapa’i dan serune kalee, digunakan untuk memperkuat suasana naratif tarian. Properti yang dipilih, seperti tepak sirih dan dulang, melengkapi koreografi yang estetis dan bermakna budaya. Rekonstruksi ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi kebudayaan mampu menciptakan inovasi seni yang relevan sekaligus menjadi media edukasi dan pelestarian budaya. Tari Pakinangan diharapkan dapat memperkenalkan kembali tradisi lokal kepada generasi muda dan masyarakat luas.
Sosialisasi Strategi Dokumentasi Koreografi Tari Guel Berbasis Edukasi Digital Soufyan, Dara Angreka; Risnafitri, Hafizhah; Syahrani, Rizky Amalia; Airiansyah, Fitra; Aliya, Rahma; Jilantahani; Nasuwa, Nurna Mila
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal PkM PATIKALA (On Progress)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.4070

Abstract

Guel Dance, a traditional art of the Gayo community in Aceh Tengah, embodies moral, spiritual, and social values through symbolic movements. In recent decades, the number of practitioners has declined, and the oral transmission process has led to the gradual loss of movement authenticity. The Depik Art Dance and Music Studio in Takengon continues to preserve this heritage but faces limitations in digital documentation and the absence of structured educational media. This community service activity aimed to enhance participants’ understanding, technical ability, and awareness of digital choreography documentation as a strategy for cultural preservation. The program was conducted on October 21-22, 2025, at the Depik Art Studio in Takengon, involving 23 community members. The implementation method combined preparation, socialization, practical training, and evaluation. Participants learned techniques for video recording, choreography metadata organization, and basic editing to produce educational dance videos. Evaluation through pre-test and post-test instruments measured the improvement in comprehension and technical competence. The results indicated an average knowledge increase of 49%, reflected in improved understanding of digital preservation and recording methods. Participants successfully produced three short educational documentaries and established a small internal documentation team. The activity also strengthened collective pride and collaboration within the Gayo artistic community. In conclusion, this program demonstrated that participatory and contextual digital training effectively supports cultural sustainability. The model offers a replicable framework for empowering local communities to preserve traditional performing arts through accessible digital archiving practices.