Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan dan Pengembangan Produk Berbahan Dasar Ubi Jalar dan Pisang sebagai Bahan Baku Kue Bolu dalam Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi KWT Nine Seru di Dusun Gubuk Makam, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah Farah Ainun Jamil; Baiq Rika Ayu Febrilia; Sri Mulyawati; Ni Made Wirastika Sari; Meidiana Purnamasari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.193

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Nine Seru dalam mengolah hasil pertanian lokal, khususnya ubi jalar dan pisang menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi berupa kue bolu. Kegiatan dilaksanakan di Dusun Gubuk Makam, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan melibatkan dosen serta mahasiswa Universitas Mataram. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, sosialisasi, dan evaluasi. Materi yang disampaikan mencakup teknik pengolahan kue bolu, dan perhitungan biaya produksi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan keinginan untuk mengembangkan usaha olahan secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi pemanfaatan dan pengembangan produk berbasis potensi lokal dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang efektif bagi masyarakat pedesaan.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember sebagai Pusat Pembibitan Hortikultura: Inisiasi Kelembagaan Hulu dan Hilirisasi Unit Bisnis Julian Adam Ridjal; Indah Ibanah; Evita Soliha Hani; Ratih Apri Utami; Meidiana Purnamasari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i1.202

Abstract

Desa Sabrang Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam bidang hortikultura, namun kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam pembibitan menjadi kendala utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Sabrang melalui sosialisasi inovasi dalam pembuatan media tanam, pelatihan dan pendampingan pembuatan media tanam, serta pelatihan identifikasi pemenuhan sarana produksi pembibitan. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok tani setempat dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan media tanam yang berkualitas, serta kemampuan dalam mengidentifikasi kebutuhan sarana produksi. Pelatihan ini juga berhasil membentuk kelembagaan hulu dan hilirisasi unit bisnis pembibitan hortikultura.
Inovasi Literasi Digital Melalui Digital Library Dan Pojok Literasi Meidiana Purnamasari; Supriono, Agus; Suwali, Suwali; Evita Soliha Hani; Joni Murti Mulyo Aji; Djoko Soejono
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 3 (2025): DIGIMAS: Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/digimas.v1i3.6378

Abstract

Perkembangan teknologi informasi pada era Revolusi Industri 4.0 yang berlanjut menuju Society 5.0 membawa implikasi signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Transformasi digital menuntut tenaga pengajar maupun siswa untuk memiliki kemampuan literasi digital yang memadai agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola pembelajaran. Namun, keterbatasan akses sarana pembelajaran dan kesenjangan literasi digital masih menjadi hambatan dalam menciptakan proses belajar yang optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa melalui inovasi literasi berbasis teknologi dalam bentuk Digital Library dan Pojok Literasi, sekaligus memperkenalkan pemanfaatan media pembelajaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru dan siswa mampu mengoperasikan Digital Library dan media pembelajaran digital secara efektif sehingga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, penguasaan teknologi, serta penguatan kompetensi literasi digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era Society 5.0.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Lokal melalui Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dan Redesain Paket Wisata dalam Mendukung SDGs Ati Kusmiati; Rebecha Prananta; Diah Puspaningrum; Meidiana Purnamasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 2 (2026): (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i2.5456

Abstract

Desa Rowosari terletak di lereng Gunung Raung dan dikelilingi hamparan alam yang memukau mulai dari tebing-tebing hijau, air terjun, sungai yang jernih, hingga udara sejuk yang masih terjaga keasriannya. Potensi besar ini mendorong desa untuk mengembangkan diri sebagai desa wisata sejak tahun 2021. Namun, berbagai tantangan masih muncul, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan desa wisata, terbatasnya pendampingan dan pelatihan, minimnya promosi, belum terjalinnya kerja sama yang kuat, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti papan penunjuk arah dan paket wisata yang belum berjalan maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu Desa Rowosari memperkuat pondasi pengembangan desanya. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai Sapta Pesona, memperbaiki akses menuju lokasi wisata, serta mendorong promosi yang lebih kreatif dan menjangkau khalayak luas. Melalui pendekatan penyuluhan dan pendampingan yang melibatkan masyarakat secara aktif, berbagai perubahan positif mulai terlihat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Pokdarwis, terutama terkait pemahaman Sapta Pesona yang mendorong masyarakat menjaga suasana wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan. Selain itu, pemasangan delapan papan penunjuk arah dan tiga papan edukasi berhasil meningkatkan kualitas aksesibilitas wisata. Di sisi lain, strategi pemasaran disusun melalui diversifikasi atraksi dan promosi digital, termasuk redesign paket wisata Raung dan Bidadari 1, 2, dan 3. Pelatihan mengenai river tubing, agrotourism, tour guiding, dan pengelolaan media sosial semakin memperkuat daya tarik wisata. Upaya ini membuka peluang lebih luas bagi Air Terjun Tujuh Bidadari untuk dikenal hingga luar Jember bahkan mancanegara sehingga pendapatan masyarakat meningkat. Rowosari Village was located on the slopes of Mount Raung and was surrounded by captivating natural landscapes, ranging from green cliffs and waterfalls to clear rivers and cool, pristine air. This abundant potential encouraged the village to develop itself as a tourist village starting in 2021. However, several challenges still emerged, including low community awareness of the importance of tourism development, limited mentoring and training, minimal promotion, the absence of strong collaboration, and a lack of supporting facilities such as directional signs and fully operational tour packages. This community service program was carried out to help Rowosari Village strengthen the foundation of its tourism development. The main objectives of the program were to enhance the community’s understanding of the values of Sapta Pesona, improve accessibility to tourist sites, and encourage more creative and far-reaching promotional efforts. Through counseling and mentoring approaches that actively involved the community, various positive changes began to appear. The results showed an increase in the capacity of the tourism awareness group (Pokdarwis), particularly in their understanding of Sapta Pesona, which encouraged the community to maintain a tourism environment that was safe, orderly, clean, cool, beautiful, friendly, and memorable. In addition, the installation of eight directional signs and three educational boards successfully improved tourism accessibility. Furthermore, marketing strategies were developed through the diversification of attractions and digital promotion, including the redesign of the Raung and Bidadari 1, 2, and 3 tour packages. Training on river tubing, agrotourism, tour guiding, and social media management further strengthened the village’s tourism appeal. These efforts opened greater opportunities for the Seven Angels Waterfall to gain international recognition, thereby increasing community income