Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN TEKNOLOGI SONIKASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS MINYAK NABATI Fiece Aya, Eliani; Rafill, Fadiya; Gigih Pandu Pangestu
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 1 (2025): Juni : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/q4vr9556

Abstract

Minyak nabati merupakan sumber lemak esensial yang memiliki nilai gizi dan manfaat kesehatan tinggi, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses ekstraksi. Metode konvensional seperti ekstraksi pelarut dan mekanik memiliki berbagai keterbatasan, termasuk waktu proses yang lama, penggunaan pelarut tinggi, serta degradasi senyawa bioaktif. Oleh karena itu, sonikasi atau Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) menjadi alternatif teknologi modern yang efektif dan ramah lingkungan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil ekstraksi minyak nabati. Teknologi ini memanfaatkan gelombang ultrasonik yang menghasilkan efek kavitasi, sehingga mempercepat pemecahan dinding sel dan pelepasan senyawa target. Kajian ini bertujuan untuk menelaah efektivitas teknologi sonikasi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil ekstraksi minyak nabati dari berbagai bahan sumber, berdasarkan analisis literatur terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa sonikasi mampu meningkatkan rendemen, memperpendek waktu ekstraksi. Dengan demikian, sonikasi merupakan teknologi prospektif dalam produksi minyak nabati berkualitas tinggi.
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PADA BISKUIT DENGAN RASIO TEPUNG TALAS DAN KACANG HIJAU Gigih Pandu Pangestu; Oke Anandika Lestari; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.112001

Abstract

Biskuit merupakan produk pangan kering yang dibuat melalui proses pemanggangan adonan berbasis tepung terigu dengan penambahan lemak, bahan pangan lain, dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Ketergantungan industri biskuit terhadap tepung terigu mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal, seperti tepung talas dan tepung kacang hijau, sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi terbaik tepung talas dan tepung kacang hijau berdasarkan karakteristik fisikokimia biskuit. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima taraf perlakuan perbandingan tepung talas dan tepung kacang hijau, yaitu 4:0, 3:1, 1:1, 1:3, 0:4, dan 0:100 (g), dengan lima ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan formulasi berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, kadar protein, dan profil warna (L*, a*, b*), namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar abu tidak larut asam. Formulasi terbaik diperoleh pada perbandingan tepung talas dan tepung kacang hijau 3:1 dengan kadar air sebesar 4,67%, kadar abu tidak larut asam sebesar 0,063%, kadar protein 16,86%, nilai L* 46,22, nilai a* sebesar 2,65, nilai b* sebesar 9,20 dan nilai kesukaan keseleruhan 4,07 yang mengindikasikan ”lebih suka”.