Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Syafrina, Riva; Handayani, Elza Paramitha; Rangkuti, Nabila Balkis; Fradilla, Nanda; Fransiska, Cindy; Wariyati, Wariyati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6279

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, etika, dan kepribadian yang baik. Di tengah tantangan degradasi moral, penyimpangan perilaku, dan krisis identitas yang semakin marak pada anak usia sekolah dasar, kegiatan ekstrakurikuler hadir sebagai sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan ekstrakurikuler, wawancara mendalam dengan guru pembina, kepala sekolah, siswa, dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap perencanaan dan laporan kegiatan sekolah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV hingga VI dari lima sekolah dasar di wilayah urban dan rural yang memiliki program ekstrakurikuler aktif dan beragam. Analisis data dilakukan secara induktif dengan cara reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler secara signifikan mampu mengembangkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan. Kegiatan seperti pramuka, olahraga, seni budaya, dan kerohanian memberikan ruang nyata bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, berinteraksi dengan teman sebaya, dan menghadapi tantangan secara aktif. Guru pembina yang berperan sebagai teladan moral, dukungan manajemen sekolah, serta partisipasi orang tua berkontribusi besar dalam keberhasilan kegiatan ini.Namun demikian, terdapat berbagai hambatan dalam pelaksanaan pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler, seperti kurangnya alokasi waktu, keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam pembinaan karakter, belum adanya integrasi sistem evaluasi karakter yang sistematis, serta kurangnya pemahaman stakeholder terhadap pentingnya karakter dalam kegiatan non-akademik. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kebijakan sekolah yang integratif, pelatihan kompetensi guru pembina, serta pelibatan komunitas dan orang tua dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan belajar mengajar, tetapi harus menjadi bagian integral dari kurikulum berbasis karakter. Sekolah dasar perlu merancang program ekstrakurikuler yang berorientasi pada pembentukan profil pelajar Pancasila yang mencerminkan nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar.
Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Syafrina, Riva; Handayani, Elza Paramitha; Rangkuti, Nabila Balkis; Fradilla, Nanda; Fransiska, Cindy; Wariyati, Wariyati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6279

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, etika, dan kepribadian yang baik. Di tengah tantangan degradasi moral, penyimpangan perilaku, dan krisis identitas yang semakin marak pada anak usia sekolah dasar, kegiatan ekstrakurikuler hadir sebagai sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan ekstrakurikuler, wawancara mendalam dengan guru pembina, kepala sekolah, siswa, dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap perencanaan dan laporan kegiatan sekolah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV hingga VI dari lima sekolah dasar di wilayah urban dan rural yang memiliki program ekstrakurikuler aktif dan beragam. Analisis data dilakukan secara induktif dengan cara reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler secara signifikan mampu mengembangkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan. Kegiatan seperti pramuka, olahraga, seni budaya, dan kerohanian memberikan ruang nyata bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, berinteraksi dengan teman sebaya, dan menghadapi tantangan secara aktif. Guru pembina yang berperan sebagai teladan moral, dukungan manajemen sekolah, serta partisipasi orang tua berkontribusi besar dalam keberhasilan kegiatan ini.Namun demikian, terdapat berbagai hambatan dalam pelaksanaan pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler, seperti kurangnya alokasi waktu, keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam pembinaan karakter, belum adanya integrasi sistem evaluasi karakter yang sistematis, serta kurangnya pemahaman stakeholder terhadap pentingnya karakter dalam kegiatan non-akademik. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kebijakan sekolah yang integratif, pelatihan kompetensi guru pembina, serta pelibatan komunitas dan orang tua dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan belajar mengajar, tetapi harus menjadi bagian integral dari kurikulum berbasis karakter. Sekolah dasar perlu merancang program ekstrakurikuler yang berorientasi pada pembentukan profil pelajar Pancasila yang mencerminkan nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar.
Penguatan Karakter Siswa SD Melalui Penyuluhan Anti Bullying dan Edukasi Hukum Tindak Kekerasan oleh Mahasiswa KKN di Desa Dewi Sri Syafrina, Riva; Salsabila, Nurhikmatus; Rangkuti, Nabila Balkis; Pohan, Meliya Rahmah; Natasya, Mahrofa Zagia; Sutarini, Sutarini
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2317

Abstract

Edukasi bullying dan pengenalan hukum untuk membentuk peserta didik untuk memiliki integritas moral, etika, dan kepribadian yang baik. Di tengah tantangan degradasi moral, penyimpangan perilaku, dan krisis identitas yang semakin marak pada anak usia sekolah dasar, melalui pengenalan dasar hukum sebagai sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran edukasi bullying dan mengenal hukum dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar tanpa kekerasan, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan,serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya.Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan presentasi edukasi, wawancara mendalam dengan guru pembina, kepala sekolah, siswa, dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap perencanaan dan laporan kegiatan sekolah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV hingga VI dari lima sekolah dasar di desa dewi sri. Analisis data dilakukan secara induktif dengan cara reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi anti bullying secara signifikan mampu mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kedisiplinan, kerja sama, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan.