Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Faktor yang Mempengaruhi Swamedikasi Remaja Putri dalam Mengatasi Nyeri Menstruasi Riza Elhanina Ramadhani; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4381

Abstract

Dismenorea adalah kondisi nyeri yang dirasakan sebelum, selama, dan setelah haid, khususnya di area perut bagian bawah, yang cenderung bersifat terus menerus. Ini adalah masalah ginekologis yang umum dialami oleh wanita remaja maupun dewasa. Ada dua jenis dismenorea, yaitu primer dan sekunder. Dismenorea primer adalah nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan pada organ genital. Tingkat nyeri yang dialami dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku swamedikasi remaja putri dalam mengatasi nyeri menstruasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan mencari 15 jurnal dari empat sumber, yaitu Google Scholar, PubMed, DOAJ, dan Garuda. Penelitian ini juga telah menjalani proses kaji etik di FKM UMJ dengan nomor kaji etik 10. 051. C/KEPK-FKMUMJ/V/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri mendapatkan informasi mengenai menstruasi dan masalah yang berkaitan, termasuk dismenorea, dari orang-orang terdekat seperti keluarga atau melalui media sosial. Dalam mengatasi nyeri haid, mereka menggunakan dua metode, yaitu farmakologi, seperti pemberian obat analgesik, dan non-farmakologi, seperti kompres botol hangat di perut. Penting untuk memberikan edukasi terkait penggunaan metode farmakologi agar dapat menghindari efek samping, seperti kecanduan obat, diare, komplikasi ginjal, kerusakan hati, serta gangguan tidur dan pencernaan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Fisik pada Remaja berdasarkan Social Cognitive Theory: Tinjauan Pustaka Riza Elhanina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6910

Abstract

Aktivitas fisik pada remaja adalah aspek kesehatan penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mental, tetapi tingkatnya masih rendah di banyak wilayah. Berbagai faktor berinteraksi dalam mempengaruhi perilaku aktivitas fisik remaja, sehingga diperlukan pendekatan teoritis yang komprehensif. Social Cognitive Theory (SCT) adalah kerangka yang sering digunakan untuk memahami faktor-faktor ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik remaja berdasarkan SCT melalui tinjauan pustaka. Dari pencarian literatur, ditemukan lima artikel yang sesuai, yaitu yang menggunakan SCT, melibatkan remaja, dan membahas aktivitas fisik. Hasil analisis menunjukkan bahwa self-efficacy adalah faktor yang paling dominan, diikuti oleh outcome expectations, self-regulation, dan dukungan sosial. Self-efficacy berperan penting dalam motivasi, sementara dukungan sosial membantu menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik. Sebagai kesimpulan, SCT adalah kerangka yang relevan dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik pada remaja, dan pendekatan berbasis SCT dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan aktivitas fisik di kelompok usia ini.