Cahyani, Fenti Putri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri dengan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi di SMPN 22 Kota Bengkulu Cahyani, Fenti Putri; Oklaini, Suhita Tri; Elvina, Ade
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.19583

Abstract

ABSTRACT Personal hygiene is very important and must be paid attention to, especially during menstruation, because the cleanliness of the vulva will affect the health of the reproductive organs. According to WHO (2018), 75% of all women in the world will experience vaginal discharge at least once in their lifetime and as many as 45% will experience vaginal discharge 2 or more times. In Indonesia, around 90% have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is a country with a tropical climate. This research aims to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescent girls and personal hygiene behavior during menstruation among adolescent girls at SMPN 22 Bengkulu City. This research uses an analytical survey method with a cross sectional approach which was collected using a questionnaire with a sample of 46 respondents. Of the 46 samples, there were 13 people (28.3%) with low education and 33 people (71.7%) with high education, 21 people (47.9%) had unsupportive attitudes and 25 people (52.1%) had unsupportive attitudes and 17 people (37.0%) had negative behavior and 29 people (63.0%) had positive behavior.  There is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.019) and there is a significant relationship between knowledge and personal hygiene behavior (P-Value = 0.001). Keywords: Knowledge, Attitude, Personal Hygiene, Teenage Girls  ABSTRAK Kebersihan diri merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan terutama saat menstruasi, karena kebersihan vulva akan berpengaruh terhadap kesehatan organ – organ reproduksi. Menurut WHO (2018) bahwa 75%dari seluruh wanita di dunia ini pasti akan mengalami keputihan paling sekali dalam seumur hidup dan banyak 45% akan mengalami 2 kali atau lebih keputihan di Indonesia sekitar 90% berpotensi akan mengalami keputihan karena Indonesia merupakan Negara yang beriklim tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di SMPN 22 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan survey analitik  dengan pendekatan cross sectional yang dikumpulkan dengan kuisioner dengan sampel sebanyak 46 responden. Dari 46 sampel terdapat 13 orang (28,3%) berpendidikan rendah dan 33 orang (71,7%) berpendidikan tinggi, yang memiliki sikap tidak mendukung sebanyak 21 orang (47,9%) dan sikap mendukung sebanyak 25 orang (52,1%) dan yang memiliki perilaku negative sebanyak 17 orang (37,0%) dan yang memiliki perilaku positif 29 orang (63,0%).  Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,019) dan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku personal hygiene (P-Value = 0,001). Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene, Remaja Putri
Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu Elvina, Ade; Oklaini, Suhita Tri; CahyanI, Fenti Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19631

Abstract

ABSTRACT The pregnancy period is the period when the fetus experiences growth and development in the mother's womb until it is ready to be born, so a balanced nutritional intake for pregnant women is very important to support the growth and development of the fetus until birth. Anemia during pregnancy is a health problem for pregnant women. Factors that influence the incidence of anemia in pregnant women are parity, level of education, knowledge, age, pregnancy spacing, ANC visits, and adherence to consuming Fe tablets. This study aims to determine the risk factors for anemia in pregnant women. This type of research is analytical correlation. The population in this study was 60 pregnant women, consisting of 30 pregnant women who were not anemic and 30 pregnant women who were anemic. Sampling was taken using total sampling. The research instrument used a questionnaire. Data analysis was univariate, bivariate, namely using the Spearman test and multivariate using the logistic regression test. There is a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Sidomulyo Community Health Center, Bengkulu City, namely the age of the pregnant woman (p=0.013 <0.05), pregnancy spacing (p=0.035 <0.05) and compliance with the consumption of Fe tablets (p=0.002 <0.05) with the incidence of anemia in pregnant women. By parity, education level, ANC visits and knowledge were not significantly related to the incidence of anemia in pregnant women. Compliance with the consumption of Fe tablets has the most dominant relationship with the incidence of anemia in pregnant women. It would be better for the Community Health Center together with cadres to be more active and look for the right solution in monitoring the compliance of pregnant women with consuming Fe tablets. Keywords: Incidence Of Anemia, Parity, Education Level, Age, Pregnancy Spacing, ANC Visits, Compliance With Fe Tablet Consumption, Knowledge.  ABSTRAK Masa kehamilan merupakan masa dimana janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan di dalam rahim ibu sampai waktunya siap dilahirkan, sehingga asupan gizi yang seimbang pada ibu hamil sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin sampai masa kelahiran. anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan bagi ibu hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil yaitu paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, usia, jarak kehamilan, kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah korelasi analitik. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu hamil sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang ibu hamil tidak anemia dan 30 orang ibu hamil yang mengalami anemia. Pengambilan sampel dengan cara total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat yaitu dengan uji spearman dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistic. Terdapat hubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu yaitu usia ibu hamil (p=0,013 <0,05), jarak kehamilan (p=0,035 <0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,002 <0,05) dengan kejadian anemia pafa ibu hamil. Untuk paritas, tingkat Pendidikan, kunjungan ANC dan pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kepatuhan konsumsi tablet Fe memiliki hubungan yang paling dominan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Sebaiknya pihak Puskesmas bersama kader lebih aktif dan mencari solusi yang tepat dalam memantau kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe.  Kata Kunci: Kejadian Anemia, Paritas, Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Usia, Jarak Kehamilan, Kunjungan ANC, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe.
Non-Pharmacological Labor Pain Management In Midwifery Care Musdalipa, Musdalipa; Herianti, Herianti; Cahyani, Fenti Putri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 2 (2026): Volume 12 No 2 Februari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i2.24492

Abstract

Latar Belakang: Persalinan adalah proses fisiologis yang umumnya disertai rasa sakit yang disebabkan oleh kontraksi uterus, dilatasi serviks, dan tekanan janin pada jalan lahir. Penanganan nyeri persalinan yang buruk dapat meningkatkan kecemasan dan kelelahan ibu serta berdampak negatif pada kemajuan persalinan dan kenyamanan ibu. Pendekatan non-farmakologis dianggap sebagai pilihan utama dalam perawatan kebidanan karena relatif aman, memiliki efek samping minimal, dan mendukung keterlibatan aktif ibu selama persalinan.Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai bentuk manajemen nyeri persalinan non-farmakologis yang dapat diterapkan dalam perawatan kebidanan.Metode: Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur dengan menganalisis 25 artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Google Scholar dan PubMed. Artikel yang ditinjau adalah publikasi teks lengkap yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024 dan berfokus pada intervensi non-farmakologis untuk wanita selama persalinan.Hasil: Tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai metode non-farmakologis, termasuk teknik pernapasan dan relaksasi, pijat dan tekanan balik, perubahan posisi dan mobilisasi ibu, aromaterapi, serta musik dan dukungan psikologis, efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan dan meningkatkan kenyamanan ibu.Kesimpulan: Manajemen nyeri persalinan non-farmakologis efektif dan aman untuk diterapkan dalam praktik kebidanan. Bidan memainkan peran penting dalam mendidik dan menerapkan metode-metode ini untuk mendukung persalinan yang aman, nyaman, dan berpusat pada perempuan. Kata kunci: Nyeri persalinan; non-farmakologis; perawatan kebidanan; kenyamanan ibu ABSTRACT Background:Labor is a physiological process that is commonly accompanied by pain caused by uterine contractions, cervical dilatation, and fetal pressure on the birth canal. Poorly managed labor pain may increase maternal anxiety and fatigue and negatively affect labor progress and maternal comfort. Non-pharmacological approaches are considered a primary option in midwifery care because they are relatively safe, have minimal side effects, and support active maternal involvement during childbirth.Purpose:This article aims to review various forms of non-pharmacological labor pain management that can be applied in midwifery care.Methods:This study employed a literature review approach by analyzing 25 scientific articles obtained from the Google Scholar and PubMed databases. The reviewed articles were full-text publications released between 2015 and 2024 and focused on non-pharmacological interventions for women during labor.Results:The review showed that various non-pharmacological methods, including breathing and relaxation techniques, massage and counter pressure, maternal position changes and mobilization, aromatherapy, as well as music and psychological support, were effective in reducing labor pain intensity and improving maternal comfort.Conclusion:Non-pharmacological labor pain management is effective and safe to be implemented in midwifery practice. Midwives play an important role in educating and implementing these methods to support safe, comfortable, and woman-centered childbirth. Keywords:Labor pain; non-pharmacological; midwifery care; maternal comfort