Kamilatunnuha, Fathya Rahma
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perawatan Pasien dengan Aromaterapi Lavender sebagai Upaya Pendukung untuk Memperbaiki Kualitas Tidur dan Tanda-Tanda Vital serta Menurunkan Skala Stres Kamilatunnuha, Fathya Rahma; Dewi, Enita; Nurhayati, Fila Diana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44366

Abstract

Hospitalisasi di unit perawatan intensif (ICU) sering menyebabkan stres pada pasien yang kemudian dapat mempengaruhi kualitas tidur dan tanda-tanda vital mereka. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi aromaterapi lavender sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi skala stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki tanda-tanda vital pada pasien composmentis di ICU. Implementasi terapi aroma lavender dilakukan kepada empat pasien composmentis yang dirawat di ICU selama dua malam. Hasil evaluasi dari pemberian aromaterapi lavender menunjukkan peningkatan skor kualitas tidur dan penurunan skala stres pada pasien. Selain itu, tanda-tanda vital pasien juga menunjukkan perbaikan, dengan penurunan tekanan darah serta frekuensi denyut nadi dalam batas normal. Temuan ini mendukung penggunaan aromaterapi lavender sebagai salah satu strategi yang mungkin efektif untuk memperbaiki tanda-tanda vital pasien composmentis di ICU, dengan potensi untuk mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur tanpa efek samping signifikan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER AISYIYAH TENTANG PENYAKIT KRONIS SERTA KESEHATAN MENTAL Purwanti, Okti Sri; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Hertinjung, Wisnu Sri; Herawati, Isnaini; Widiyaningsih, Endang Nur; Kamilatunnuha, Fathya Rahma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33795

Abstract

Abstrak: Gangguan mental sering kali menyertai penyakit kronis, meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Kader ‘Aisyiyah sebagai ujung tombak promosi kesehatan memiliki peran strategis, tetapi pemahaman mereka tentang kesehatan mental dan penyakit kronis masih perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader ‘Aisyiyah dalam skrining dan manajemen kesehatan mental pada penyakit kronis melalui pelatihan intensif. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: persiapan (koordinasi dengan Puskesmas Kartasura dan penyusunan materi), pelaksanaan (edukasi, pelatihan DASS-21, teknik relaksasi, dan brain gym), serta evaluasi (pre-test dan post-test). Peserta terdiri dari 47 kader ‘Aisyiyah dengan variasi usia dan latar belakang pendidikan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 55,3% (kategori baik) pada pre-test menjadi 61,7% pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan efektif meningkatkan pemahaman kader tentang kesehatan mental dan penyakit kronis. Untuk keberlanjutan, diperlukan pelatihan berkala serta pendampingan lebih intensif. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperbaiki manajemen waktu untuk meningkatkan efektivitas intervensi.Abstract: Mental health disorders often accompany chronic diseases, increasing the risk of morbidity and mortality. Aisyiyah cadres, as the spearheads of health promotion, play a strategic role, but their understanding of mental health and chronic diseases still needs to be improved. The objective of this community service is to improve the knowledge and skills of Aisyiyah cadres in mental health screening and management for chronic diseases through intensive training. The implementation method includes three stages: preparation (coordination with the Kartasura Community Health Center and preparation of materials), implementation (education, DASS-21 training, relaxation techniques, and brain gym), and evaluation (pre-test and post-test). Participants consisted of 47 Aisyiyah cadres with varying ages and educational backgrounds. The results showed an increase in knowledge from 55.3% (good category) in the pre-test to 61.7% in the post-test. The conclusion of this activity is that the training is effective in increasing cadres' understanding of mental health and chronic diseases. For sustainability, regular training and more intensive mentoring are needed. Suggestions for future research include improving time management to increase the intervention's effectiveness.