Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbedaan hasil belajar IPAS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional, (2) menguji pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) menganalisis perbedaan hasil belajar pada siswa bermotivasi tinggi, dan (4) pada siswa bermotivasi rendah, berdasarkan model pembelajaran yang digunakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus VI Sutasoma, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan faktorial 2×2. Hasil analisis menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPAS antara kelompok inkuiri terbimbing dan kelompok konvensional, (2) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar, (3) siswa bermotivasi tinggi yang mengikuti inkuiri terbimbing memperoleh skor lebih tinggi secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 12,824 poin (p < 0,001), dan (4) siswa bermotivasi rendah yang mengikuti inkuiri terbimbing juga menunjukkan peningkatan hasil belajar secara signifikan dibanding kelompok konvensional, dengan selisih rata-rata 1,588 poin (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif meningkatkan hasil belajar IPAS, baik pada siswa dengan motivasi tinggi maupun rendah.