Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keselamatan Radiasi pada Ruangan Konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja: Analysis of Radiation Safety in Conventional Rooms in Radiology Unit of RSU. Kertha Usada Singaraja Manurip, Gabreal Injelika; Wijaya, I Made
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9732

Abstract

Keselamatan Radiasi Pengion pada Bidang Medik yang dianggap Keselamatan Radiasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk melindungi pasien, pekerja, anggota masyarakat serta lingkungan hidup dari bahaya radiasi menurut Peraturan Kepala BAPETEN Tahun 2020. Pemegang izin harus menerapkan optimasi proteksi dan keselamatan radiasi terhadap paparan medik melalui pertimbangan operasional, tingkat paduan diagnostik dan pendampingan pasien. Radiasi adalah energi yang di pancarkan dalam bentuk partikel atan gelombang elektromagnetik oleh atom atau sumber radiasi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui atau menganalisis kesesuaian keselamatan radiasi khususnya persyaratan alat proteksi radiasi, ruangan, dan manajemen personel pada ruangan konvensional di Unit Radiologi RSU.Kertha Usada Singaraja, Bali. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja belum optimal dilakukan. Kurangnya pelatihan untuk pekerja radiasi, kurangnya ketersediaan peralatan proteksi radiasi di ruangan konvensional, untuk petugas proteksi radiasi tidak menetap di tempat, kurangnya pengawasan permasalahan dalam fasilitas radiologi konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persyaratan ruangan konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja sudah memenuhi syarat aturan PERKA BAPETEN No. 4 Tahun 2020, perlengkapan alat pelindung diri di Unit Radiologi RSU Kertha Usada belum memenuhi syarat PERKA BAPETEN No. 4 Tahun 2020 karena ada beberapa alat pelindung diri yang belum tersedia pada ruangan konvensional di Unit Radiologi RSU. Kertha Usada Singaraja, dan untuk manajemen personel Petugas Proteksi Radiasi kurangnya pengawasan karena tidak menetapnya Petugas Proteksi Radiasi di Rumah Sakit.
THE EFFECT OF RADIATION ON DIARRHEA AND DIGESTIVE DISORDERS IN CERVICAL CANCER PATIENS WITH 3D-CRT TECHNIQUE AT MRCCC SILOAM SEMANGGI HOSPITAL: english Manurip, Gabreal Injelika; Harlis, Yogi Purba; Gitawiarsa, I Putu Pande
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21541

Abstract

Cervical cancer is one of the most common cancers in women, with radiotherapy being a primary treatment option, including the use of Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT). Although this technique precisely delivers radiation doses to the target area, exposure to surrounding organs often causes gastrointestinal side effects, particularly diarrhea. This study aimed to evaluate the effect of radiation fractionation on the occurrence of diarrhea in cervical cancer patients treated at MRCCC Siloam Semanggi Hospital. A quantitative descriptive design was applied using questionnaires based on a simplified version of CTCAE v5.0, supported by direct observation and interviews. A total of 10 patients participated, resulting in 50 questionnaire entries collected at the 5th, 10th, 15th, 20th, and 25th fractions. The results showed that most patients experienced mild diarrhea starting from the mid-treatment phase (15th fraction), while some showed fluctuating patterns with two peaks (15th and 25th fractions), and others remained stable with mild symptoms. No patients reached grade 3 (severely affecting daily activities). In conclusion, fractionated radiation exposure was associated with the onset of diarrhea, but symptoms were generally mild to moderate. Regular monitoring and nutritional education are essential strategies to minimize gastrointestinal toxicity and maintain patients’ quality of life during therapy.