Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Antara Struktur Dan Agen Dalam Fenomena Anak Tidak Kuliah : (Studi Di Kelurahan Sinarjaya Jelutung Kabupaten Bangka) Khoiri , Imam; Zulkarnain , Iskandar; Herza
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 7 No. 12 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v7i12.12654

Abstract

Fenomena anak tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi permasalahan sosial yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, termasuk di Kelurahan Sinarjaya Jelutung, Kabupaten Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola relasi antara struktur sosial dan agen dalam fenomena anak tidak kuliah dengan menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens. Teori ini menjadi landasan untuk memahami keterkaitan timbal balik antara kekuatan struktur sosial dan kapasitas agen individu dalam pengambilan keputusan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anak-anak yang tidak kuliah, orang tua, pihak pendidikan, dan pemerintah setempat, disertai observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena anak tidak kuliah ini berangkat dari rendahnya Angka Partisipasi kasar Perguruan Tinggi (APK PT). Keputusan anak untuk tidak melanjutkan kuliah dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural, seperti keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, serta persepsi masyarakat tentang rendahnya keterkaitan antara pendidikan tinggi. Selain itu, norma sosial, budaya lokal, serta ekspektasi keluarga turut membentuk pandangan anak terhadap pentingnya pendidikan tinggi. Namun, anak-anak sebagai agen tidak sepenuhnya tunduk pada tekanan struktural tersebut. Mereka menunjukkan kapasitas untuk merespons dan menegosiasikan pilihan hidupnya. Interaksi antara struktur dan agen ini membentuk pola relasi yang dinamis, kompleks, dan saling memengaruhi dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini terdapat pola relasi yang kompleks, pola relasi utama yang menyebabkan anak tidak kuliah adalah sebab keterbatasan ekonomi keluarga (Struktur Dominan), kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan (Struktur Signifikansi), serta keterbatasan akses dan kebijakan pemerintah (Struktur Legitimasi). Kata Kunci: Relasi Struktur; Relasi Agen; Fenomena Anak Tidak Kuliah
Farmers' knowledge of The Implementation of GAP and Cattle-Palm Oil Integration toward Sustainable Agriculture Bahtera, Novyandra Ilham; Yulia; Herza
JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v18i2.13850

Abstract

The cultivation of oil palm has significantly increased in the Bangka Belitung Islands Province over the past decade, as farmers seek to improve their socioeconomic status. However, the agricultural practices of independent farmers often deviate from the desired standards. Implementing Good Agricultural Practices (GAP) in oil palm cultivation is crucial to optimizing farmers' efforts. This research evaluates farmers' understanding of GAP and the sustainable integration of cattle-palm oil cultivation. The study was conducted in Tiang Tara Village, using face-to-face interviews with independent farmers who own oil palm plantations. The findings revealed a significant lack of understanding among farmers regarding GAP and cattle-palm oil integration. Farmers continued to rely on traditional methods and the wisdom of experienced practitioners. At first, many were reluctant to adopt cattle-palm oil integration due to various constraints, including land scarcity, limited access to livestock grants, and insufficient knowledge of livestock management. The study recommends facilitating technology transfer from experienced farmers to their independent counterparts, increasing the dissemination of GAP knowledge by agricultural extension officers, and providing livestock grants along with intensive training and mentoring. These measures aim to promote sustainable integration of cattle-palm oil cultivation, enhancing both productivity and sustainability for independent farmers.