Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Labuan Salumbone Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Apsari, Nirmala
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v7i1.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan Kepala Desa Labuan Salumbone, Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, yang mana merupakan suatu upaya penelitian untuk mengumpulkan data yang didasarkan pada latar alamiah. Sedangkan tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, yang merupakan suatu penelitian yang berupaya untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu dan keadaan sosial yang timbul dalam masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu Sekretaris Desa Labuan Salumbone, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Labuan Salumbone, Staff Kantor Desa Labuan salumbone serta Masyarakat. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tiga dari empat indikator tersebut berjalan dengan baik. Pada indikator konsultasi, terlihat adanya komunikasi dua arah dan berjalan dengan baik. Selain itu, kepala desa mendengarkan ide serta gagasan yang disampaikan oleh aparat desa. Pada indikator partisipasi, terlihat bahwa adanya keterlibatan aparat desa dalam proses pengambilan keputusan dan kepala desa juga selalu membuka ruang diskusi dengan aparat desa untuk menyelesaikan permasalahan yang cukup sulit diselesaikan sendiri oleh kepala desa. Dalam indikator ini, kepala desa memperlihatkan tipe kepemimpinan demokratis. Sedangkan pada indikator delegasi, terlihat adanya pelimpahan wewenang yang diberikan oleh kepala desa kepada aparat desa dalam melaksanakan dan memutuskan segala sesuatu, selama hal tersebut sesuai dengan tupoksi mereka. Ini memperlihatkan bahwa gaya kepemimpinan Kepala Desa Labuan Salumbone pada indikator delegasi yaitu Free Rein Leadership. Namun, pada indikator instruksi tidak berjalan dengan baik. Walaupun kepala desa memberikan instruksi kepada seluruh aparat desa, tetapi seringkali instruksi yang diberikan kurang jelas sehingga seringkali aparat desa harus bertanya lebih lanjut atau bertanya pada aparat desa lain terkait tugas yang akan mereka kerjakan.
Kualitas Pelayanan Pemerintah Kelurahan (Studi Kasus Pembuatan Surat Keterangan Tidak Mampu): Performance of Village Apparatus in Maku Village, Dolo District, Sigi Regency Apsari, Nirmala
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelayanan pemerintah kelurahan dalam pembuatan surat keterangan tidak mampu di Kelurahan Baiya Kecamatan Tawaeli Kota Palu. Dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, yang merupakan merupakan suatu upaya peneliti untuk mengumpulkan data yang didasarkan pada latar alamiah. Sedangkan tipe penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, yang mana berupaya mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, untuk itu peneliti dibatasi hanya mengungkapkan fakta-fakta dan tidak menggunakan hipotesa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu Lurah Baiya, Sekretaris Lurah Baiya, Staf Kelurahan Baiya serta masyarakat. Sedangkan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Teori utama yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dimensi kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh Taliziduhu Ndraha (2003), antara lain: kecepatan, ketepatan, kemudahan dan keadilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan pembuatan surat keterangan tidak mampu di Kelurahan Baiya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada indikator kecepatan, terlihat bahwa pemerintah kelurahan baiya memberikan pelayanan yang sangat cepat dan hal ini dibuktikan dari respon masyarakat yang mengapresiasi kerja aparat pemerintah kelurahan dari segi kecepatan dalam memberikan pelayanan. Pada indikator kemudahan terlihat bahwa adanya kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus surat keterangan tidak mampu di Kelurahan Baiya. Sedangkan pada indikator keadilan terlihat bahwa adanya respon positif yang diperlihatkan masyarakat terkait pelayanan yang diberikan oleh pihak kelurahan baiya karena pihak kelurahan memperlihatkan sikap yang adil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun pada indikator ketepatan terlihat bahwa masih ada Sebagian masyarakat yang sebenarnya tidak layak dibuatkan surat keterangan tidak mampu tetapi menerima surat keterangan tersebut karena berdasarkan data kependudukan ia masuk dalam kartu keluarga kerabatnya yang masuk dalam kategori kurang mampu..
Kualitas Pelayanan Publik Berbasis Digital di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu Apsari, Nirmala
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v7i2.107

Abstract

Pelayanan publik merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat, termasuk dalam aspek administrasi kependudukan. Perkembangan teknologi informasi mendorong terjadinya transformasi tata kelola pelayanan publik, termasuk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palu. Artikel ini mengkaji kualitas pelayanan publik berbasis digital di Disdukcapil Kota Palu dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Kajian ini menelusuri latar belakang historis, konteks kebijakan, strategi digitalisasi, hambatan dan solusi yang diterapkan di lapangan. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi layanan sangat efektif meningkatkan akses dan efisiensi, meski masih ditemui kendala pada infrastruktur, SDM, dan literasi digital masyarakat. Disimpulkan bahwa inovasi layanan digital merupakan keniscayaan dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik, namun memerlukan komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.