Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN PEMASARAN HASIL PRODUKSI MELALUI PELATIHAN INTERNET DAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Santiari, Ni Putu Linda; Rahayuda, I Gede Surya
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1579

Abstract

Bali Kui merupakan kelompok usaha yang memproduksi anyaman dekorasi tradisional ramah lingkungan. Kelompok usaha ini berada di Desa Gulingan tepatnya di Banjar Lebah Sari Gulingan, Mengwi, Badung, Bali. Kelompok usaha ini dekat dengan obyek wisata Pura Taman Ayun. Dalam memasarkan hasil, Bali Kui masih menggunakan media pemasaran manual yaitu dari mulut ke mulut. Anggota kelompok usaha Bali Kui juga belum mengetahui internet dan media sosial. Dari 7 orang anggota yang ada dalam kelompok ini hanya 1 orang yang memiliki media sosial. Untuk itu dalam kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini akan dilakukan pelatihan pengenalan internet dan media sosial. Pelatihan dilakukan secara luring ke tempat mitra yaitu Bali Kui. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat membantu kelompok usaha meningkatkan pengetahuannya dalam internet dan media sosial. Selain itu diharapkan kelompok usaha bisa menggunakan internet dan media sosial untuk memasarkan hasil dekorasi tradisional yang di produksi. Indikator capaian adalah mitra mengetahui dan bisa menggunakan internet dan media sosial. Dari pelatihan yang diberikan dan hasil evaluasi berupa kuisioner diperoleh total rata-rata nilai kuisioner 4 dengan persentase 80%. Dapat disimpulkan bahwa peserta pelatihan “Bisa” menggunakan dan memasarkan produk dengan instagram 
Perancangan Sistem Handwriter Aksara Bali untuk Latihan Menulis Menggunakan Enterprise Architecture Berbasis Zachman Framework Linda Santiari, Ni Putu; I Gede Surya Rahayuda
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol. 10 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v10i2.67183

Abstract

Pelestarian aksara daerah, khususnya aksara Bali, merupakan tantangan penting di era digital. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan sistem informasi yang dapat mendukung proses belajar menulis aksara Bali secara interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem Handwriter Aksara Bali untuk latihan menulis, dengan pendekatan Enterprise Architecture berbasis Zachman Framework. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan tahapan analisis kebutuhan dan perancangan arsitektur sistem. Perancangan dilakukan dengan memetakan enam perspektif utama dalam Zachman Framework, yaitu Planner, Owner, Designer, dan Builder, yang mencakup aspek data, proses, lokasi, pelaku, waktu, dan motivasi sistem. Evaluasi sistem dilakukan secara konseptual menggunakan pendekatan validasi arsitektur dan skenario penggunaan sistem. Secara kualitatif, rancangan dievaluasi berdasarkan kelengkapan, kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, serta keterwakilan artefak dalam setiap sel Zachman. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan arsitektur sistem yang terstruktur, mencakup model data, desain antarmuka, arsitektur jaringan, dan spesifikasi teknis sistem. Dengan perancangan ini, diharapkan pengembangan sistem Handwriter Aksara Bali dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, serta menjadi langkah awal dalam mendukung pelestarian aksara Bali melalui inovasi digital. 
Evaluasi Keamanan OTP Firebase pada Aplikasi Android: Perbandingan SAST dan IAST dalam Identifikasi Kerentanan Rahayuda, I Gede Surya; Santiari, Ni Putu Linda
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Early Access
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiska.4909

Abstract

Application security is crucial for protecting user data from cyber threats, particularly in Android applications that utilize One-Time Password (OTP)-based authentication. This study evaluates the security of Firebase OTP via email using a combination of Static Application Security Testing (SAST) with Mobile Security Framework (MobSF) and Interactive Application Security Testing (IAST) with AppSweep. The results show that the combination of SAST and IAST is superior to single testing methods due to its wider detection coverage. SAST detects vulnerabilities in static code, while IAST identifies exploits in runtime. The testing showed significant improvements, with high-severity vulnerabilities decreasing from 3 cases in OTP-1 to zero in OTP-5, and the security score increasing from 43 (B) to 78 (A) in MobSF. Meanwhile, the number of vulnerabilities in AppSweep decreased from 14 to 9, with all high-severity vulnerabilities resolved. However, this study still has limitations, such as limited dataset coverage and potential bias from the testing tool. For further improvement, additional research can integrate artificial intelligence to automate vulnerability detection, as well as explore biometric-based authentication to enhance system security even further.
Evaluasi Keamanan OTP Firebase pada Aplikasi Android: Perbandingan SAST dan IAST dalam Identifikasi Kerentanan Rahayuda, I Gede Surya; Santiari, Ni Putu Linda
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Vol. 11 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jiska.4909

Abstract

Application security is crucial for protecting user data from cyber threats, particularly in Android applications that utilize One-Time Password (OTP)-based authentication. This study evaluates the security of Firebase OTP via email using a combination of Static Application Security Testing (SAST) with Mobile Security Framework (MobSF) and Interactive Application Security Testing (IAST) with AppSweep. The results show that the combination of SAST and IAST is superior to single testing methods due to its wider detection coverage. SAST detects vulnerabilities in static code, while IAST identifies exploits in runtime. The testing showed significant improvements, with high-severity vulnerabilities decreasing from 3 cases in OTP-1 to zero in OTP-5, and the security score increasing from 43 (B) to 78 (A) in MobSF. Meanwhile, the number of vulnerabilities in AppSweep decreased from 14 to 9, with all high-severity vulnerabilities resolved. However, this study still has limitations, such as limited dataset coverage and potential bias from the testing tool. For further improvement, additional research can integrate artificial intelligence to automate vulnerability detection, as well as explore biometric-based authentication to enhance system security even further.