Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMANFAATAN APLIKASI ADOBE PHOTOSHOP UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DESAIN GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN TIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ahmad Noval; Widia Winata
Instruksional Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Instruksional
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu teknologi dan informasi terus berkembang pesat. Dampak dari perkembangan ini dirasakan di dunia pendidikan, baik dari sumber daya pengajar maupun peserta didik. Teknologi Pendidikan tentunya memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, dimana mencakup segala aspek belajar manusia yang dianalisis secara kompleks dan terintegrasi. Dalam penelitian ini, penulis merancang sebuah strategi pemanfaatan media desain grafis dalam proses pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Adobe Photoshop dalam mata pelajaran TIK di Sekolah Menengah Pertama, yaitu pada tingkat kelas IX (Sembilan). Rumusan Masalah Penelitian ini adalah Bagaimana Strategi Pemanfaatan Aplikasi Adobe Photoshop Untuk Meningkatkan Kompetensi Desain Grafis dalam Pembelajaran TIK di SMP. Dalam hasil analisa data, tabel paired samples statistics didapatkan rata-rata hasil pretest 58,33 lalu hasil post test 84,07, terdapat peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan dari pengambilan keputusan, terdapat pengaruh ”Cukup Efektif” penggunaan media pembelajaran desain grafis dalam meningkatkan hasil belajar siswa jika ditinjau dari hasil analisa N-Gain yaitu 0,65 atau 65%. Tujuan penelitian ini yaitu diharapkan guru dan siswa dapat menggunakan aplikasi desain grafis secara baik dan kreatif dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran TIK. Kata Kunci: Desain Grafis, Photoshop, TIK, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Teknologi Pendidikan.
Business Communication Strategies in Building Brand Awareness on the Instagram Account of UMJ Press Academic Publisher Ahmad Noval; Istiaty, Dian; Kusumadiningrat, Syarifuddin Raisul Haq; Patrianti, Tria
Communica : Journal of Communication Vol. 4 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/communica.v4i1.1320

Abstract

The rapid development of digital technology has positioned social media as a strategic channel for organisational communication, including for academic publishers seeking to enhance brand visibility. This study examines how UMJ Press utilises Instagram as a digital communication platform to build brand awareness as an academic publisher. Employing a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews with the Instagram account manager and active followers, participatory observation of feed posts, stories, and reels, and documentation of audience interactions. The data were analysed using thematic analysis to identify recurring patterns related to content strategy, visual identity, interaction management, and audience perceptions of brand recognition and recall. The findings indicate that brand awareness is shaped through consistent visual branding, the dominance of educational and informative content, and active engagement practices that encourage audience interaction. Short video formats (reels) and interactive features (stories) were associated with higher engagement patterns as reflected in audience responses such as shares and saves. Brand recognition emerged through consistent design elements and thematic coherence, while brand recall was reflected in participants’ ability to spontaneously associate UMJ Press with academic publishing activities. This study contributes to the literature by extending Integrated Marketing Communication, Uses and Gratifications Theory, and Social Media Engagement perspectives into the context of academic publishing, a sector that has received limited attention in Instagram-based branding research. The findings suggest that strategically managed Instagram communication can support the development of brand awareness within credibility-driven institutional contexts.