Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kejujuran Dalam Transaksi Ekonomi: Analisis Hermeneutika Ma’nā-cum-Maghzā Terhadap QS. Hud [11]:84 Imran, Buhari; Tarigan, Azhari Akmal; Syahriza, Rahmi
AGHNIYA : Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2025): AGHNIYA: Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Faculty of Islamic Religion, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/aghniya.v7i1.23083

Abstract

Penelitian ini mengkaji QS. Hud [11]:84 dengan pendekatan hermeneutika Ma’nā-cum-Maghzā untuk menggali pesan moral dan keadilan yang terkandung dalam ayat tersebut. Ayat ini mengandung seruan Nabi Syu’aib kepada kaumnya untuk berlaku jujur dalam muamalah, menyempurnakan takaran dan timbangan, serta menghindari perilaku curang yang dapat menimbulkan kerusakan di muka bumi. Pendekatan hermeneutika Ma’nā-cum Maghzā digunakan untuk memahami relevansi ayat ini dalam konteks kontemporer, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi modern yang kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur, di mana data-data primer dari Al-Qur'an dan hadis dianalisis secara intratekstual dan intertekstual untuk memahami makna holistik ayat. Sumber sekunder seperti tafsir klasik dan kontemporer, serta referensi terkait, digunakan untuk memperkuat interpretasi. Studi ini juga mengadopsi metode analisis kontekstual untuk menjembatani relevansi nilai nilai Al-Qur'an dengan tantangan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai universal dalam ayat ini, seperti kejujuran, keadilan, dan larangan kecurangan, sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem ekonomi syariah modern, baik dalam ranah perdagangan, regulasi, maupun pendidikan moral. Dengan demikian, QS. Hud [11]:84 bukan hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai landasan etis untuk membangun sistem sosial dan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
FROM REGULATION TO COMMODIFICATION: A CRITICISM OF THE LEGAL POLITICS OF HALAL CERTIFICATION IN INDONESIA Imran, Buhari; Nawawi, Zuhrinal M.
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i1.1245

Abstract

This research examines the political and legal transformation of halal certification in Indonesia using the Critical Legal Studies (CLS) approach. In the last decade, halal certification has no longer served solely as an instrument of moral protection and legal certainty for Muslim consumers, but has transformed into a political and economic instrument operating within the logic of the global market. Thru normative-empirical analysis, this study reveals that halal bureaucratization thru the involvement of the Halal Product Assurance Agency (BPJPH) and the Indonesian Ulema Council (MUI) creates tension between legal and moral authorities. This phenomenon shows how religious law is institutionalized by the state and reduced to an administrative mechanism laden with economic interests and political legitimacy. Furthermore, the research found that halal regulations also contribute to the commodification of religious values, where piety and halalness become market symbols and tools for nation branding. This process has implications for the emergence of unequal access for micro and small business actors (MSMEs), who find it difficult to bear the costs and complex certification procedures. Within the framework of CLS, this condition indicates that legal norms operate within a power structure that maintains social and economic hierarchies. This research underscores the need for a more emancipatory reform of halal regulations, emphasizing substantive justice, equitable access, and integration between the values of maq??id al-syar? ‘ah and modern social justice so that halal certification does not lose its spiritual meaning as a means of public welfare.