Pribadi, Imam Arif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA MENGGUNAKAN TES PISA DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN LMS Yolanda, Yaspin; Pribadi, Imam Arif
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i1.11161

Abstract

Permasalahan berawal dari rendahnya angka melek sains siswa dan indeks literasi sains siswa tergolong rendah di sekolah. Penelitian ini bertujuan (1). Mengukur literasi sains siswa dan (2) Mengindentifikasi upaya sekolah dalam menimgkatkan literasi sains siswa. Penelitian dilaksanakan dari Januari s.d Mei 2025 melibatkan 48 siswa jenjang SMP di Wilayah Kota Lubuklinggau. Jenis penelitian yakni penelitian kuantitatif eksperimen semu menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran kontekstual berbantuan LMS (Learning Management System) yang dilakukan secara hybrid (daring dan luring) dengan fitur materi PDF, video pembelajaran dan latihan soal-soal PISA. Instrumen yang digunakan berupa tes sains PISA (Programme for International Student Assessment). Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains siswa kategori literasi nominal dengan capaian 80%, literasi sains siswa kategori literasi fungsional dengan capaian 80%, literasi sains siswa kategori literasi konseptual/prosedural dengan capaian 75% dan literasi sains siswa kategori literasi multidimensional dengan capaian 70% sehingga rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,82 kategori tinggi. Selanjutnya berdasarkan hasil FGD bersama guru menghasilkan upaya sekolah dalam meningkatkan literasi sains siswa dengan cara (1). Memperbanyak latihan-latihan soal PISA tahun sebelumnya. (2). Menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, melibatkan siswa dalam kegiatan ilmiah. (3). Memanfaatkan teknologi informasi dan mengintegrasikan materi menggunakan lingkungan belajar yang mendukung untuk mengaitkan sains dengan kehidupan sehari-hari. (4). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru melalui pelatihan menyusun soal -soal berbasis literasi sains.
GAMIFIKASI PEMBELAJARAN PERUBAHAN IKLIM MENERAPKAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN LITERASI SAINS Yolanda, Yaspin; Pribadi, Imam Arif
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i1.11121

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur literasi digital dan literasi sains mahasiswa dengan menerapkan gamifikasi pembelajaran berbasis masalah (PBL). Sampel penelitian melibatkan 30 mahasiswa mahasiswa Pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari di semester V yang diambil secara Purposive Sampling yang mengambil mata kuliah media pembelajaran di semester genap. Penelitian selama satu semester dari Agustus 2024 s.d. Januari 2025. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yakni tes literasi digital, tes literasi sains, survey dan wawancara. Selanjutnya data hasil temuan di deskripsikan berdasarkan tahap indentifikasi kebutuhan, tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap simpulan. Untuk mengukur peningkatan kompetensi literasi digital mahasiswa menggunakan uji N-Gain Skor. Hasil asesmen awal dan akhir penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1). Peningkatan literasi digital mahasiswa dengan N-Gain 0.89 kategori tinggi. (2). Peningkatan literasi sains mahasiswa dengan N-Gain 0.82 kategori tinggi. Sehingga gamifikasi pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan literasi digital dan literasi sains mahasiswa. Selanjutnya gamifikasi pembelajaran berbasis Problem Based Learning mampu keterlibatan mahasiswa dalam menemukan solusi, sehingga mereka lebih aktif, termotivasi dan bertanggung jawab atas proses pembelajaran.