Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Smart Time And Self Management Untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa Sanggar Rawang Malaysia Akmal, Muhammad Rafi; Firdaus, Firdaus; Nurhayati, Nurhayati; Purwanto, Edy; Fatmawati, Azzahra
DEDIKASI PKM Vol. 6 No. 2 (2025): DEDIKASI PKM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dkp.v6i2.49087

Abstract

Rendahnya disiplin belajar siswa di Sanggar Bimbingan Rawang, Selangor, Malaysia, menjadi latar belakang dilaksanakannya program “Smart Time and Self Management”. Berdasarkan hasil observasi awal, sekitar 70% siswa tidak memiliki jadwal belajar rutin dan sering datang terlambat, serta hanya 36% siswa yang datang tepat waktu dan 40% yang mengerjakan tugas secara tepat waktu. Permasalahan ini menunjukkan lemahnya pemahaman siswa terhadap pentingnya manajemen waktu dan manajemen diri dalam proses belajar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin belajar siswa melalui penguatan keterampilan manajemen diri dan pengelolaan waktu secara terpadu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kegiatan dilaksanakan selama 12 hari melalui sesi sosialisasi, diskusi kelompok kecil, penyusunan rencana belajar, dan refleksi mingguan dengan melibatkan 25 siswa dari kelas gabungan 3–6. Hasil implementasi menunjukkan perubahan signifikan: jumlah siswa yang datang tepat waktu meningkat menjadi 80%, dan siswa yang mampu mengerjakan tugas tepat waktu mencapai 84%. Selain itu, siswa mulai menunjukkan kemandirian dalam belajar, mencatat waktu belajar secara mandiri, dan menunjukkan motivasi intrinsik yang lebih tinggi. Peningkatan ini juga didukung oleh testimoni siswa dan pengakuan guru pendamping mengenai perubahan sikap belajar dan tanggung jawab siswa. Kesimpulannya, program ini berhasil menanamkan kebiasaan belajar yang positif dan membuktikan bahwa strategi penguatan manajemen diri dan waktu sangat aplikatif dalam pendidikan non-formal. Keberhasilan ini membuka peluang kolaborasi jangka panjang, seperti pengadaan buku manajemen waktu anak, pelatihan untuk orang tua, serta potensi replikasi di daerah atau komunitas lain yang memiliki tantangan serupa.
IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS KEARIFAN LOKAL TRADISI SADRANAN KALI DI TLOGOMULYO TEMANGGUNG Fatmawati, Azzahra; Sriyanto
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.357

Abstract

Permasalahan degradasi lingkungan dan menurunnya kesadaran ekologis masyarakat memerlukan pendekatan pendidikan yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan. Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup berbasis kearifan lokal, seperti tradisi Sadranan Kali di Desa Tlogomulyo, menjadi salah satu solusi. Tradisi ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mengandung nilai pelestarian lingkungan, khususnya sumber daya air. Namun, adanya modernisasi menyebabkan pergeseran makna ekologisnya, sehingga perlu dikaji kembali nilai-nilai Pendidikan lingkungan yang terkandung didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pendidikan Lingkungan Hidup dalam tradisi Sadranan Kali serta menguji pengaruh kearifan lokal terhadap pembentukan nilai-nilai pendidikan lingkungan pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 91 responden yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Data diperoleh melalui observasi dan penyebaran kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Sadranan Kali berpengaruh kuat dan signifikan terhadap pembentukan nilai-nilai pendidikan lingkungan. Seluruh indikator memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta model penelitian dinyatakan layak dan memiliki kemampuan prediktif yang baik.