Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kegiatan Penyuluhan Tuberkulosis di Desa Kedungsari Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto Khamidah, Nur; Fuadah, Lia Nur; Dewangga, Eka Wahyu; Natasya, Whitney Galuh; Afidah, Nur; Efendi, Gita Karinanda; Guritno, Guntur; Kemala, Roosi Rachma; Rizaldi, Arsyad; Ofiana, Sofi
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 6 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jpki.v6i1.350

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular umum yang terjadi di Indonesia, disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit tuberkulosis ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengenalan dan pemahaman tentang penyakit tuberkulosis terhadap masyarakat Dusun Sidowangun, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Metode pengabdian ini adalah dengan memberikan penyuluhan secara tatap muka tentang apa itu penyakit tuberkulosis, apa saja penyebab dan gejalanya, serta bagaimana cara pencegahannya. Untuk menambah pemahaman, dilakukan pembagian leaflet tentang tuberkulosis, disertai dengan penjelasan materi pada leaflet tersebut menggunakan pengeras suara. Adapun pemahaman peserta mengenai materi yang disampaikan, dinilai dari diskusi peserta selama pemaparan materi, pre-test yang diberikan sebelum pemaparan materi, dan post-test yang diberikan setelahnya. Sedangkan kepuasan dalam kegiatan penyuluhan dinilai dengan pengisian kuesioner. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata 42,5 dan hasil post-test mengalami peningkatan menjadi 66,5. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pengabdian ini mayoritas menilai “Baik” sebanyak 20 peserta (50%). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta mengenai penyakit tuberkulosis, dan kegiatan pengabdian ini berjalan lancar, serta respons peserta baik dan antusias. Penyuluhan tentang tuberkulosis dapat menjadikan masyarakat lebih termotivasi untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut, khususnya masyarakat Dusun Sidowangun, Desa Kedungsari.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Nyeri Neuropati Diabetik pada Pasien Dm Tipe 2 Di RS Bhayangkara Watukosek Dewangga, Eka Wahyu; Andiani, Andiani
Calvaria Medical Journal Vol 1 No 2 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v1i2.24

Abstract

Introduction: Therapy for diabetic neuropathy pain has not been able to provide a significant effect for patients so that the side effects of pain complaints affect the quality of work and social life of type 2 DM patients at Bhayangkara Watukosek Hospital. The aim of this study was to determine whether stress levels can influence the incidence of diabetic neuropathy pain at Bhayangkara Watukosek Hospital. Method: The research is analytical in nature with Odds Ratio (OR) calculations to test hypotheses. The research population was 250 type 2 DM patients with a sample of 40 respondents taken at simple random. The variables consist of the incidence of diabetic neuropathy pain as the dependent variable, and stress level as the independent variable. Result: the relationship between stress levels and the incidence of NND in type 2 DM patients at Bhayangkara Watukosek Hospital produced an odds ratio of 3 (OR > 1). Conclusion: respondents who experienced stress were 3 times more likely to experience NND than respondents who were not stressed. To reduce or suppress the incidence of NND, people who suffer from type 2 DM and are aged ≥50 years should have regular check-ups at the hospital to prevent NND. For the management of Bhayangkara Watukosek Hospital, it is recommended to carry out a mentoring program for type 2 DM patients who are ≥50 years old because many respondents who suffer from NND and experience stress are ≥50 years old.