ananta, Adela
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI VISUAL IKLAN GOJEK CERDIKIAWAN TERHADAP TREN DAN PERILAKU GENERASI Z ananta, Adela; Rizky Cahyani, Elliya; Pradana Wiranata, Hendra; Juliansyah, M. Verdy; Sari Yasmin, Salsabila; Fawzy, Dwimay
MEDIAKOM Vol. 7 No. 02 (2024): Mediakom, Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v7i02.3588

Abstract

This study examines the role of visual elements in Gojek’s “Cerdikiawan” digital advertisement in representing visual trends and the behavior of Generation Z. The main issue explored is how visual components can reflect current trends and connect with the behaviors of young consumers. The research aims to analyze the relevance of these visual elements using Charles Sanders Peirce’s semiotic theory, which divides signs into icons, indexes, and symbols. A descriptive qualitative method was employed, with primary data gathered through interviews with five Generation Z informants and secondary data from advertisement observations. The analysis focuses on identifying visual signs in the ad and interpreting them based on the audience’s social and cultural context. The findings show that iconic signs, such as a fork used as a creative solution, symbolize innovation and efficiency—traits valued by Generation Z. Indexical signs reflect their adaptability to technology, while symbolic elements convey emotional messages that enhance Gojek’s brand image. This study offers insights into how visual advertising can emotionally engage younger audiences through semiotic interpretation.
ETIKA VISUAL DALAM REPRESENTASI SIMULACRA PADA VISUAL AI YANG MENGHIDUPKAN FIGUR DARI FOTO LAMA ananta, Adela; Pribadi, Kukuh
MEDIAKOM Vol. 9 No. 02 (2026): Mediakom, Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v9i02.5393

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bidang visual telah memunculkan fenomena rekonstruksi foto lama yang mampu menghidupkan kembali figur manusia, termasuk individu yang telah meninggal dunia. Fenomena ini banyak ditemukan pada platform media sosial TikTok dan menimbulkan persoalan mengenai batas antara realitas, simulasi visual, serta etika representasi. Visual AI tidak hanya berfungsi sebagai media kreatif, tetapi juga membentuk simulacra yang menciptakan realitas visual baru dan memengaruhi pemaknaan audiens secara emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simulacra pada visual Artificial Intelligence yang menghidupkan kembali figur dari foto lama serta mengkaji penerapan etika visual dalam proses penciptaan dan pemaknaan visual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi terhadap lima konten visual AI rekonstruksi foto lama di platform TikTok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori simulacra dan perspektif etika visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual AI membentuk simulacra yang bersifat hiperreal, di mana visual tidak lagi merepresentasikan realitas faktual, melainkan menciptakan realitas imajiner yang diterima secara emosional oleh audiens. Dari sisi etika visual, proses produksi visual AI mengandung persoalan etis terkait manipulasi visual dan ketiadaan izin figur yang direpresentasikan, namun dalam pemaknaan audiens visual tersebut dipahami sebagai ekspresi simbolik nostalgia dan emosi personal kolektif.