Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LARGE IMMUNOLOGICAL CEREBRAL VASCULITIS, ENCEPHALITIS, AND MULTIPLE INFARCTION CAUSED BY MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS INFECTION IN YOUNG ADULTS : A RARE COMPLICATION OF TUBERCULOSIS) Navadz, Eqiel; Handoko, Eko Aprilianto; Taufiq, Kamilka; Sari, Putri Fortuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46999

Abstract

Tuberkulosis Neurovaskular-serebral adalah kondisi yang jarang terjadi, ditemukan pada sekitar 1% dari total kasus komplikasi tuberkulosis. Infeksi ini dapat menyebabkan vaskulitis serebral tidak hanya melalui invasi langsung, tetapi juga melalui deposisi kompleks imun. Kasus ini menjelaskan tentang vaskulitis serebral luas dan infark yang disebabkan oleh tuberkulosis pada dewasa muda. Seorang wanita muda berusia 21 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan bicara tidak jelas sejak satu hari sebelumnya. Pasien menggigil dan tidak merespons saat diajak berbicara. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 101/65 mmHg, nadi 80x/menit, suhu 36,7°C, dan saturasi oksigen (SpO2) 97%. Pemeriksaan neurologis menunjukkan GCS 456, tanda meningeal (+). Pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan Hb 9,6 g/dl; HCT 29,8%; neutrofil 84,9%, limfosit 7%, SGOT 29 U/L, SGPT 51 U/L. Pemeriksaan rontgen dada menunjukkan dugaan tuberkulosis milier paru. Pemeriksaan dahak menunjukkan hasil positif DNA MTB dan sensitif terhadap rifampisin. Pemeriksaan serologis HIV tidak menunjukkan kelainan. Hasil CT scan kepala dengan kontras menunjukkan infark multipel pada hemisfer bilateral dan nukleus lentiform bilateral dari korpus kalosum bilateral. Pasien didiagnosis dengan vaskulitis serebral luas, ensefalitis, dan infark multipel yang berhubungan dengan infeksi tuberkulosis. Pasien mendapat pengobatan FDC (fixed dose combination) untuk tuberkulosis, antikonvulsan, mecobalamin, PPI, dan steroid dosis tinggi. Kasus ini tergolong langka, terutama sebagai komplikasi tuberkulosis yang menyebabkan vaskulitis serebral luas dan ensefalitis pada pasien dewasa muda. Deteksi dini merupakan kunci penting dalam memberikan pengobatan yang tepat kepada pasien.
EARLY EXTRAVENTRICULAR DRAINAGE TO IMPROVING FUNCTIONAL OUTCOME ON ACUTE VIRAL OTOGENIC MENINGOENCEPHALITIS ACCOMPANIED WITH HYDROCEPHALUS IN YOUNG ADULT: RARE COMPLICATION OF OTITIS MEDIA- A CASE REPORT Alami, Eqiel Navadz Akthar; Handoko, Eko Aprilianto; Taufiq, Kamilka; Hakiim, Arsyzilma; Sari, Putri Fortuna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49885

Abstract

Salah satu kemungkinan komplikasi meningensefalitis adalah hidrosefalus. Drainase ekstraventrikular secara dini membantu meningkatkan luaran klinis pasien dan dapat digunakan untuk mengevaluasi cairan serebrospinal berulang dan mengendalikan tekanan intrakranial. Seorang laki laki muda berusia 24 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala yang memberat sejak 2 hari lalu. Keluhan disertai dengan leher kaku dan demam sejak 4 hari lalu. Pasien memiliki riwayat sakit telinga kiri sejak 1 minggu lalu. Pasien juga sulit fokus ketika diajak berkomunikasi dan gelisah. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 139/80 mmHg, nadi 91x/menit, suhu 39,5°C, dan saturasi oksigen (SpO2) 97%. Status lokalis auricula sinistra terdapat pus berwarna kuning jernih disertai nyeri tarik tragus.  Pemeriksaan neurologis menunjukkan GCS 335, tanda meningeal (+), VAS 8-9. Pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan Leukosit 21.610 sel/uL; Monosit 2.060 sel/uL; neutrofil 17.390 sel/uL, gula darah acak 193 mg/dL, HIV (-), dan DNA MTB (-). Pemeriksaan CT Scan Kepala dengan kontras menunjukkan kesan encephalitis/meningoencephalitis dengan komplikasi hydrocephalus comunican. Pasien didiagnosis dengan meningensefalitis dengan hydrocephalus dan direncakaan Extraventricular Drainage (<24 jam) serta pemeriksaan LCS. Dari hasil pemeriksaan LCS didapatkan warna jernih, Nonne apelt (+), dan pandy (+). Pasien diberikan terapi steroid, antivirus, antibitoik spektrum luas, analgesik, dan antipsikosis. Pasien menunjukkan perbaikan kondisi klinis setelah 6 hari perawatan. Kasus ini relatif jarang, terutama pada komplikasi otitis media yang menyebabkan meningoensefalitis dan hidrosefalus komunikans pada pasien dewasa muda. EVD dini dan pengobatan spesifik tampaknya meningkatkan luaran klinis.