Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SLBIT Nur Khoirul Ashab Rejang Lebong Saan, Qhiban; Anggriani, Wita; Bahri, Syaifu; Yanto, Murni
Jurnal Literasiologi Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v13i2.925

Abstract

kependidikan adalah hal yang harus diperhatikan pada setiap lembaga pendidikan. Dalam pengelolaan SDM tersebut harus terdapat perencanaan yang matang dan tujuan yang pasti agar pengelolaan dapat berjalan dengan baik dan kendala yang ada dapat diminimalisir. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan manajemen. Ini terlihat dari definisi umum dari pendidikan, yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.. Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan harus dilakukan dengan maksimal untuk mencapai tujuan organisasi. Fokus penelitian ini mengkaji gambaran umum sistem tata kelola pendidik dan tenaga kependidikan di SLBIT Nur khoirul ashab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan, wawancara dan studi dokumentasi. Fokus penelitian dikembangkan menjadi beberapa subfokus dengan hasil penelitian antaralain: (1) Perencanaan SDM sudah sesuai dengan yang dibutuhkan, (2) Sistem perekrutan dan seleksi SDM yang cukup ketat, (3) Sistem penempatan SDM pendidikan cukup memadai, dan (4) Strategi meningkatkan kualitas SDM masuk katagori cukup baik.
PERAN NEGARA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI IRAN DAN INDONESIA Saan, Qhiban; Fakhruddin, Fakhruddin; asha, Lukman
Jurnal Literasiologi Vol 14 No 3 (2025): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v14i3.1058

Abstract

Penelitian ini membahas secara komprehensif peran negara dalam pengembangan pendidikan Islam di Iran dan Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan upaya mencerdaskan sumber daya manusia (SDM). Kedua negara ini memiliki sejarah perkembangan pendidikan Islam yang panjang dan dipengaruhi oleh latar sosio-politis yang berbeda. Iran, dengan identitas teokrasi Syiah yang kuat, menempatkan pendidikan Islam sebagai instrumen ideologis sekaligus strategis dalam membangun keunggulan bangsa. Sementara itu, Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia mengembangkan pendidikan Islam melalui pendekatan yang lebih inklusif, demokratis, dan partisipatif, sehingga melahirkan keragaman model dan institusi pendidikan.Latar belakang sistem politik menjadi faktor penentu peran negara dalam mengendalikan arah kebijakan pendidikan Islam di masing-masing negara. Di Iran, negara menjadi aktor dominan yang mengatur kurikulum, kualifikasi pendidik, dan arah pengembangan ilmu pengetahuan melalui lembaga-lembaga negara yang terpusat. Model ini memungkinkan Iran menjalankan sistem pendidikan yang seragam dan terarah, terutama dalam integrasi agama dan sains. Sebaliknya, Indonesia memberikan ruang luas kepada masyarakat, organisasi Islam, pesantren, dan lembaga swasta untuk menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan Islam. Pluralitas dan desentralisasi kebijakan pendidikan menjadi ciri khas Indonesia dalam mengembangkan SDM yang religius sekaligus terbuka terhadap dinamika global.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur dengan teknik analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan mendasar antara kedua negara. Berbagai sumber ilmiah dianalisis untuk memetakan bagaimana kebijakan pemerintah, budaya religius masyarakat, dan struktur kelembagaan pendidikan berpengaruh terhadap kualitas SDM. Analisis komparatif memungkinkan peneliti melihat pola-pola yang muncul secara spesifik
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF DALAM PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK SLBIT NUR KHOIRUL ASHAB Saan, Qhiban; Warlizasusi, Jumira; Sahib, Abdul
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Processed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61844

Abstract

This study was motivated by the importance of implementing inclusive Islamic education management to foster the independence of children with special needs in an inclusive school setting. Children's independence is one of the primary goals of inclusive education, enabling students to perform daily activities independently, develop self-confidence, and interact effectively in social environments. Therefore, educational management that is well-planned, systematic, and responsive to the needs of students with special needs is essential at SLBIT Nur Khoirul Ashab. This study aims to examine the implementation of inclusive Islamic education management in fostering children's independence, to analyze the strategies employed by the school to develop students' independence, and to identify the challenges encountered in implementing inclusive Islamic education at SLBIT Nur Khoirul Ashab. The findings indicate that inclusive Islamic education management at SLBIT Nur Khoirul Ashab is implemented through the fundamental management functions of planning, organizing, implementing, and evaluating educational programs that are tailored to the individual needs of students. The development of children's independence is carried out through the habituation of Islamic worship practices, life skills training, individualized learning activities, and continuous motivation and intensive guidance. Supporting factors include strong collaboration between the school and parents, teachers' professional competence, and a conducive school environment. Meanwhile, the challenges include differences in students' abilities, limited educational facilities and infrastructure, and the lack of consistency in providing guidance and support for children within the family environment.