Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN TEORI KOMUNIKASI JÜRGEN HABERMAS: FONDASI RASIONALITAS DALAM INTERAKSI SOSIAL Aryanto, Tiara Nisa; Sitorus, Fitzerald Kennedy
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 2 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i2.1755

Abstract

Tulisan ini membahas teori komunikasi Jürgen Habermas sebagai fondasi rasionalitas dalam interaksi sosial modern. Dalam masyarakat yang semakin kompleks dan dipenuhi oleh kepentingan politik, ideologi, serta dominasi simbolik, komunikasi publik kerap mengalami distorsi yang menghambat tercapainya pemahaman bersama. Melalui pendekatan studi pustaka, artikel ini mengulas konsep-konsep utama dalam teori Habermas seperti tindakan komunikatif, klaim validitas, kompetensi komunikatif, situasi tutur ideal, dan komunikasi yang terdistorsi secara sistematis. Pembahasan juga mencakup relevansi teorinya dalam konteks kontemporer, seperti perdebatan di media sosial, praktik pendidikan, serta dinamika dalam keluarga dan institusi publik. Artikel ini menunjukkan bahwa meskipun teori Habermas dianggap idealistik dan mengutamakan konsensus, kurang memperhatikan aspek emosi dan konteks budaya, kerangka ini tetap relevan sebagai acuan untuk mengevaluasi kualitas komunikasi yang adil, terbuka, dan berbasis argumen. Sebagai refleksi kritis, tulisan ini mendorong pentingnya literasi komunikasi dan budaya diskursus rasional sebagai bagian dari penguatan ruang publik yang demokratis dan inklusif.
PENERIMAAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN DALAM KOMUNIKASI BERBASIS UTAUT2 PADA PELAJAR Aryanto, Tiara Nisa; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Network Media Vol 8, No 2 (2025): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v8i2.6167

Abstract

Artikel ini memaparkan tentang penerimaan para pelajar terhadap teknologi kecerdasan buatan dalam komunikasi, dengan menggunakan UTAUT-2. Studi ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji beberapa makalah jurnal yang telah terinklusi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerimaan, penggunaan, serta tantangan teknologi komunikasi AI pada pelajar dan menawarkan solusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, motivasi hedonis, pengaruh sosial, dan kondisi yang memfasilitasi mendorong penerimaan AI dalam komunikasi pelajar. AI berperan sebagai alat komunikasi yang efisien dalam lingkungan belajar yang adaptif dan interaktif. Namun, tantangan seperti privasi, kurangnya pengetahuan teknologi, dan etika akademik masih menjadi kendala. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus mendukung penggunaan AI secara etis dan efektif melalui literasi digital, pelatihan teknis, dan pengawasan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi institusi pendidikan, penyedia teknologi, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan penerimaan AI serta memaksimalkan manfaatnya dalam pembelajaran.
Tren Hidup Sehat Melalui Interaksi Sosial di Tiktok: Efektivitas Konten Kesehatan Terhadap Perubahan Gaya Hidup Aryanto, Tiara Nisa; Irwansyah
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 5 No. 4 (2025): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v5i4.8105

Abstract

This research examines the trend of healthy living through social interaction on the mobile-based social media application TikTok which is supported by artificial intelligence (AI), and the effectiveness of health content in changing people's lifestyles. Using a qualitative and case study approach, it was found that engaging short-form content delivered by credible personalities, supported by AI technology such as recommendation algorithms and user data analysis, motivates users to adopt healthy habits such as a good diet and moderate exercise. Social interaction through features on TikTok strengthens the virtual community that supports this motivation. However, the risk of spreading hoaxes and social pressure remain challenges that need to be addressed. These results emphasize the importance of collaboration between content creators, platforms, health professionals, governments, and the use of AI technology to provide accurate and educative information for a positive and sustainable impact on healthy lifestyles.
CITAYAM FASHION WEEK DAN TIKTOK: BENTUK TRANSFORMASI DIGITAL DAN DINAMIKA SOSIAL ANAK MUDA URBAN Aryanto, Tiara Nisa; Tjahjadi, Elvira; Setijadi, Naniek Novijanti
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 3 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i3.1782

Abstract

Artikel ini menganalisis fenomena Citayam Fashion Week (CFW) dan peran TikTok sebagai bentuk transformasi digital dan dinamika sosial anak muda urban di Indonesia. Berangkat dari ekspresi spontan anak-anak muda pinggiran kota Jakarta yang kemudian menjadi viral, penelitian ini menggunakan pendekatan The Society dari Littlejohn, yang mencakup tiga pilar: Social Foundation, Social Critique, dan Social Change. Dengan metode Analisis Wacana Kritis (Fairclough), studi ini menelusuri bagaimana interaksi simbolik di TikTok membentuk identitas, merepresentasikan kelas sosial, serta mendorong perubahan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga ruang negosiasi makna dan kekuasaan simbolik, tempat anak muda pinggiran merebut narasi budaya urban. Namun, viralitas ini juga menghadirkan tantangan seperti komodifikasi, stereotip, dan kooptasi oleh media arus utama. Artikel ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan arena baru dalam kontestasi identitas dan redistribusi kekuasaan budaya di era globalisasi digital.