Khatrina Uli Sitanggang
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembentukan Kata Pada Konten Kuliner Selo Mitha Br Tarigan; Dairi Sapta Rindu Simajuntak; Khatrina Uli Sitanggang; Widi Arta Siregar
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6320

Abstract

Penelitian ini membahasa pembentukan kata dalam konten kuliner di media sosial, yang merupakan fenomena penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Berfokus pada dinamika bahasa yang mencerminkan perubahan sosial, budaya, dan teknologi, serta bagaimana kata-kata baru muncul sebagai respons terhadap fenomena tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pembentukan kata dalam konten kuliner di media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai proses pembentukan kata berdasarkan teori Yule (2006), seperti penciptaan (coinage), peminjaman (borrowing), komposisi (compounding), pencampuran (blending), pemotongan (clipping), backformation, konversi (conversion), akronim (acronyms), afiksasi(affixation), dan proses ganda (multipe processes). Hasil analisis menunjukan bahwa pembentukan kata dalam konten kuliner dapat dipengaruhi oleh perubahan sosisl, budaya dan teknologi. Kata-kata baru sering kali muncul sebagai respons terhadap interaksi antarbudaya terutama melelui platform digital, yang memperkaya kosakata dan menciptakan identitas baru bagi makanan. Selain itu, penggunaan bahasa yang kreatif dalam deskripsi makanan dapat meningkatkan daya tarik konten kuliner dan memperkuat identitas budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikat bagi kajian linguistik dan menjadi refrensi bagi studi-studi selanjutnya yang mengkaji hubungan antara bahasa dan budaya dalam konteks yang lebih luas.
Pembentukan Kata Pada Konten Kuliner Selo Mitha Br Tarigan; Dairi Sapta Rindu Simajuntak; Khatrina Uli Sitanggang; Widi Arta Siregar
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6320

Abstract

Penelitian ini membahasa pembentukan kata dalam konten kuliner di media sosial, yang merupakan fenomena penting dalam perkembangan bahasa Indonesia. Berfokus pada dinamika bahasa yang mencerminkan perubahan sosial, budaya, dan teknologi, serta bagaimana kata-kata baru muncul sebagai respons terhadap fenomena tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pembentukan kata dalam konten kuliner di media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi berbagai proses pembentukan kata berdasarkan teori Yule (2006), seperti penciptaan (coinage), peminjaman (borrowing), komposisi (compounding), pencampuran (blending), pemotongan (clipping), backformation, konversi (conversion), akronim (acronyms), afiksasi(affixation), dan proses ganda (multipe processes). Hasil analisis menunjukan bahwa pembentukan kata dalam konten kuliner dapat dipengaruhi oleh perubahan sosisl, budaya dan teknologi. Kata-kata baru sering kali muncul sebagai respons terhadap interaksi antarbudaya terutama melelui platform digital, yang memperkaya kosakata dan menciptakan identitas baru bagi makanan. Selain itu, penggunaan bahasa yang kreatif dalam deskripsi makanan dapat meningkatkan daya tarik konten kuliner dan memperkuat identitas budaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikat bagi kajian linguistik dan menjadi refrensi bagi studi-studi selanjutnya yang mengkaji hubungan antara bahasa dan budaya dalam konteks yang lebih luas.
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN BACAAN MULTIMODAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK SISWA SMA HOLY KIDS BERSINAR MEDAN Elisabet Maibang; Liana Siburian; Candra Ronitua Gultom; Losten Tamba; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak; Khatrina Uli Sitanggang; Riwando Aritonang; Selomitha Br Tarigan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55365

Abstract

The availability of reading materials that suit the characteristics of students is an important factor in supporting Indonesian language learning. However, various findings in schools show that students still experience difficulties in understanding long reading and have not received reading material that is able to attract their attention optimally. This research aims to analyze the need for multimodal reading materials based on local wisdom for high school students. The research uses a descriptive approach by utilizing the analysis stage in the ADDIE development model. The research subjects consisted of 30 class XII students at Holy Kids Bersinar Medan Private High School. Data was collected through reading comprehension tests, reading interest questionnaires, observations, and interviews with deputy principals. Quantitative data was analyzed descriptively using percentages and averages, while qualitative data was analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results showed that only 3 students (10%) reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) on the long article comprehension test, while 27 students (90%) had not reached the KKM. The results of the reading interest questionnaire obtained an average score of 42.33 or 66.14%, which is included in the medium category. Apart from that, the observation results show that there are symptoms of reading fatigue, which is characterized by students' boredom when reading long texts. The interview results also show that the limited variety of reading materials and literacy facilities are factors that influence students' reading activities. Based on these findings, students need reading material that combines multimodal elements and local wisdom to make it more interesting, contextual, and in line with Indonesian language learning needs.