Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Tentang Usaha Budidaya Lele Dalam Meningkatkan Nilai Perekonomian Di Desa Geblok Wukursari Cangkringan Sleman Yogyakarta Tri Nur Rohmah; Iwan Budiherwanto; Rahmat Slamet Suyoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i5.4845

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Geblok melalui pengembangan usaha budidaya ikan lele sebagai alternatif peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi lokal. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah keterbatasan sumber penghasilan tetap serta minimnya pengetahuan teknis dalam mengelola usaha produktif yang berkelanjutan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, digunakan metode pengabdian partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan teknis budidaya lele, pelatihan manajemen usaha dan pemasaran, pendampingan masa budidaya, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan ikan lele secara intensif dan efisien. Produksi panen rata-rata mencapai 100–120 kg per kolam dengan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar 90%. Selain dampak ekonomi berupa peningkatan pendapatan rumah tangga, kegiatan ini juga berdampak pada aspek sosial, seperti terbentuknya kelompok tani “Lele Geblok Mandiri” yang berperan dalam produksi kolektif, pemasaran hasil panen, serta pertukaran informasi dan inovasi antaranggota. Kesimpulannya, budidaya ikan lele merupakan strategi pemberdayaan yang tepat bagi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa, dengan dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan mitra pembangunan lainnya.
MOTIVASI MEMBUKA DESTINASI DESA WISATA DENGAN MEMANFAATKAN SUMBER DAYA ALAM Danang Sunyoto; Tri Nur Rohmah; Iwan Budiherwanto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11: April 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i11.7621

Abstract

Efforts to increase motivation to open tourist village destinations by utilizing natural resources. Problem: Business actors in the tourism village sector individually and/or in groups have not yet done their job optimally. Method/steps: Carry out the stages of opening a tourist village destination, namely; natural resource potential surveys, tourism feasibility studies, community participation, skills and knowledge development, tourism infrastructure development, promotion and marketing, environmental management, as well as ongoing evaluation and monitoring. Results: There is still a need to develop knowledge and skills and increase motivation to open tourist villages.
Model Ekowisata Pasar Pring Bulak Salak: Pendampingan Pengelolaan Berbasis Masyarakat dan Penguatan UMKM Tri Nur Rohmah; Iwan Budiherwanto; Sutaman Supriyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.6939

Abstract

Pasar Pring Bulak Salak di Bulak Salak, Wukirsari, Cangkringan, Sleman memiliki potensi sebagai kawasan ekowisata berbasis bambu dan aktivitas ekonomi komunitas, namun pengelolaan destinasi dan kapasitas UMKM belum berkembang optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun dan mengimplementasikan model pendampingan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan penguatan UMKM lokal. Pendekatan yang digunakan ialah participatory action melalui tahapan pemetaan, perencanaan program, pelatihan dan klinik pendampingan, serta evaluasi reflektif. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara, FGD, kuesioner sederhana, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan: (1) terbentuknya struktur kelembagaan pengelola pasar dan pembagian peran berbasis musyawarah warga; (2) penyusunan aturan operasional sederhana terkait tata ruang lapak, kebersihan, dan alur layanan wisata; (3) peningkatan kapasitas UMKM dalam pencatatan transaksi, pengemasan produk, dan pemanfaatan media digital; serta (4) penguatan identitas ekowisata pasar berbasis bambu sebagai daya tarik tematik kawasan. Integrasi pendekatan communitybased tourism dengan pendampingan kelembagaan dan peningkatan kapasitas UMKM terbukti mendorong perubahan praktik pengelolaan menuju kemandirian komunitas dan berpotensi direplikasi pada pasar wisata/desa wisata sejenis.