Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Senam Hamil Dalam Penguatan Edukasi Kesehatan Bagi Ibu Hamil di Desa Betteng Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Tahun 2025 BUSMAN, ARFIANI; Fattah, Al Munawarah; Darwis, Nurfathyah
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.455

Abstract

Latara belakang : WHO merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 150 menit per minggu selama masa kehamilan dan selama pasca persalinan. Salah satu bentuk aktivitas fisik selama masa kehamilan dapat dilakukan melalui senam hamil. Tujuan Meningkatkan kualitas pelayanan antenatal yang dilakukan melalui pemberian informasi dan mengajarkan senam hamil pada ibu hamil trimester III yang mengikuti kelas ibu hamil di Pustu Betteng Kecamatan Pamboang. Metode : Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebanyak dua kali pada Sabtu, 10 Mei 2025 dan Sabtu, 17 Mei 2025 bertempat di Pustu Betteng Kecamatan Pamboang. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan mengenai pentingnya penerapan senam hamil dalam masa kehamilan dengan menggunakan media power point serta dilakukan implementasi latihan senam hamil yang didampingi oleh bidan dan mahasiswi kebidanan yang telah mendapatkan pelatihan senam hamil sebelumnya. Hasil : Peserta berjumlah 15 orang ibu hamil trimester II dan III. Kegiatan pengabdian masyarakat dibagi menjadi tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Diharapkan kegiatan penerapan senam hamil ini terus berkesinambungan, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh setiap ibu hamil di rumah dengan pendampingan bidan. Sehingga, melalui penerapan senam hamil dapat mengoptimalkan kesehatan ibu dan janin, dan mempersiapkan persalinan normal yang aman.
Hubungan Pendampingan Suami dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I Fattah, AL Munawarah; Umar, Alfiah Nurani Umar; Rismayanty M
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2025): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v3i2.499

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan yang berlebihan dalam proses persalinan menyebabkan kadar kotekolamin meningkat sehingga menurunnya aliran darah ke rahim, melemahnya kontraksi rahim, menurunnya aliran darah ke plasenta sehingga membuat persalinan semakin lama. Tujuan : untuk mengetahui Hubungan Pendampingan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I di Puskesmas Lembang Tahun 2024. Metode: metode yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel : populasi dalam penelitian ini adalah suami ibu bersalin di Puskesmas Lembang Tahun 2024. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan lembar observasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan uji chi-Square. Hasil : ada Hubungan Pendampingan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I di Puskesmas Lembang Tahun 2024 dengan nilai p=0,000. Kesimpulan : terdapat hubungan Hubungan Pendampingan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Kala I di Puskesmas Lembang Tahun 2024.
Peningkatan Kesiapan Keluarga dalam menghadapi Kegawatdaruratan Persalinan di Rumah melalui Edukasi dan Penanganan Awal Sulfakar, Sukmawati; Hasmidar, Hasmidar; Fattah, Al Munawarah; Sipata, Reli
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i2.800

Abstract

Introduction: Obstetric emergencies are one of the main causes of high Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. Many obstetric emergencies occur at home before the mother reaches a healthcare facility. Objective: To improve family preparedness in dealing with obstetric emergencies through education and initial handling training at home. Methods: The program began with a pre-test to assess the family’s initial knowledge. After measuring baseline knowledge, the main session included counseling/education, practical skill demonstrations, simulations, and participant practice. At the end of the session, a post-test was conducted to assess improvements in family knowledge. Results: The community service activity was attended by 25 participants. Based on pre-test and post-test results, there was an average knowledge increase of 45%. Participants reported that the most useful topics were hemorrhage management and referral pathways. The simulation sessions were highly interactive, and several participants were able to perform initial emergency steps independently. Health cadres also expressed readiness to provide support for pregnant women in their areas. Conclusion: This community service program successfully improved family knowledge and skills in handling obstetric emergencies at home. Education and simulations proved effective in enhancing rapid family response, thereby minimizing the risk of delayed treatment.