Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Sosial Anak Berkebutuhan Khusus dan Reguler di Sekolah Dasar Inklusi: Studi Peran Mahasiswa Psikologi dalam Program Kampus Mengajar Aulia, Agnely Risqy
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i2.542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika sosial antara siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler di kelas inklusi sekolah dasar, serta mengeksplorasi peran mahasiswa psikologi dalam mendampingi proses interaksi sosial tersebut selama mengikuti Program Kampus Mengajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan reflektif. Data dikumpulkan melalui catatan lapangan, jurnal reflektif harian, serta observasi langsung terhadap perilaku sosial siswa di ruang kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di kelas inklusi dipengaruhi oleh perbedaan kemampuan komunikasi, persepsi siswa terhadap keberagaman, serta kesiapan guru dalam menciptakan iklim kelas yang inklusif. Mahasiswa psikologi turut berperan sebagai fasilitator interaksi, mediator konflik ringan, serta pendukung emosional baik bagi siswa berkebutuhan khusus maupun siswa reguler. Selain itu, keterlibatan mahasiswa memberikan dampak pada penguatan empati dan keterampilan sosial antar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan mahasiswa psikologi di sekolah dasar inklusi mampu mendukung terbentuknya lingkungan belajar yang lebih adaptif dan humanis, sekaligus menjadi sarana pembelajaran profesional bagi mahasiswa dalam konteks dunia nyata pendidikan.
Hubungan antara Iklim Organisasi dengan Keterlibatan Kerja pada Pegawai Dinas X Aulia, Agnely Risqy; Mulyana, Olievia Prabandini
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p165-178

Abstract

Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan kerja pegawai di instansi pemerintahan dengan beragam tugas dan fungsi. Ketidakjelasan peran dapat mendorong pegawai bekerja di luar tupoksi, yang menurunkan kinerja dan keterlibatan kerja. Keterlibatan kerja merupakan hubungan psikologis individu terhadap pekerjaannya, yang mana menjadi kunci pencapaian target instansi. Penelitian ini bertujuan mengungkap hubungan antara iklim organisasi dan keterlibatan kerja pada 74 ASN Dinas X yang bekerja minimal satu tahun. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Variabel diukur menggunakan instrumen keterlibatan kerja mengacu pada aspek keterlibatan kerja oleh Kanungo (1982) dan instrumen iklim organisasi mengacu pada dimensi iklim organisasi oleh Lussier (2017). Analisis data mencakup uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, uji linearitas dengan deviation from linearity, dan uji korelasi dengan analisis Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,656 dengan signifikansi 0,001 (p < 0,05) yang dimaknai adanya hubungan positif dan kuat antara iklim organisasi dengan keterlibatan kerja. Hal ini menandakan semakin tinggi iklim organisasi yang dirasakan pegawai maka semakin tinggi pula keterlibatan kerja pegawai. Abstract This research underscores the importance of job involvement in government agencies. Role ambiguity is a factor that can reduce employee performance and involvement. Job involvement is an individual's psychological connection to their work, and it is crucial for achieving institutional targets. This study investigated the relationship between organizational climate and job involvement among 74 civil servants at Agency X who had worked for at least one year. A correlational quantitative approach with a saturated sampling technique was used. Job involvement variables were measured using aspects identified by Kanungo (1982), while the organizational climate instrument was based on dimensions proposed by Lussier (2017). Data analysis included the Shapiro-Wilk normality test, a linearity test via deviation from linearity, and a Pearson Product Moment correlation. Results showed a positive and strong correlation (r=0.656, p<0.05) between organizational climate and job involvement. This suggests that a more positive perceived organizational climate correlates with higher employee job involvement.
Pengembangan Konsep Performance Appraisal dalam Menentukan Pegawai Terbaik: Studi Kasus pada Instansi Pemerintahan Aulia, Agnely Risqy; Halida, Arfin Nurma
Journal Social Society Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.2.2025.801

Abstract

Penilaian kinerja merupakan komponen penting dalam manajemen sumber daya manusia sektor publik, bertujuan mengevaluasi pencapaian kerja dan perilaku pegawai. Namun, sistem e-Kinerja yang bersifat generik sering gagal mencerminkan keberagaman tugas antarunit kerja di instansi pemerintahan, sehingga memicu persepsi ketidakadilan dan menurunkan motivasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem penilaian tambahan berbasis indikator spesifik per bidang, sebagai pelengkap e-Kinerja untuk meningkatkan akurasi identifikasi pegawai terbaik. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan metode studi kasus pada sebuah instansi pemerintah daerah. Subjek penelitian mencakup pegawai di bidang X, dengan data diperoleh melalui keterlibatan langsung peneliti selama magang dari Februari hingga Mei 2024. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif dan studi literatur terhadap kebijakan kelembagaan serta referensi akademik. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola dan membangun narasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator berbasis tugas spesifik meningkatkan akurasi dan persepsi keadilan penilaian. Integrasi penilaian sejawat dan pemberian penghargaan simbolik non-finansial juga terbukti memperkuat motivasi dan kohesi tim. Studi ini menyimpulkan bahwa sistem penilaian kontekstual merupakan inovasi strategis yang efektif dalam mengatasi keterbatasan sistem generik, sekaligus membangun budaya apresiasi dan pemberdayaan dalam birokrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap literatur penilaian kinerja sektor publik, serta menawarkan pendekatan reformasi mikro yang dapat direplikasi pada konteks organisasi pemerintah lainnya.
Strengthening Positive Emotions in the Perspective of Islamic Education Psychology and Its Implications on Students' Enthusiasm for Learning Aulia, Agnely Risqy; Satwika, Yohana Wuri
Ananda: Jurnal Pendidikan Anak dan Remaja Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Early Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63617/ajpar.v2i1.117

Abstract

This study aims to explore the reinforcement of positive emotions in the perspective of Islamic educational psychology and its implications for students' enthusiasm for learning. The background of this study rests on the gap between the dominant cognitive learning approach and the lack of attention to the affective and spiritual dimensions of students. This research uses a qualitative approach of case study type, with the location at SMA Negeri 1 Banguntapan Yogyakarta which has strong potential in the integration of Islamic values in learning activities. Data were obtained through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed thematically. The results show that positive emotions such as gratitude, patience, and enthusiasm for learning emerge in a supportive classroom atmosphere, empathic teacher-student interactions, and routine Islamic activities at school. The role of teachers is very important in fostering positive emotions through exemplary, Islamic motivation, and the use of verses/hadith in learning. The findings show that the Islamic educational psychology approach is not only relevant but also effective in shaping students' emotional resilience and learning motivation. This research contributes to the development of a holistic education model and offers learning strategies that touch the minds, hearts and spirituality of students.