Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena LGBT Kaum Santri : Studi Kasus Pesantren X Salafiyah dan Khalafiyah di Jember Nadiroh, Hilmiatun; Fitria, Ani Qotuz Zuhro’; Khafifah, Virda Ayu
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 2 No. 2 (2025): COMPLEX - Agustus
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpangan seksual semakin sering ditemukan di lingkungan pesantren. Fenomena tersebut menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, mengingat perilaku menyimpang ini berpotensi memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap pelakunya. Fenomena LGBT menjadi topik yang kontroversial dan menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian terdiri dari enam santriwati dan satu santriwan. Dari tujuh informan yang diwawancarai, empat di antaranya menyatakan secara pribadi tidak mengidentifikasi diri sebagai LGBT, sedangkan tiga lainnya mengakui sebagai bagian dari komunitas LGBT. Lingkungan sekitar, termasuk teman, tetangga, tamu, maupun keluarga, menunjukkan penolakan terhadap keberadaan LGBT, karena dianggap sebagai perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma agama, terutama dalam konteks kehidupan berumah tangga.
Fenomena Homesickness pada Santriwati Baru di Pesantren: Faktor, Gejala, dan Strategi Adaptasi Cahyaningrum, Fitriyah; Fitria, Ani Qotuz Zuhro’; Maharani, Nadya Puspitha
Complex : Jurnal Multidisiplin Ilmu Nasional Vol. 2 No. 2 (2025): COMPLEX - Agustus
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Homesickness merupakan kondisi psikologis yang kerap dialami oleh santriwati baru di pesantren, yang muncul akibat perpisahan dari keluarga, lingkungan asal, serta rutinitas yang telah melekat dalam kehidupan mereka sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang memicu munculnya homesickness, gejala yang dialami, serta upaya adaptasi yang dilakukan oleh santriwati baru dalam menghadapi situasi tersebut di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi pada santriwati baru di sejumlah pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama homesickness adalah keterpisahan fisik dari keluarga, terbatasnya kesempatan untuk bertemu keluarga, serta minimnya dukungan sosial di lingkungan baru. Gejala yang sering dijumpai meliputi rasa rindu yang mendalam, kecenderungan untuk menangis, mengisolasi diri dari pergaulan, kesulitan dalam berkonsentrasi, perubahan emosi, dan penurunan selera makan. Dalam mengatasi homesickness, santriwati umumnya menerapkan strategi seperti aktif dalam kegiatan belajar, mempererat hubungan dengan teman sebaya, serta memanfaatkan layanan konseling individu yang tersedia di pesantren. Temuan ini menyoroti peran penting lingkungan pesantren dalam membantu santriwati baru beradaptasi dan mengelola homesickness secara optimal.