Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Visual Perasa Lidah untuk Siswa Kelas III di Sekolah Dasar Yuanta, Friendha; Romadona, Syal Sa Billa Intan; Larasati, Gandes; Rivalda, Rizki Nabila; Luna Wea, Carmelia Putri; Damon, Simonsius Aldiano
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v6i1.352

Abstract

Jurnal ini membahas tentang pengembangan media ajar visual indera perasa lidah untuk kelas III yang dibuat efektif untuk pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini menemukan kebutuhan dan masalah dalam pembelajaran konsep rasa dengan melihat literatur terkait pengajaran sains, khususnya tentang indera perasa dan media pembelajaran. Indera perasa lidah merupakan salah satu komponen penting dalam proses pengenalan rasa makanan. Penggunaan media visual dapat meningkatkan pemahaman siswa karena usia siswa lebih peka terhadap media visual. Media ini menghadirkan informasi tentang jenis-jenis rasa yakni pahit, asam, asin, dan manis. Penggunaan media ajar ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam materi indera perasa lidah. Metode penelitian data dalam penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan yaitu mempelajari, menelaah, dan menganalisis jurnal dan artikel dari peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil media ini diharapkan dapat memberikan referensi pendidik dalam memilih media untuk membantu pemahaman peserta didik serta memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih menarik dan efektif disekolah dasar.
Urgensi Mengimplementasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari Romadona, Syal Sa Billa Intan; Larasati, Gandes; Patay, Devinta Inaas Hibatullah; Ayuningtyas, Dinda
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9546

Abstract

Seiring dengan perubahan zaman, terutama di era globalisasi, nilai-nilai Pancasila mulai terabaikan. Pengaruh budaya asing, individualisme, materialisme, serta derasnya arus informasi melalui media sosial telah menggeser pemahaman dan pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat, termasuk generasi muda, yang hanya mengenal Pancasila sebagai formalitas tanpa memahami makna dan urgensi penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis urgensi pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya pengamalan Pancasila di kalangan generasi muda, Menawarkan strategi reaktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan praktik nyata dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diidentifikasi beberapa strategi yang efektif untuk memperkuat implementasi Pancasila, yaitu: Optimalisasi pendidikan Pancasila, dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum di semua tingkat pendidikan; Peningkatan teladan dari figur pemimpin dan tokoh masyarakat; Penggunaan media. Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila membutuhkan pendekatan multidimensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sebagaimana dikemukakan oleh, pendidikan karakter berbasis Pancasila harus menjadi fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap relevan sebagai living ideology yang mampu menjawab tantangan zaman while tetap menjaga jati diri bangsa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas implementasinya tampak melalui berbagai bentuk penyimpangan seperti intoleransi, diskriminasi, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta ketidakadilan sosial. Kondisi ini menegaskan bahwa pemahaman normatif terhadap Pancasila tidak cukup tanpa diiringi upaya reaktualisasi yang sistematis dan berkelanjutan. Reaktualisasi tersebut perlu diarahkan pada revitalisasi pendidikan Pancasila, penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter, peningkatan literasi digital, serta hadirnya teladan nyata dari pemimpin dan institusi publik. penelitian ini menyimpulkan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi ideologis yang relevan dan esensial bagi bangsa Indonesia. Namun, relevansi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam praktik sosial, politik, maupun budaya masyarakat. Rendahnya internalisasi nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda, tidak hanya disebabkan oleh pengaruh globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga oleh lemahnya pendidikan karakter, kurangnya keteladanan pemimpin, serta derasnya arus informasi yang tidak terfilter dengan baik. Kata Kunci: Reaktualisasi Pancasila, Ideologi Hidup, Jati Diri Bangsa