Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFECT OF THE AMOUNT OF SODIUM METOXIDE CATALYST AND HEATING TIME ON THE QUALITY OF SHORTENING PRODUCTS IN THE INTERESTERIFICATION PROCESS Syafrinal; Riani, Pevi; Putri, Melysa; Futeri, Renny; Armin, M. Ikhlas; Gusfiyesi; Susanti, Arisa
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i2.6168

Abstract

Shortening is a solid plastic fat product that is widely used as a raw material in the production of food products such as biscuits, cakes, bread, and pastries. PT X produces shortening from the interesterification reaction of Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil. (RBDPO). In the shortening production process using the interesterification method, it will be influenced by the amount of catalyst added and the heating time. The objective of this research is to analyze the effect of the amount of sodium methoxide catalyst and heating time on the interesterification process of RBDPO on the quality of shortening products. By considering the parameters of Solid Fat Content (SFC) and Slip Melting Point (SMP), an optimal method can be developed to improve the quality and stability of the shortening product. The variations of sodium methoxide catalyst used are concentrations of 0.050%; 0.100%; 0.125%; 0.25%; 0.375%; 0.500%, while the variations in heating time are 50 minutes, 40 minutes, and 30 minutes. The results of the research conducted show that the interesterification process of RBDPO into a shortening product with very good quality is achieved by using sodium methoxide catalyst with a concentration of 0.250% and a heating time of 40 minutes, in accordance with the standards set by PT X for Solid Fat Content (SFC) and Slip Melting Point. (SMP).
KAJIAN TEKNIS KEHILANGAN MINYAK PADA KOLAM FAT PIT DALAM UPAYA PENINGKATAN RENDEMEN CRUDE PALM OIL Hariyanto; Nelza, Novia; Arsil, Fikri; Gusfiyesi; Maulidna
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i1.2396

Abstract

Kehilangan minyak produksi memiliki nilai standar secara nasional dan standar pabrik. Kadar kehilangan minyak yang tinggi mempengaruhi efisiensi produksi pengolahan dan menimbulkan kerugian. Angka kehilangan/kerugian minyak sawit merupakan banyaknya minyak yang tidak terambil pada proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase oil losses di fat pit sesuai dengan standar pabrik, berapakah persentase kehilangan minyak (oil losses) produksi yang terbuang pada kolam fat pit dan apa sajakah faktor-faktor yang menyebabkan kehilangan minyak (oil losses) pada kolam fat pit di pabrik kelapa sawit PT. X. Analisis oil losses dilakukan dengan metode ekstraksi. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan diperoleh rata-rata minyak basah yang terkandung dalam sampel lumpur kolam fat pit sebesar 0,59% dimana rata-rata minyak basah tersebut telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pabrik (maks 0,60%). Dari hasil pengolahan data diketahui bahwa rata-rata minyak kering yang terkandung dalam sampel lumpur kolam fat pit sebesar 12,91% dimana rata-rata minyak basah tersebut telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pabrik (maks 15%).
ANALISIS KADAR BESI DAN MANGAN DALAM LIMBAH INDUSTRI DENGAN ICP-AES SEBELUM DIDEGRADASI DENGAN REAKTOR FOTOKATALITIK FILM TITANIA MENJADI AIR BERSIH Gusfiyesi; Nurjanah, Suci; Mulyawan, Iwan
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Telah dilakukan pengembangan reaktor fotokatalitik titania sebagai salah satu solusi pengolahan air gambut menjadi air bersih yang memenuhi syarat Baku Mutu Air Bersih. Pada penelitian ini reaktor fotokatalitik titania akan digunakan untuk mendegradasi logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air limbah industri di Kota Batam. Untuk tahap awal, air limbah yang akan didegradasi adalah air limbah enam industri yang masing-masingnya telah melalui tahap pengolahan. Kadar besi dan mangan dalam air outlet pengolahan limbah ditentukan dengan alat Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Hasil analisis didapatkan kadar besi dan mangan masing-masing <0,0017 ppm dan <0,0023 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah industri di setiap perusahaan sudah bisa meinimalkan kandungan logam berat besi dan mangan dan sudah memenuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 tahun 2014 Lampiran 47. Metode APHA 3120 B:2012. Namun hasil ini belum optimal menghilang logam berat dan disamping itu proses pengolahan limbah masih menyisakan limbah baru dan banyak menggunakan chemical. Penelitian ini akan dilanjutkan untuk menghilangkan logam berat dalam limbah industri tersebut dengan reaktor fotokatalitik titania.