Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Self-Care Management of Diabetes Patients in the Community Health Center Area Diani, Noor; Nurachmah, Elly; Dahlia, Debie; Martha, Evi; Noor, M. Fakhruddin; Nafi'ah, Rizka Hayyu
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2025): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v13i1.848

Abstract

The success of diabetes prevention is influenced by several factors, including access to information, family support, diet, activity patterns, nutritional status, and self-efficacy. These factors play a significant role in the self-care practices of individuals with diabetes. Self-care refers to actions taken by patients to improve their ability to meet their daily needs independently, enabling them to prevent and manage their illness and adhere to treatment and recommendations provided by healthcare services. This study aims to identify the self-care practices of individuals with diabetes. The research involved 40 respondents diagnosed with diabetes. The average self-care score among diabetic patients in the working area of Banjar Baru Selatan Community Health Center was 68.53, with the lowest score being 39 and the highest score 92. Establishing self-care behaviors as part of a cultural norm requires consistent repetition and routine, to the extent that these behaviors may eventually become secondary needs. One approach to cultivating such habits in individuals with diabetes is to focus on addressing their weaknesses through methods that align with their routines and learning patterns. This strategy can help foster motivation and enthusiasm in managing their condition.
Pemberdayaan Posyandu Lansia Terintegrasi Bank Sampah yang Berkemanjuan, Mandiri, dan Bernilai Ekonomis pada Masyarakat Negara, Candra Kusuma; Wibowo, Hery; Nafi'ah, Rizka Hayyu; Prawira, Ricky
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.7138

Abstract

Posyandu Lansia merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pemantauan kesehatan, edukasi, serta kegiatan sosial. Namun, pelaksanaannya sering terkendala partisipasi rendah, keterbatasan sumber daya, pendanaan, dan minimnya inovasi. Di sisi lain, pengelolaan sampah anorganik yang bernilai ekonomis masih kurang optimal. Untuk menjawab tantangan tersebut, diusulkan program pemberdayaan yang mengintegrasikan Posyandu Lansia dengan bank sampah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia di daerah binaan Jl. Karang Rejo, Komplek Puskopad Kel. Guntung Manggis Kec. Landasan Ulin Banjarbaru, melalui pemenuhan dasar kesehatan berdasarkan kajian prioritas masalah. Metode yang digunakan adalah Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan kepada 50 peserta. Fokus kegiatan mencakup empat aspek: integrasi bank sampah, penyuluhan penyakit tidak menular (PTM), pelatihan bantuan hidup dasar, serta skrining PTM meliputi Hipertensi, DM, Kolesterol, dan Asam Urat. Tahapan kegiatan meliputi persiapan (koordinasi, penyusunan modul, penyediaan sarana), sosialisasi program kepada masyarakat dan kader, implementasi berupa pelatihan, pendampingan, dan penerapan inovasi, serta monitoring dan evaluasi berdasarkan indikator capaian, partisipasi, dan perubahan perilaku. Hasil kegiatan menunjukkan tiga program mencapai target 100% yaitu integrasi bank sampah, penyuluhan PTM, dan pelatihan bantuan hidup dasar. Sementara skrining PTM mencapai 76%. Program ini terbukti efektif memberdayakan lansia agar lebih sehat, mandiri, dan bernilai ekonomis. Kesimpulannya, pengabdian ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi posyandu sebagai pusat pemberdayaan berbasis kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.