Saputra, M. Riadi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengeloaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Di Desa Lepak Kabupaten Lombok Timur Hakiki, Muhammad; Nurlaela; Mar’atussholihah, Siti; Maulana, Muhammmad Fauzan; Anggameta, Ragat; Zielafiq, Muhamad; Yulanda; Safira, Dende Widyanti; Qothrunnada; Saputra, M. Riadi; Raksun, Ahmad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i1.10815

Abstract

Desa Lepak merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Desa Lepak memiliki luas wilayah 3960.000 m2 dengan jumlah penduduk 7.300 jiwa, 23,82% bekerja sebagai petani/pekebun. Dengan jumlah penduduk tersebut, banyak sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari seperti limbah rumah tangga, sisa-sisa pertanian dan peternakan. Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini, kami memilih untuk mengolah sampah organik berupa kotoran kambing menjadi pupuk kompos dengan cara melakukan pengomposan. Kompos merupakan bahan-bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antar mikroorganisme sebagai dekomposer. Tujuan dari kegiatan ini, yaitu untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah dan penggunaan pupuk kompos. Kegiatan pembuatan pupuk kompos ini dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 2025 di Dusun Pelepok, Desa Lepak. Pembuatan pupuk tersebut menggunakan limbah kotoran ternak yang ada di Dusun Pelepok. Metode yang digunakan dalam pengomposan secara aeraob di permukaan tanah, selain bahan utama sebagai bahan dasar pada pembuatan pupuk kompos ini juga memerlukan bahan tambahan seperti Efektif Mikroorganizem-4 (EM4) sebagai dekomposer. Pupuk kandang dapat memperbaiki kondisi fisik kimia, biologis tanah, dan juga meningkatkan unsur hara yang dapat memacu pertumbuhan tanaman. Pupuk yang baik digunakan dalam praktek budidaya. Salah satunya pupuk kandang kambing karena memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap walaupun dalam jumlah yang sedikit. Pupuk kandang kambing juga ramah lingkungan sehingga dapat digunakan terus menerus untuk mendukung praktek pertanian yang maju dan berkelanjutan.
Basic Nahwu Learning Problems at MTs Al-Irsyad East Cape Jabung Saputra, M. Riadi; M. Syukron Maksum
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the problems of basic nahwu learning in students of MTs Al-Irsyad Tanjung Jabung Timur and the efforts of teachers in overcoming them. Nahwu as one of the important branches of learning Arabic is often considered a difficult, abstract, and boring material by students. These difficulties have an impact on the low understanding of Arabic sentence structure and weak ability to read Arabic texts. This study uses a mixed method approach with qualitative dominance through a sequential exploratory design. The research subjects consisted of 2 Arabic teachers, 1 madrasah head, and 48 grade VIII students. Data collection techniques use observation, interviews, learning difficulty questionnaires, documentation, and diagnostic tests. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, conclusion drawn, and quantitative descriptive statistical strengthening. The results of the study show that the main problems of basic nahwu learning include low mastery of mufradat, weak understanding of the concept of i'rab, learning methods that are still teacher-centered, lack of learning media, and low student learning motivation. The average score of students' understanding of nahwu only reached 61.8 from the minimum completeness standard of 75. The novelty of this research lies in the analysis of basic nahwu problems based on the context of rural madrasas with limited learning resources and solution approaches through the integration of contextual examples of student life. This study recommends the application of nahwu learning that is more communicative, simple, and contextual so that students can more easily understand the structure of the Arabic language.