Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Wireshark untuk Menganalisis Kualitas Layanan Jaringan Internet pada Program Wi-Fi BUMDes Safara, Alfia Rohmah; Alamin, Mochammad Machlul; Antika, Dwi Ira Fuji; Khoiroh, Habibatul; Syaifudin, Nur
Nusantara Computer and Design Review Vol. 3 No. 1 (2025): Nusantara Computer and Design Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncdr.v3i1.1636

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong pemanfaatan internet yang optimal, sehingga kualitas layanan yang tinggi menjadi kunci kenyamanan pengguna dan efisiensi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan jaringan internet dari program Wi-Fi BUMDes yang berada di Desa Plumbungan, Kecamatan Sukodono, dengan menggunakan perangkat lunak Wireshark. Parameter Quality of Service (QoS) yang dianalisis mencakup throughput, jitter, delay, dan packet loss. Melalui pengukuran dan analisis data yang diperoleh, penelitian ini menemukan bahwa kualitas jaringan bervariasi tergantung pada waktu penggunaan, dengan throughput tertinggi terjadi di malam hari dan jitter menunjukkan stabilitas jaringan yang baik. Selain itu, delay yang rendah dan tidak adanya packet loss sepanjang periode pengujian menunjukkan bahwa performa jaringan tersebut memadai. Temuan dari analisis ini diharapkan dapat dijadikan sebagai rujukan bagi instansi terkait untuk meningkatkan layanan jaringan internet, sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para penggunanya. The development of information and communication technology encourages optimal internet utilisation, so that high-quality of service (QoS) is the key to user comfort and organisational efficiency. This study aims to analyse the quality of internet network services from the BUMDes Wi-Fi program in Plumbungan Village, Sukodono District, using Wireshark software. The QoS parameters analysed include throughput, jitter, delay, and packet loss. Through measurement and analysis of the data obtained, this study found that network quality varies depending on the time of use, with the highest throughput occurring at night and jitter indicating good network stability. In addition, low delay and no packet loss throughout the test period indicate that the network performance is adequate. The findings of this analysis are expected to be used as a reference for related agencies to improve internet network services, so that they can provide a better experience for their users.
Pelestarian Obat Tradisional Dhandhanggulo melalui Pemanfaatan Bahan Alami Lokal sebagai Wujud Kearifan Lokal Safitri, Nabilah; Tamyiz, Muchammad; Ramadhanti, Rizqa Putri; Ittikhad, Muhammad Aliful; Ilmiyyah, Mazro’atul; Safara, Alfia Rohmah; Rahman, Annur
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/9swr4240

Abstract

Dhandhanggulo merupakan praktik pengobatan tradisional yang berdiri sejak tahun 2009 di Desa Prasung, Kabupaten Sidoarjo. Keberadaannya berawal dari kepedulian terhadap keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan formal, sekaligus menjadi sarana pelestarian kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pengobatan tradisional Dhandhanggulo, menelaah manfaat kesehatan, sosial, dan budaya, serta memotret nilai solidaritas yang tercermin dalam pelayanannya. Hasil observasi menunjukkan bahwa Dhandhanggulo mengintegrasikan layanan ramuan herbal dengan terapi tradisional, ditopang sepenuhnya oleh tenaga relawan tanpa imbalan. Bahan ramuan sebagian ditanam secara mandiri, sebagian lainnya diperoleh dari pasar. Sebelum pandemi Covid-19, praktik ini telah melayani ribuan pasien dari dalam dan luar Sidoarjo. Temuan ini menegaskan peran penting Dhandhanggulo tidak hanya sebagai alternatif layanan kesehatan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial. Dhandhanggulo is a traditional healing practice established in 2009 in Prasung Village, Sidoarjo Regency. Its existence stems from concern about the community's limited access to formal healthcare services, while also serving as a means of preserving local wisdom. This article aims to describe the traditional healing practice of Dhandhanggulo, examine its health, social, and cultural benefits, and capture the values ​​of solidarity reflected in its services. Observations indicate that Dhandhanggulo integrates herbal concoction services with traditional therapies, supported entirely by uncompensated volunteers. Some ingredients are grown locally, while others are obtained from the market. Prior to the Covid-19 pandemic, the practice served thousands of patients from within and outside Sidoarjo. These findings underscore Dhandhanggulo's crucial role not only as an alternative healthcare service but also as a medium for cultural preservation and strengthening social solidarity.