Nusantara Community Empowerment Review
Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review

Pelestarian Obat Tradisional Dhandhanggulo melalui Pemanfaatan Bahan Alami Lokal sebagai Wujud Kearifan Lokal

Safitri, Nabilah (Unknown)
Tamyiz, Muchammad (Unknown)
Ramadhanti, Rizqa Putri (Unknown)
Ittikhad, Muhammad Aliful (Unknown)
Ilmiyyah, Mazro’atul (Unknown)
Safara, Alfia Rohmah (Unknown)
Rahman, Annur (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Jan 2026

Abstract

Dhandhanggulo merupakan praktik pengobatan tradisional yang berdiri sejak tahun 2009 di Desa Prasung, Kabupaten Sidoarjo. Keberadaannya berawal dari kepedulian terhadap keterbatasan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan formal, sekaligus menjadi sarana pelestarian kearifan lokal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan praktik pengobatan tradisional Dhandhanggulo, menelaah manfaat kesehatan, sosial, dan budaya, serta memotret nilai solidaritas yang tercermin dalam pelayanannya. Hasil observasi menunjukkan bahwa Dhandhanggulo mengintegrasikan layanan ramuan herbal dengan terapi tradisional, ditopang sepenuhnya oleh tenaga relawan tanpa imbalan. Bahan ramuan sebagian ditanam secara mandiri, sebagian lainnya diperoleh dari pasar. Sebelum pandemi Covid-19, praktik ini telah melayani ribuan pasien dari dalam dan luar Sidoarjo. Temuan ini menegaskan peran penting Dhandhanggulo tidak hanya sebagai alternatif layanan kesehatan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan penguatan solidaritas sosial. Dhandhanggulo is a traditional healing practice established in 2009 in Prasung Village, Sidoarjo Regency. Its existence stems from concern about the community's limited access to formal healthcare services, while also serving as a means of preserving local wisdom. This article aims to describe the traditional healing practice of Dhandhanggulo, examine its health, social, and cultural benefits, and capture the values ​​of solidarity reflected in its services. Observations indicate that Dhandhanggulo integrates herbal concoction services with traditional therapies, supported entirely by uncompensated volunteers. Some ingredients are grown locally, while others are obtained from the market. Prior to the Covid-19 pandemic, the practice served thousands of patients from within and outside Sidoarjo. These findings underscore Dhandhanggulo's crucial role not only as an alternative healthcare service but also as a medium for cultural preservation and strengthening social solidarity.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ncer

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Social Sciences

Description

Nusantara Community Empowerment Review (NCER) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Jurnal ini diterbitkan dalam versi online dengan akses terbuka dan unduhan gratis. NCER menerbitkan artikel ...