Muafia, Evi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Rukun Iman melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) pada Siswa Kelas V SDN 5 Tanjung Kamal Situbondo Khalik, Abdul; Royani, Ahmad; Muafia, Evi
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i1.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang Rukun Iman melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, Share (TPS). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 5 Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Tahun Pelajaran 2024/2025, yang terdiri dari 8 siswa, 1 laki-laki dan 7 perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain dua siklus. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi tes hasil belajar PAI, lembar observasi aktivitas peserta didik, dan lembar tanggapan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar PAI siswa pada pemahaman materi Iman kepada Hari Akhir. Pada siklus I, hasil tes menunjukkan 46% siswa mencapai ketuntasan dan 54% belum tuntas, dengan keaktifan siswa mencapai 64%. Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan 88% siswa tuntas dan 12% belum tuntas, serta keaktifan siswa meningkat menjadi 64%. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, Share efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap Rukun Iman, khususnya terkait hari akhir dan hikmahnya. This research aims to determine the improvement of students' understanding in Islamic Religious Education (PAI) regarding the Rukun Iman using the Think, Pair, Share (TPS) cooperative learning model. The subjects of this study were fifth-grade students at SDN 5 Tanjung Kamal, Mangaran District, Situbondo Regency, for the 2024-2025 academic year, consisting of 8 students: 1 male and 7 females. This quantitative study used a two-cycle design. The research instruments included PAI learning outcome tests, student activity observation sheets, and student response sheets. The results showed a significant improvement in students' PAI learning outcomes related to understanding the material on Faith in the Last Day. In the first cycle, 46% of students achieved mastery, while 54% had not yet reached mastery, with student engagement at 64%. In the second cycle, 88% of students achieved mastery, and 12% remained below the standard, while student engagement increased to 64%. Thus, the Think, Pair, Share cooperative learning model effectively enhances students' understanding of the Pillars of Faith, particularly regarding the Last Day and its significance.
Penerapan Metode Cerita Moral dalam Meningkatkan Pemahaman Akhlak Terpuji pada Siswa Kelas III di SD Negeri 1 Besuki Situbondo Susanti, Ana; Royani, Ahmad; Muafia, Evi
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i1.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas III SD Negeri 1 Besuki mengenai akhlak terpuji melalui penerapan metode cerita moral. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai akhlak terpuji seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode cerita moral dipilih berdasarkan teori konstruktivisme yang menyatakan bahwa pengalaman langsung dan interaksi sosial dapat membantu siswa membangun pemahaman moral mereka. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap akhlak terpuji. Pada siklus pertama, pemahaman siswa masih rendah, namun setelah siklus kedua dan ketiga, terjadi peningkatan signifikan dalam partisipasi dan penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penerapan metode cerita moral terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai akhlak terpuji. This study aims to improve the understanding of third-grade students at SD Negeri 1 Besuki regarding commendable morals through the application of the moral storytelling method. The background of this research is the students' low comprehension of moral values such as honesty, patience, and responsibility. This study employs a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in three cycles, with each cycle consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The moral storytelling method was selected based on constructivist theory, which posits that direct experience and social interaction help students develop their moral understanding. The results show a significant improvement in students' understanding of commendable morals. In the first cycle, student comprehension was still low, but after the second and third cycles, there was a substantial increase in participation and the application of moral values in daily life. Thus, the implementation of the moral storytelling method has proven effective in enhancing students' understanding of commendable morals.
Peningkatan Pemahaman Siswa terhadap Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman melalui Model Pembelajaran Kontekstual di Kelas IV SDN 7 Pesisir Situbondo Mas'ud, Muhammad; Royani, Ahmad; Muafia, Evi
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i1.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap Q.S. Al-Hujurat/49:13 dan hadis tentang keragaman melalui penerapan model pembelajaran kontekstual di kelas IV SDN 7 Pesisir Situbondo. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I hanya 35% siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada siklus II terjadi peningkatan dengan 70% siswa mencapai KKM, dan pada siklus III seluruh siswa (100%) berhasil mencapai KKM dengan hasil yang optimal. Penerapan model pembelajaran kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, diskusi kelompok, dan simulasi peran (role play) mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, pemahaman konsep, serta kemampuan berkolaborasi. Dengan demikian, model pembelajaran kontekstual dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk mengajarkan konsep keragaman dan toleransi. This study aims to enhance students' understanding of Q.S. Al-Hujurat/49:13 and the Hadith on diversity through the implementation of a contextual learning model in Grade IV at SDN 7 Pesisir. This research utilizes the Classroom Action Research (CAR) method conducted in three cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection phases. Results indicate that in Cycle I, only 35% of students met the Minimum Mastery Criteria (KKM), while in Cycle II, 70% of students reached the KKM. In Cycle III, all students (100%) successfully achieved the KKM with optimal results. The implementation of the contextual learning model proved effective in improving students' understanding of the taught material. The use of varied learning media, group discussions, and role-play simulations significantly enhanced students' active participation, conceptual understanding, and collaborative skills. Thus, the contextual learning model can be considered an effective alternative in Islamic Education for teaching concepts of diversity and tolerance.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Pembelajaran Interaktif pada Materi Huruf Hijaiyah Bersambung dan Harakat di Kelas II SD Negeri 1 Plalangan Situbondo Husniah; Royani, Ahmad; Muafia, Evi
Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development Vol. 1 No. 1 (2024): Journal of Pedagogical and Teacher Professional Development, July 2024
Publisher : Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/jptpd.v1i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 1 Plalangan pada materi huruf hijaiyah bersambung dan harakat melalui penerapan pembelajaran interaktif. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran interaktif mampu meningkatkan partisipasi siswa dan hasil belajar mereka. Pada siklus kedua, sebanyak 90% siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. This study aims to improve the learning outcomes of second-grade students at SD Negeri 1 Plalangan on the topic of Connected Hijaiyah Letters and Harakat through the implementation of interactive learning. The background of this research is the low learning outcomes of students, attributed to conventional teaching methods that lack active student engagement. The research method used is Classroom Action Research (CAR), conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection stages. The results show that implementing interactive learning can enhance students' participation and learning outcomes. In the second cycle, 90% of the students achieved the Minimum Mastery Criteria (KKM). Based on these findings, it can be concluded that interactive learning is effective in improving students' learning outcomes.