Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Maskulinitas Naskah Drama “Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek” Karya Danarto Anggy; Yusup, Uu
Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/narasi.v3i1.5206

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan representasi maskulinitas pada tokoh utama bernama Tommy, seorang mahasiswa seni rupa yang terjebak dalam hubungan segitiga, yang tidak hanya mengejar cinta, tetapi juga status sosial dan prestasi akademis, namun juga menggambarkan tekanan dari maskulinitas untuk berhasil di berbagai aspek kehidupan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori maskulinitas yang dikemukakan oleh Janet Saltman Chafetz, yaitu fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal lain. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menampilkan prosedur penilaian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data dalam penelitian ini mencakup aspek maskulinitas yang terdapat dalam naskah drama Obrok Owok-Owok Ebrek Ewek-Ewek karya Danarto. Hasil dari penelitian maskulinitas ini meliputi beberapa hal. Aspek seksual, yaitu seorang laki-laki menunjukkan ketertarikan kepada perempuan. Aspek emosional, yaitu pria seringkali menyembunyikan atau mengendalikan perasaan emosi mereka. Aspek interpersonal, yaitu sosok yang bertanggung jawab, disiplin, dan mandiri. Aspek karakter personal lain. Penyebab maskulinitas ini meliputi tekanan sosial dan harapan untuk menunjukkan kekuatan serta dominasi dalam hubungan, yang mencerminkan norma-norma gender yang berlaku di masyarakat.
Developing Board Game Media Based on Egrang Batok to Support Aksara Sunda Learning in PGSD Widiastuti, Hesti; Cep; Sinta; Anggy; Yulistina
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 6 No. 3 (2025): May
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v6i3.865

Abstract

The objective of this study is to design and develop learning media in the form of a game board inspired by the traditional egrang batok game. The utilization of Egrang Batok media has been the subject of prior research; however, no studies have been conducted on Sundanese language content. The objective of this media is to facilitate the acquisition of Sundanese script by PGSD students. Following the observation that students encountered difficulties in comprehending and acquiring proficiency in Sundanese script through the utilization of visual media exclusively, the author endeavored to conceptualize a board game employing the principles of batok egrang as a medium for Sundanese script instruction. The present study employed the ADDIE development model, which comprises five stages: The following sequence of steps is imperative: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The findings of the research suggest that: The batok engrang board game medium has been determined to have a high level of validity, with an average score of 0.90 for content, 0.80 for media, and 0.8 for language, classified as sufficiently high. In terms of practicality, questionnaire results from teachers and students indicate that this medium is highly practical to use, with an average score of 95%. On the whole, the Egrang Batok-based board game is regarded as suitable and effective for use in learning activities at PGSD.