Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengungkap Perspektif Siswa: Peran Deep Learning dalam Visualisasi Konsep dan Pemecahan Masalah Matematika Slamet, Slamet; Hendriana, Benny; Supiat
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i1.19310

Abstract

Purpose: This study explores high school students' perspectives on the integration of deep learning in mathematics education to address the dominance of procedural paradigms and barriers to visualizing abstract concepts.Design/methodology/approach: Utilizing an instrumental qualitative case study, the research focused on grade eleventh science students in Jakarta. Data were collected over eight weeks through in-depth interviews, participant observations, and document analysis of learning artifacts specifically within Geometric Transformations and Vectors.Findings: Deep learning acts as a visualization assistant and instant feedback provider, significantly reducing cognitive load. Despite initial learning curve challenges, students shifted toward iterative-experimental problem-solving approaches and enhanced conceptual focus. However, technological dependency and weak independent solution validation were identified as critical psychological barriers.Practical implications: Educators must integrate deep learning as a tool for critical thinking and exploration, supported by pedagogical strategies that cultivate data interpretation skills and critical solution validation. Originality/value: This study offers a unique contribution by providing deep qualitative insights into student agency within deep learning environments, filling a literature gap previously dominated by technical and quantitative evaluations.   Purpose: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi perspektif siswa SMA terhadap integrasi deep learning dalam pembelajaran matematika guna mengatasi dominasi paradigma prosedural dan hambatan visualisasi konsep abstrak. Design/methodology/approach: Menggunakan studi kasus kualitatif instrumental pada siswa kelas XI MIPA di Jakarta. Data dikumpulkan selama delapan minggu melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen artefak pembelajaran pada materi Transformasi Geometri dan Vektor. Findings: Deep learning berfungsi sebagai asisten visualisasi dan penyedia umpan balik instan yang mengurangi beban kognitif. Meskipun terdapat tantangan kurva pembelajaran awal, siswa menunjukkan pergeseran ke arah pendekatan pemecahan masalah iteratif-eksperimental dan peningkatan fokus konseptual. Namun, risiko ketergantungan teknologi dan lemahnya validasi solusi mandiri teridentifikasi sebagai hambatan psikologis. Practical implications: Pendidik harus mengintegrasikan deep learning sebagai alat bantu berpikir kritis dan eksplorasi, didampingi strategi pedagogis yang melatih keterampilan interpretasi data dan validasi solusi kritis. Originality/value: Studi ini memberikan kontribusi unik dengan menyediakan wawasan kualitatif mendalam mengenai agensi siswa dalam lingkungan deep learning, mengisi kesenjangan literatur yang sebelumnya didominasi oleh evaluasi teknis dan kuantitatif.
KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GENDER: STUDI KASUS SISWA PEREMPUAN DENGAN KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS TINGGI Baihaqi, Achmad; Supiat
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 13 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2025v13n1a2

Abstract

This study was motivated by the contradiction between the general assumption that male students have higher mathematical spatial abilities than female students and the findings of a female student who shows high mathematical spatial performance. In addition, in-depth studies of female students with high mathematical spatial abilities are still limited in the literature. This study aims to find out “how” and “why” a female student has high mathematical spatial ability. This research uses a qualitative type with a case study design and an interpretative approach. The research subject was a female student at SMPN 68 Jakarta who was identified as having high mathematical spatial ability based on the initial observation of 66 students. Data were collected through the administration of three sets of mathematical spatial ability problems, semi-structured interviews, and non-systematic observations. The results showed that the female student was able to solve the spatial problems consistently and obtained the maximum score in all three problem sets. She showed a systematic solution strategy by reading and thoroughly understanding the information in the problem, and using her spatial imagination. Factors that support the student's high mathematical spatial ability include learning that encourages concept understanding, independent learning habits, involvement in tutoring and private lessons, experience participating in math olympiads, support from family and friends, and the habit of playing space-based games. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kontradiksi antara asumsi umum yang menyatakan bahwa siswa laki-laki memiliki kemampuan spasial matematis lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan dengan temuan seorang siswa perempuan yang justru menunjukkan performa spasial matematis tinggi. Selain itu, kajian mendalam terhadap siswa perempuan dengan kemampuan spasial matematis tinggi masih terbatas dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “bagaimana” dan “mengapa” seorang siswa perempuan memiliki kemampuan spasial matematis tinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan pendekatan interpretatif. Subjek penelitian adalah seorang siswa perempuan di SMPN 68 Jakarta yang teridentifikasi memiliki kemampuan spasial matematis tinggi berdasarkan hasil observasi awal terhadap 66 siswa. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga paket soal kemampuan spasial matematis, wawancara semi terstruktur, dan observasi non-sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan tersebut mampu menyelesaikan soal-soal spasial secara konsisten dan memperoleh skor maksimal pada ketiga paket soal. Ia menunjukkan strategi penyelesaian yang sistematis, dengan membaca dan memahami secara menyeluruh informasi pada soal, serta menggunakan pengimajinasian spasialnya. Faktor-faktor yang mendukung kemampuan spasial matematis tinggi siswa tersebut antara lain pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep, kebiasaan belajar mandiri, keterlibatan dalam bimbingan belajar dan les privat, pengalaman mengikuti olimpiade matematika, dukungan dari keluarga dan teman, serta kebiasaan bermain game berbasis ruang.