Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Fikih Lingkungan Mengenai Tindak Pidana Dalam Pasal 68 Huruf (A) UU No. 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air Baihaqi, Achmad
El-Dusturie Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v1i2.5113

Abstract

The public interest is very oriented to the benefit and refuses damage to the community, nation and state from environmental damage, especially water which is very important for people's lives. 17 of 2019 which states "every person who intentionally carries out activities that result in damage to water sources and infrastructure and/or water pollution as referred to in Article 25 letters b and d; or carrying out activities that result in the occurrence of Water Destructive Power as referred to in Article 36, shall be punished with imprisonment for a minimum of 3 (three) years and a maximum of 9 (nine) years and a fine of at least Rp. 5,000,000,000.00 (five billion rupiahs). ) and a maximum of Rp. 15,000,000,000.00 (fifteen billion rupiah).According to Islamic law, it can be implemented because according to the author it is very in line with the objectives of Islamic law (Maqosid Al Shari'ah), because it maintains five things in human interests to maintain religion, preserve the soul, maintain offspring, maintain reason, and maintain property. Even the perpetrators can be sentenced to a maximum sentence (imprisonment and fines) if they are really guilty in accordance with the applicable principles of justice.Kepentingan umum berorientasikan pada kemaslahatan dan menolak kerusakan. Contohnya air, dimana ia penting bagi kehidupan masyarakat. Sanksi pidana pasal 68 huruf a UU No. 17 tahun 2019 menyatakan “ setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan Sumber Air dan prasarananya dan/atau pencemaran Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf b dan huruf d; atau melakukan kegiatan yang mengakibatkan terjadinya Daya Rusak Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ‘’ dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).Menurut Hukum Islam dapat dilaksanakan karena menurut penulis sangat sesuai dengan tujuan Hukum Islam (Maqosid Al Syari’ah), karena menjaga lima hal kepentingan manusia untuk memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara keturunan, memelihara akal, memelihara harta. Bahkan pelakunya dapat dijatuhi hukuman maksimal (penjara dan denda) bila betul-betul bersalah sesuai dengan asas keadilan yang berlaku.
Praktik Akad Nikah Bagi Mempelai Tunawicara dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Baihaqi, Achmad; Abadi, Said
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v3i2.1171

Abstract

The author is interested in researching the practice of the marriage contract with the bride and groom who have limitations in pronouncing the contract (impaired), from practice in the field it is often the case that the marriage contract of the non-verbal bride is carried out by a representative but without a clear power of attorney, it is not entirely wrong. Because sometimes both parties believe that there will be no dispute in the appointment of representatives. The bride and groom base the implementation of their marriage contract on the encouragement of the community, clerics, customs, and indeed an agreement between the two parties. The approach method used in this paper is a juridical-normative approach in the study of fiqh. A juridical approach by examining legal rules and a normative approach in the study of fiqh is used in analyzing problems that occur in society. For provisions that require the granting of power in writing, basically it is not stipulated in the book of fiqh. In fact, fiqh explicitly stipulates that it can be in the form of words (عبارة) or in written form. There is nothing wrong with the provisions stipulated by the Compilation of Islamic Law, which are promulgated, following the rules of al-maslahah al-mursalah which have been explained or the concept in the book of Bughyah al-Mustarsyidn which says that government decrees which are not forbidden by the Shari'a must be obeyed physically and mentally. If it is against the Shari'a, such as obliging something that is haram, then it is enough to obey outwardly. In article 17 paragraph (3) of the KHI which reads "For the prospective bride and groom who suffers from speech impairment or deafness, consent can be stated in writing or signs that can be understood," so without a power of attorney there is nothing wrong or allowed. What is clear is that the marriage is still valid, the KUA does not require the speech-impaired bride and groom to make or show a power of attorney.
PENERAPAN METODE TANYA JAWAB DALAM MENINGKATKAN MUTU BELAJAR PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Baihaqi, Achmad
Eduthink: Jurnal Pemikiran Pendidikan Islam Vol. 6 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Miftahul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/eduthink.v6i02.643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode tanya jawab dalam meningkatkan mutu belajar sejarah kebudayaan islam. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian PTK (penelitian tindakan keas) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan metode tanya jawab dalam pembelajaran SKI di kelas SMA Negeri 1 Mojo Kediri sudah cukup membaik. Strategi pembelajarannya adalah membaca teks ,audio, berdiskusi, mengerjakan soal
MONITORING AIR CONDITIONER (AC) RUANGAN SERVER MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED BERBASIS ESP32: MONITORING AIR CONDITIONER (AC) RUANGAN SERVER MENGGUNAKAN SENSOR INFRARED BERBASIS ESP32 Aris, Aris; Mutiawati, Jihan Lis; Fitria, Destry Ayu; Nurkhotimah, Evi; Baihaqi, Achmad
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 5 No. 1 (2025): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v5i1.3423

Abstract

Terdapat dua set AC di ruang server Universitas Raharja, yang peralatannya dikendalikan dengan sebuah saklar sehingga dapat dinyalakan dan dimatikan secara manual. Selain itu, peningkatan pengendalian kualitas AC ternyata belum memenuhi harapan pengguna. . Sistem ventilasi jarak jauh/udara (udara). Ini dapat digunakan untuk membuat prototipe sistem hidup/mati berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor inframerah. Sistem otomatis ini menggunakan ESP-32 sebagai mikrokontroler yang dilengkapi dengan sensor infra merah KY-005 (transmitter) dan sensor infra merah KY-022 (receiver). Inframerah berguna untuk mengirimkan sinyal kode on/off ke perangkat AC. Pada aplikasi Blynk untuk Android, mikrokontroler ESP-32 menyalakanperangkat AC dengan mengirimkan sinyal kode infra merah ke perangkat AC. Aplikasi Android juga menyediakan kontrol hidup/mati manual untuk perangkat AC dan tombol daya di aplikasi Android. Hasil dari penelitian ini adalah ventilator dapat dikontrol secara otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan tombol on/off aplikasi Blynk di Android. Kata Kunci : Pengontrol on/off, AC
PEMBUATAN KOLAM BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN SISTEM KOLAM BIOFLOK DAN PEMBERI PAKAN OTOMATIS Aprillia, Happy; Akmal, Abiyyu; Baihaqi, Achmad; Mahardhika, Arya; Septianto, Oik; Sari, Aisyah; Wardhani, Annisa; Soraya, Ananda
PIKAT Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK Vol. 5 No. 2 (2024): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v5i2.1280

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban mahasiswa, salah satunya melalui program sinergi kepada mitra sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta solusi terhadap permasalahan di suatu daerah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh kelompok 1J, diputuskan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan di Kelurahan Sungai Merdeka RT. 07 KM. 36, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pertumbuhan populasi dan kebutuhan pangan yang meningkat menjadikan sektor pertanian, termasuk budidaya ikan, sebagai aspek penting untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi inovatif dalam budidaya ikan lele (Clarias sp.), dengan menggabungkan sistem kolam bioflok dan pemberi pakan otomatis. Sistem bioflok akan meningkatkan kualitas air dan efisiensi pemeliharaan ikan, sementara pemberi pakan otomatis akan mengoptimalkan manajemen pakan, mengurangi pemborosan, dan memenuhi kebutuhan nutrisi ikan secara tepat. Dari 25 responden, hasil survey menyatakan bahwa 2% sangat tidak setuju, 13% tidak setuju, 27% netral, 32% setuju dan 26% sangat setuju dengan keberspelaksanaan program bioflok ini.
MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM Jerry David Hermawan; Amaliya Mufarroha; Baihaqi, Achmad
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2020): EDUSIANA : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v7i1.18

Abstract

Adapun penanaman nilai-nilai multikulturalisme yang paling efektif adalah melalui dunia pendidikan, dalam hal ini salah satunya dengan penerapan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai multikultural untuk memberikan respon terhadap keberagaman budaya dengan menawarkan demokrasi, kesetaraan, kemerdekaan, dan keberagaman dalam sebuah pendekatan. Pendidikan multikultural membawa setiap lapisan masyarakat merasa dikenali, dihargai, diperlakukan secara demokratis dan pantas kendati berbagai perbedaan budaya. Indikasi idealnya adalah adanya kemauan untuk menerima dan menghargai kelompok-kelompok lain dari etnik, gender, dan afiliasi agama dan budaya. Pendidikan multikultural muncul sebagai pengikat, kepenghubungan, pengaman, dan penjamin terhadap keberlangsungan kemajemukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk terciptanya keharmonisan antar sesama manusia dengan perbedaan yang sudah pasti terjadi di antara mereka. Sejatinya, core values pendidikan multikultural memiliki kesamaan dengan nilai-nilai inti yang terdapat dalam ajaran Islam terkait dengan hubungan antar sesama manusia. Dengan demikian, ajaran-ajaran Islam yang diaplikasikan pada pendidikan Islam secara garis besar telah memuat nilai-nilai multikultural.
YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM EFEKTIF DI SMK NURUL YAQIN SAMPANG Baihaqi, Achmad; Amaliya Mufarroha; A. Ilham Tsabit Imani
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2020): EDUSIANA : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v7i1.19

Abstract

Youtube merupakan suatu program, untuk alat bantu, manipulasi dan menyampaikan informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari penerapan Youtube sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan setting lokasi adalah SMK Nurul Yaqin Sampang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data dengan membandingkan hasil wawanacara dengan data yang lain. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) Proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat lebih mempermudahkan dalam mencari informasi, manipulasi, pengelolaan dan transfer ilmu atau pemindahan informasi; (2) Mengembangkan keterampilan dalam bidang TIK untuk kelancaran proses belajar; (3) Meningkatkan profesional guru dalam penggunaan media Youtube khususnya dalam pelajaran PAI, dan (4) Mengubah sekolah menjadi institusi pembelajaran kreatif dan dinamis sehingga siswa termotivasi, selalu ingin tahu dalam pembelajaran PAI. Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik salah satunya media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Aplikasi youtube sebagai pendukung pembelajaran, merupakan media yang sangat efektif dalam pembelajaran PAI di era teknologi secara umum, dan khususnya di SMK Nurul Yaqin Sampang.
KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GENDER: STUDI KASUS SISWA PEREMPUAN DENGAN KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIS TINGGI Baihaqi, Achmad; Supiat
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 13 No 1 (2025): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2025v13n1a2

Abstract

This study was motivated by the contradiction between the general assumption that male students have higher mathematical spatial abilities than female students and the findings of a female student who shows high mathematical spatial performance. In addition, in-depth studies of female students with high mathematical spatial abilities are still limited in the literature. This study aims to find out “how” and “why” a female student has high mathematical spatial ability. This research uses a qualitative type with a case study design and an interpretative approach. The research subject was a female student at SMPN 68 Jakarta who was identified as having high mathematical spatial ability based on the initial observation of 66 students. Data were collected through the administration of three sets of mathematical spatial ability problems, semi-structured interviews, and non-systematic observations. The results showed that the female student was able to solve the spatial problems consistently and obtained the maximum score in all three problem sets. She showed a systematic solution strategy by reading and thoroughly understanding the information in the problem, and using her spatial imagination. Factors that support the student's high mathematical spatial ability include learning that encourages concept understanding, independent learning habits, involvement in tutoring and private lessons, experience participating in math olympiads, support from family and friends, and the habit of playing space-based games. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kontradiksi antara asumsi umum yang menyatakan bahwa siswa laki-laki memiliki kemampuan spasial matematis lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan dengan temuan seorang siswa perempuan yang justru menunjukkan performa spasial matematis tinggi. Selain itu, kajian mendalam terhadap siswa perempuan dengan kemampuan spasial matematis tinggi masih terbatas dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “bagaimana” dan “mengapa” seorang siswa perempuan memiliki kemampuan spasial matematis tinggi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus dan pendekatan interpretatif. Subjek penelitian adalah seorang siswa perempuan di SMPN 68 Jakarta yang teridentifikasi memiliki kemampuan spasial matematis tinggi berdasarkan hasil observasi awal terhadap 66 siswa. Data dikumpulkan melalui pemberian tiga paket soal kemampuan spasial matematis, wawancara semi terstruktur, dan observasi non-sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan tersebut mampu menyelesaikan soal-soal spasial secara konsisten dan memperoleh skor maksimal pada ketiga paket soal. Ia menunjukkan strategi penyelesaian yang sistematis, dengan membaca dan memahami secara menyeluruh informasi pada soal, serta menggunakan pengimajinasian spasialnya. Faktor-faktor yang mendukung kemampuan spasial matematis tinggi siswa tersebut antara lain pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep, kebiasaan belajar mandiri, keterlibatan dalam bimbingan belajar dan les privat, pengalaman mengikuti olimpiade matematika, dukungan dari keluarga dan teman, serta kebiasaan bermain game berbasis ruang.
Regulasi Nikah Beda Agama Dalam Sema Nomor 2 Tahun 2023 : Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah Ibn ‘Āsyūr Misbahul Huda; Ida Rif’atus Sa’adah; Baihaqi, Achmad
Al-Syakhsiyyah: Journal of Law and Family Studies Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Shariah UIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/syakhsiyyah.v6i2.9811

Abstract

In 2023 the Supreme Court issued Supreme Court Circular Letter (SEMA) Number 2 of 2023 concerning Instructions for Judges in Adjudicating Cases on Applications for Registration of Marriages Between People of Different Religions and Beliefs . SEMA sparked a polemic because it was considered discriminatory and lacked urgency. This research was conducted to explore the actual regulations for interfaith marriages in SEMA Number 2 of 2023 from the perspective of Maqāṣid Syarī'ah Ibnu 'Āsyūr. In an effort to answer the perceived discriminatory policies contained in SEMA Number 2 of 2023 the author uses 4 bases of Ibn Asyur's Maqāṣid asy-Syarī'ah. The concept of Maqāṣid ash-Syarī'ah 'Ammah and Ibn Asyur's level of Maslahah will be used to formulate and track the level of urgency in promulgating SEMA Number 2 of 2023 through the benefits contained therein. In this process the author will use the statute approach and conceptual approach, with descriptive analysis. The research results show that the urgency of promulgating SEMA Number 2 of 2023 in the Indonesian context, according to the author, is at the level of hajiyat benefits . Meanwhile, efforts to enforce or supremacy of law through SEMA Number 2 of 2023 will be less effective. Apart from that, SEMA Number 2 of 2023 is considered to be less than fully successful in providing social stability and resilience to the justice-seeking community as desired by Ibnu Asyur through legal supremacy efforts.
Analisis Fikih Lingkungan Mengenai Tindak Pidana Dalam Pasal 68 Huruf (A) UU No. 17 Tahun 2019 Tentang Sumber Daya Air Baihaqi, Achmad
El-Dusturie Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eldusturie.v1i2.5113

Abstract

The public interest is very oriented to the benefit and refuses damage to the community, nation and state from environmental damage, especially water which is very important for people's lives. 17 of 2019 which states "every person who intentionally carries out activities that result in damage to water sources and infrastructure and/or water pollution as referred to in Article 25 letters b and d; or carrying out activities that result in the occurrence of Water Destructive Power as referred to in Article 36, shall be punished with imprisonment for a minimum of 3 (three) years and a maximum of 9 (nine) years and a fine of at least Rp. 5,000,000,000.00 (five billion rupiahs). ) and a maximum of Rp. 15,000,000,000.00 (fifteen billion rupiah).According to Islamic law, it can be implemented because according to the author it is very in line with the objectives of Islamic law (Maqosid Al Shari'ah), because it maintains five things in human interests to maintain religion, preserve the soul, maintain offspring, maintain reason, and maintain property. Even the perpetrators can be sentenced to a maximum sentence (imprisonment and fines) if they are really guilty in accordance with the applicable principles of justice.Kepentingan umum berorientasikan pada kemaslahatan dan menolak kerusakan. Contohnya air, dimana ia penting bagi kehidupan masyarakat. Sanksi pidana pasal 68 huruf a UU No. 17 tahun 2019 menyatakan “ setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan kerusakan Sumber Air dan prasarananya dan/atau pencemaran Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf b dan huruf d; atau melakukan kegiatan yang mengakibatkan terjadinya Daya Rusak Air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ”˜’ dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).Menurut Hukum Islam dapat dilaksanakan karena menurut penulis sangat sesuai dengan tujuan Hukum Islam (Maqosid Al Syari’ah), karena menjaga lima hal kepentingan manusia untuk memelihara agama, memelihara jiwa, memelihara keturunan, memelihara akal, memelihara harta. Bahkan pelakunya dapat dijatuhi hukuman maksimal (penjara dan denda) bila betul-betul bersalah sesuai dengan asas keadilan yang berlaku.