Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KELAYAKAN PEMBANGUNAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN KRITERIA PENILAIAN INVESTASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.785

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan usaha pembangunan peternakan sapi perah yang berlokasi di Kabupaten Batang menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP), dan Discounted Payback Period (DPP). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan NPV sebesar Rp223.543.478,97 (positif), IRR 51% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,5%), BCR 1,02 (lebih tinggi dari angka 1), PP 2 tahun 3 bulan, dan DPP 3 tahun 8 bulan. Kabupaten Batang dipilih sebagai lokasi strategis karena kondisi iklim yang mendukung peternakan sapi perah, selain itu adanya investor yang memiliki lahan yang cukup di Kabupaten Batang untuk pembangunan peternakan sapi perah.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA SUSU TERHADAP INVESTASI PETERNAKAN SAPI PERAH: PERBANDINGAN DENGAN OBLIGASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana; Jawahir; Linda Theresia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.787

Abstract

Indonesia masih bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan domestik, untuk itu penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Batang dengan menganalisis dampak perubahan harga susu terhadap profitabilitas menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR) selama 5 tahun. Analisis dilakukan berdasarkan tiga asumsi harga susu pada tahun 2024, yaitu Rp7.000, Rp8.000, dan Rp9.000 per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi harga susu, semakin besar profitabilitas usaha. Pada harga Rp7.000, NPV sebesar Rp223.543.478,97, IRR 51%, dan BCR 1,02 (diskonto 10,5%). Pada harga Rp8.000, NPV meningkat menjadi Rp1.266.965.138,13, IRR 57%, dan BCR 1,14. Sedangkan pada harga Rp9.000, NPV mencapai Rp2.310.386.797,28, IRR 62%, dan BCR 1,25. Selain itu, perbandingan dengan investasi bebas risiko melalui obligasi SR021T5 (bunga 6,45%) menunjukkan bahwa keuntungan obligasi selama lima tahun sebesar Rp1.244.863.021, sedangkan usaha peternakan sapi perah mencapai Rp1.729.308.218,75 pada tahun ke-5. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki risiko lebih tinggi, investasi di sektor peternakan sapi perah berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan investasi bebas risiko.
KELAYAKAN PEMBANGUNAN USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN KRITERIA PENILAIAN INVESTASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.785

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan usaha pembangunan peternakan sapi perah yang berlokasi di Kabupaten Batang menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP), dan Discounted Payback Period (DPP). Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan NPV sebesar Rp223.543.478,97 (positif), IRR 51% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,5%), BCR 1,02 (lebih tinggi dari angka 1), PP 2 tahun 3 bulan, dan DPP 3 tahun 8 bulan. Kabupaten Batang dipilih sebagai lokasi strategis karena kondisi iklim yang mendukung peternakan sapi perah, selain itu adanya investor yang memiliki lahan yang cukup di Kabupaten Batang untuk pembangunan peternakan sapi perah.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA SUSU TERHADAP INVESTASI PETERNAKAN SAPI PERAH: PERBANDINGAN DENGAN OBLIGASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana; Jawahir; Linda Theresia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.787

Abstract

Indonesia masih bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan domestik, untuk itu penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Batang dengan menganalisis dampak perubahan harga susu terhadap profitabilitas menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR) selama 5 tahun. Analisis dilakukan berdasarkan tiga asumsi harga susu pada tahun 2024, yaitu Rp7.000, Rp8.000, dan Rp9.000 per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi harga susu, semakin besar profitabilitas usaha. Pada harga Rp7.000, NPV sebesar Rp223.543.478,97, IRR 51%, dan BCR 1,02 (diskonto 10,5%). Pada harga Rp8.000, NPV meningkat menjadi Rp1.266.965.138,13, IRR 57%, dan BCR 1,14. Sedangkan pada harga Rp9.000, NPV mencapai Rp2.310.386.797,28, IRR 62%, dan BCR 1,25. Selain itu, perbandingan dengan investasi bebas risiko melalui obligasi SR021T5 (bunga 6,45%) menunjukkan bahwa keuntungan obligasi selama lima tahun sebesar Rp1.244.863.021, sedangkan usaha peternakan sapi perah mencapai Rp1.729.308.218,75 pada tahun ke-5. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki risiko lebih tinggi, investasi di sektor peternakan sapi perah berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan investasi bebas risiko.