Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN EFISIENSI PROSES PRODUKSI PADA INDUSTRI TEKSTIL DENGAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS Yujianto Yujianto; Ni Made Sudri; Linda Theresia; Yenny Widianty
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v3i2.154

Abstract

PT. XYZ. adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang tekstil. Tingkat produktivitas untuk main product belum maksimal karena proses produksi belum efisien. Peningkatan efisiensi proses dapat dilakukan dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Metode DEA menargetkan pencapaian efisiensi yang maksimal dengan kendala relatif efisiensi seluruh unit sama dengan satu. Hasil pengukuran efisiensi relatif terhadap 12 Decision Making Unit (DMU) menunjukkan bahwa terdapat 5 DMU yang kurang efisien, sedangkan 7 DMU telah efisien karena memiliki nilai efisiensi relatif sama dengan satu. Strategi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi adalah dengan melakukan penambahan atau pengurangan operator (disesuaikan dengan kebutuhan DMU), mengurangi jam kerja dengan menambahkan jumlah mesin yang beroperasi, mengevaluasi mesin yang tidak produktif serta menyesuaikan kebutuhan bahan baku.  Kata kunci : Data Envelopment Analysis (DEA), Decision Making Unit (DMU), efisiensi, produktivitas
DAMPAK PERUBAHAN HARGA SUSU TERHADAP INVESTASI PETERNAKAN SAPI PERAH: PERBANDINGAN DENGAN OBLIGASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana; Jawahir; Linda Theresia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.787

Abstract

Indonesia masih bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan domestik, untuk itu penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Batang dengan menganalisis dampak perubahan harga susu terhadap profitabilitas menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR) selama 5 tahun. Analisis dilakukan berdasarkan tiga asumsi harga susu pada tahun 2024, yaitu Rp7.000, Rp8.000, dan Rp9.000 per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi harga susu, semakin besar profitabilitas usaha. Pada harga Rp7.000, NPV sebesar Rp223.543.478,97, IRR 51%, dan BCR 1,02 (diskonto 10,5%). Pada harga Rp8.000, NPV meningkat menjadi Rp1.266.965.138,13, IRR 57%, dan BCR 1,14. Sedangkan pada harga Rp9.000, NPV mencapai Rp2.310.386.797,28, IRR 62%, dan BCR 1,25. Selain itu, perbandingan dengan investasi bebas risiko melalui obligasi SR021T5 (bunga 6,45%) menunjukkan bahwa keuntungan obligasi selama lima tahun sebesar Rp1.244.863.021, sedangkan usaha peternakan sapi perah mencapai Rp1.729.308.218,75 pada tahun ke-5. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki risiko lebih tinggi, investasi di sektor peternakan sapi perah berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan investasi bebas risiko.
DAMPAK PERUBAHAN HARGA SUSU TERHADAP INVESTASI PETERNAKAN SAPI PERAH: PERBANDINGAN DENGAN OBLIGASI Mahendra Adyatama; Edward Sahat Parulian Tampubolon; Annuridya Rosyidta Pratiwi Octasylva; Afina Putri Vindiana; Jawahir; Linda Theresia
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.787

Abstract

Indonesia masih bergantung pada impor susu untuk memenuhi kebutuhan domestik, untuk itu penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Batang dengan menganalisis dampak perubahan harga susu terhadap profitabilitas menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit-Cost Ratio (BCR) selama 5 tahun. Analisis dilakukan berdasarkan tiga asumsi harga susu pada tahun 2024, yaitu Rp7.000, Rp8.000, dan Rp9.000 per liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi harga susu, semakin besar profitabilitas usaha. Pada harga Rp7.000, NPV sebesar Rp223.543.478,97, IRR 51%, dan BCR 1,02 (diskonto 10,5%). Pada harga Rp8.000, NPV meningkat menjadi Rp1.266.965.138,13, IRR 57%, dan BCR 1,14. Sedangkan pada harga Rp9.000, NPV mencapai Rp2.310.386.797,28, IRR 62%, dan BCR 1,25. Selain itu, perbandingan dengan investasi bebas risiko melalui obligasi SR021T5 (bunga 6,45%) menunjukkan bahwa keuntungan obligasi selama lima tahun sebesar Rp1.244.863.021, sedangkan usaha peternakan sapi perah mencapai Rp1.729.308.218,75 pada tahun ke-5. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki risiko lebih tinggi, investasi di sektor peternakan sapi perah berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan investasi bebas risiko.