Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Forensic Analysis of the WhatsApp Application Using the National Institute of Justice Framework Muhammad Fahmi Mubarok Nahdli; Muhammad Kunta Biddinika; Imam Riadi
International Journal of Advances in Data and Information Systems Vol. 5 No. 2 (2024): October 2024 - International Journal of Advances in Data and Information System
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ijadis.v5i2.1328

Abstract

The advancement of communication media has rapidly evolved with the emergence of various communication applications on smartphones, which have now surpassed mere communication functions to become complex social media platforms. This change has transformed the way we interact, not only through messages and voice but also through the exchange of videos and images. However, along with these developments, there has been a surge in digital crimes such as defamation, fraud, and drug trafficking. This investigation aims to compare the performance of forensic tools in obtaining digital evidence by utilizing applications like Mobiledit, Belkasoft, Mobile Forensic SPF, and Magnet Axiom, and by applying the National Institute of Justice framework, which consists of five stages: identification, collection, examination, analysis, and reporting. The output of the investigation is presented through reports and evidence, resulting in text chat files, contacts, images, audio, and view-once images. Forensic tools have a 100% success rate in finding pieces of evidence. The comparison of the four tools showed different percentages: Mobiledit Forensic 40%, Magnet Axiom 80%, Belkasoft 60%, and Mobile Forensic SPF 60% in obtaining evidence. Digital evidence can be used as strong support in court proceedings.
Forensic Analysis of the WhatsApp Application Using the National Institute of Justice Framework Mubarok Nahdli, Muhammad Fahmi; Riadi, Imam; Biddinika, Muhammad Kunta
International Journal of Advances in Data and Information Systems Vol. 5 No. 2 (2024): October 2024 - International Journal of Advances in Data and Information System
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ijadis.v5i2.1328

Abstract

The advancement of communication media has rapidly evolved with the emergence of various communication applications on smartphones, which have now surpassed mere communication functions to become complex social media platforms. This change has transformed the way we interact, not only through messages and voice but also through the exchange of videos and images. However, along with these developments, there has been a surge in digital crimes such as defamation, fraud, and drug trafficking. This investigation aims to compare the performance of forensic tools in obtaining digital evidence by utilizing applications like Mobiledit, Belkasoft, Mobile Forensic SPF, and Magnet Axiom, and by applying the National Institute of Justice framework, which consists of five stages: identification, collection, examination, analysis, and reporting. The output of the investigation is presented through reports and evidence, resulting in text chat files, contacts, images, audio, and view-once images. Forensic tools have a 100% success rate in finding pieces of evidence. The comparison of the four tools showed different percentages: Mobiledit Forensic 40%, Magnet Axiom 80%, Belkasoft 60%, and Mobile Forensic SPF 60% in obtaining evidence. Digital evidence can be used as strong support in court proceedings.
PELATIHAN PENGENALAN DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DALAM PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PADA BIDANG PENDIDIKAN Wala, Jihan; Nahdli, Muhammad Fahmi Mubarok; Ardiansyah, Ricy; Umar, Rusydi; Yuliansyah, Herman
Jurnal Pengabdian Informatika Vol. 2 No. 4 (2024): JUPITA Volume 2 Nomor 4, Agustus 2024
Publisher : Jurusan Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial Intelligence (AI) merupakan kecerdasan yang ditunjukan dengan suatu objek buatan. AI memiliki potensi untuk mengubah pendidikan dengan mempersonalisasi pengalaman belajar, menyediakan bimbingan belajar yang cerdas, mengintegrasikan teknologi yang mendalam, dan mengotomatiskan pembuatan konten. Dampak positif AI mencakup peningkatan personalisasi pembelajaran, penghematan waktu bagi tenaga pendidik, serta peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan. Dampak negatif penggunaan AI yaitu kurangnya sentuhan manusia, risiko ketergantungan pada teknologi, mengurangi kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan yang bertujuan untuk mengedukasi siswa SMK 2 Al-Hikmah 1 Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, tentang dampak penggunaan AI dalam pendidikan. Peningkatan pengetahuan siswa diukur melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini mencakup serangkaian sesi yang dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta mengenai pengaruh teknologi AI melalui berbagai aktivitas interaktif, diskusi, dan presentasi dengan total peserta sebanyak 30 siswa. Hasil dari pengabdian ini menghasilkan peningkatan pada kategori pengetahuan "Sangat Paham" meningkat dari 50% menjadi 80%.
Comparison of Digital Forensic Tools for Drug Trafficking Cases on Instagram Messenger using NIST Method Nahdli, Muhammad Fahmi Mubarok; Riadi, Imam; Biddinika, Muhammad Kunta
Scientific Journal of Informatics Vol. 11 No. 4: November 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v11i4.13463

Abstract

Purpose: Cybercrime is an unlawful act that utilizes computer technology and the development of the internet. Cybercrime can occur on all electronic devices, including Android smartphones. Forensic handling, particularly mobile forensics, has become crucial in addressing drug trafficking cases conducted through Instagram. As the primary device for accessing Instagram, smartphones store digital data that can serve as evidence in investigations. This research aims to produce a more accurate comparison of results in analyzing Instagram Messenger data containing content related to drug trafficking. Methods: The digital evidence data used in this research included five types of data: text chat, account, image, audio, and image view once. The forensic tools for obtaining digital evidence were MOBILedit, Belkasoft, Mobile Forensic SPF, and Magnet Axiom. The method proposed in this research followed the NIST framework, which consists of four stages: collection, examination, analysis, and reporting. This research followed the NIST framework because it is widely recognized in the field of digital forensics and provides a comprehensive guideline for handling digital evidence. Result: Research results showed that Magnet Axiom had the best performance in digital forensic analysis, with a success rate of 74.1%. MOBILedit Forensic had a success rate of 62.5%, indicating lower performance. Mobile Forensic SPF had a success rate of 44.6%. In comparison, Belkasoft had the lowest success rate of 23.2%, showing that this software could be more effective in detecting and analyzing digital data than the others. Novelty: In this study, the analysis process was conducted using four digital forensic tools, each showing variations in terms of efficiency and effectiveness. Each tool has advantages and disadvantages regarding speed, accuracy, and ability to extract and manage data.
Pengenalan Tool AI  Untuk Penyusunan Perangkat Ajar Pada Guru SMK Nu Kramat Agus Wibowo; Muhammad Fahmi Mubarok Nahdli; Diajeng Tyas Purwa Hapsari; Gunawan Raharjo; Didiek Trisatya
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v4i2.434

Abstract

Artificial Intelligence (AI) merupakan teknologi yang semakin banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyusunan perangkat ajar. Namun, pemahaman guru mengenai penggunaan AI, khususnya Claude AI, masih perlu ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung proses pembelajaran. Kegiatan In House Training ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SMK NU Islamiyah Kramat dalam menggunakan Claude AI untuk menyusun perangkat ajar. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test dengan melibatkan 42 guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator pelatihan, terutama pada teknik prompting P-K-T yang mengalami peningkatan kategori “Sangat Paham” dari 0% menjadi 75%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan Claude AI efektif dalam meningkatkan kompetensi guru untuk menghasilkan perangkat ajar yang lebih inovatif, efektif, dan efisien.
PENGEMBANGAN SISTEM PENDATAAN PASANGAN USIA SUBUR DI KABUPATEN BREBES BERBASIS UCD Ali Sofyan; Rizki Prasetyo Tulodo; Muhammad Fahmi Mubarok Nahdli; Ria Indah Fitria
JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) Vol. 11 No. 1 (2026): JUSIM : Jurnal Sistem Informasi Musi Rawas Maret
Publisher : LPPM UNIVERSITAS BINA INSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendataan Pasangan Usia Subur (PUS) merupakan bagian penting dalam perencanaan program Keluarga Berencana (KB) dan pembangunan kesehatan masyarakat. Kabupaten Brebes sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penduduk besar menghadapi tantangan dalam pengelolaan data PUS yang akurat, cepat, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Pendataan Pasangan Usia Subur (DATAPUS) berbasis web menggunakan pendekatan User Centered Design (UCD). UCD dipilih karena mampu memastikan sistem yang dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna, baik petugas lapangan, penyuluh KB, maupun pihak Dinas terkait. Tahapan UCD yang digunakan meliputi identifikasi konteks penggunaan, spesifikasi kebutuhan pengguna, desain solusi, dan evaluasi. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem DATAPUS menyediakan fitur utama berupa input data, pencarian, edit, hapus, pelaporan, serta visualisasi grafik, yang mempermudah pemantauan kondisi PUS. Pengujian dengan metode usability testing menunjukkan tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori baik, dengan nilai keberhasilan tugas mencapai 89%. Dengan demikian, sistem DATAPUS berbasis UCD mampu meningkatkan efektivitas pendataan PUS di Kabupaten Brebes.
Analisis Thermal dan Perubahan Fase Active Pharmaceutical Ingredients Menggunakan Hot-Stage Microscopy dan Pengolahan Citra Digital Muhammad Fahmi Mubarok Nahdli; Bella Okta Sari Miranda; Julia Mega Reski
INFOKABIN (Informatika Komputasi Aplikasi dan Bisnis) Vol 1 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Al-Irsyad Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36760/ifkb.v1i2.771

Abstract

Karakterisasi termal dan analisis perubahan fase Active Pharmaceutical Ingredients (API) merupakan tahapan penting dalam pengembangan formulasi farmasi untuk menjamin stabilitas, kualitas, dan efektivitas produk obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik termal dan perubahan fase API menggunakan metode Hot-Stage Microscopy (HSM) yang dipadukan dengan pengolahan citra digital guna meningkatkan objektivitas identifikasi perubahan morfologi selama proses pemanasan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui tahapan persiapan sampel, pemanasan terkontrol menggunakan hot-stage microscope, observasi perubahan morfologi secara real-time, akuisisi citra digital, serta analisis data berdasarkan karakteristik visual dan temperatur pengujian. Sampel yang digunakan terdiri dari Nicotinamide, Ferulic Acid, dan Paracetamol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nicotinamide mengalami pelelehan pada rentang suhu 128–131°C, Ferulic Acid mengalami pelelehan sempurna pada suhu 172°C, sedangkan Paracetamol mengalami perubahan fase bertahap pada rentang suhu 168–170°C. Pengolahan citra digital berhasil mengidentifikasi perubahan morfologi kristal, penurunan ketajaman tekstur, serta peningkatan area cair yang terbentuk selama proses pemanasan. Integrasi HSM dan pengolahan citra digital memberikan informasi visual dan kuantitatif yang lebih komprehensif dibandingkan observasi konvensional, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai pendekatan berbasis computer vision untuk mendukung karakterisasi termal dan evaluasi perubahan fase pada bahan farmasi.