Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENAYANGAN DAN DISKUSI FILM BERNILAI EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI PADA ANAK ASUHAN YAYASANAMANAH MULIA YATIM Handini Rahmawati; Mustopa, Rizki Akbar
Jurnal Abdimas Akademika Vol. 6 No. 01 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Akademi Kesejahteraan Sosial AKK Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63864/jaa.v6i01.376

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh UKM Cinemamedia Politeknik Negeri Media Kreatif di Yayasan Amanah Mulia Yatim dengan tujuan mengenalkan nilai kejujuran dan literasi media kepada anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan. Kegiatan diawali dengan berbagai permainan interaktif untuk membangun suasana, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema kejujuran dan diskusi bersama. Anak-anak diajak untuk memahami pesan moral dalam film serta mulai diperkenalkan pada konsep dasar literasi media seperti mengenali pesan, tokoh, dan tujuan dari sebuah tayangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan audio-visual efektif dalam membangun pemahaman nilai dan mendorong berpikir kritis anak-anak terhadap media yang mereka konsumsi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter dan kesadaran media sejak usia dini. Kata kunci: Pengabdian masyarakat, literasi media, kejujuran, film pendek, pendidikan karakter. ABSTRACT This Community Service activity was conducted by the Cinemamedia Student Activity Unit of the Politeknik Negeri Media Kreatif at the Amanah Mulia Yatim Foundation, aiming to introduce the values of honesty and media literacy to children through an engaging and interactive approach. The program began with various games to build a positive atmosphere, followed by the screening of a short film themed around honesty and a group discussion. Children were encouraged to reflect on the moral messages presented in the film and were introduced to basic media literacy concepts, such as identifying messages, characters, and the purpose of media content. The results show that audio-visual methods are effective in helping children understand moral values and begin to think critically about the media they consume. This activity serves as an initial step in shaping children's character and media awareness from an early age. Keywords: Community service, media literacy, honesty, short film, character education
Interferensi Bahasa Sunda Mempengaruhi Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Presentasi dan Teks Formal Siswa SMA Mustopa, Rizki Akbar; Mulyati, Yeti
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 7 No. 1 (2025): LITERATUR: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v7i1.6081

Abstract

Situasi kebahasaan di Indonesia menunjukkan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa daerah memiliki peran berdampingan dalam situasi diglosik secara alamiah yang memungkinkan terjadinya interferensi bahasa. Hal ini tercermin pada kondisi penggunaan bahasa siswa di daerah Sunda. Dengan kondisi sekolah yang terletak di lingkungan masyarakat Sunda, siswa dapat menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Sunda yang berpotrensi menimbulkan interferensi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesia pada siswa kelas XI SMAN 1 Kalijati Kabupaten Subang dalam ragam formal yakni dalam tuturan saat berpresentasi dan dalam teks formal berbahasa Indonesia karya siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun pengambilan data dilakukan dengan pengamatan tanpa melakukan intervensi dan manipulasi terhadap situasi lingkungan siswa sebagai subjek penelitian saat penelitian berlangsung. Pengumpulan data dikalukan dengan teknik simak, rekam, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interferensi yang terjadi dalam tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Faktor penyebab interferensi tersebut yaitu kedwibahasaan penutur, kebiasaan penutur berbahasa daerah serta perbedaan kemampuan berbahasa Indonesia dan berbahasa Sunda.
Kajian Psikolinguistik: Hubungan Penggunaan Bahasa dan Pola Pikir Masyarakat Sunda dalam Menafsirkan Cerita Visual Tanpa Teks Mustopa, Rizki Akbar; Lestari, Try Annisa; Fitri, Harisah; Oktaviani, Niken
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8084

Abstract

Bahasa dan pikiran memiliki hubungan yang resiprokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana hubungan antara bahasa dan pikiran dalam perspektif psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis dekriptif. Data dalam penelitian ini berupa rekaman suara responden ketika menceritakan kumpulan gambar. Kumpulan gambar tersebut membentuk sebuah alur cerita yang tersusun dalam sebuah buku cerita visual tanpa teks berjudul “Saat Pertamaku Punya Adik Bayi”. Responden penelitian ini yaitu masyarakat Sunda di provinsi Jawa Barat yang meliputi masyarakat desa Cimanglid, desa Lebak Muncang, kelurahan Ledeng, dan kelurahan Isola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara bahasa Sunda yang dituturkan responden dalam bercerita dan pikiran/pandangan hidup responden sebagai masyarakat Sunda. Pola pikir responden terlihat melalui kecenderungan  menggunakan kalimat pasif, penggunaan kata panginten ‘mungkin’, penggunaan kata ganti orang ketiga, dan penggunaan istilah khas Sunda. 
From Ramayana to Sinta Obong: A Comparative Literary Study for Literacy Learning in Higher Education Mustopa, Rizki Akbar; Rivanti, Ari Nursenja; Ambarsari, Nais
LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2025): LITERATUR : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/literatur.v7i2.6866

Abstract

This study aims to analyze the transformation of plot, characters, characterization, setting, and themes in Ramayana by Nyoman S. Pendit and Sinta Obong by Adrian Kresna, as well as their implications for literacy education in higher education. Using a qualitative approach and a comparative literature analysis method, the study finds that although both novels share a similar ending, they differ significantly in narrative structure, conflict development, and character representation. Sinta Obong presents a modern reinterpretation by emphasizing psychological depth, introducing more complex layers of setting, and expanding emotional conflicts that do not appear in Ramayana. These transformations illustrate a process of meaning negotiation that reflects shifts in cultural and ideological values. The findings indicate that comparative literary analysis can strengthen students’ critical literacy, cultural literacy, and intertextual literacy, making it highly relevant for literacy instruction in higher education.