Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Pasien Dermatitis Kontak (Iritan dan Alergi) di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022-2023 Faizah, Aidah Nurul; Waspodo, Nurelly N.; Arifin , Arina Fathiyyah; Nasruddin, Hermiaty; Yuniati , Lisa
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.9501

Abstract

Latar Belakang: Dermatitis kontak adalah terjadinya peradangan pada kulit yang disebabkan oleh paparan terhadap racun (iritan primer) atau oleh bahan alergi (sensitizer) atau oleh keduanya. Pada pertemuan Dermatologis tahun 2009, dinyatakan bahwa 90% penyakit kulit akibat pekerjaan adalah dermatitis kontak, baik yang bersifat iritan maupun alergi. 92,5% penyakit kulit akibat pekerjaan adalah dermatitis kontak, 5,4% disebabkan oleh infeksi kulit, 2,1% penyakit kulit akibat penyebab lain. Tujuan: Untuk mempelajari karakteristik dermatitis kontak (iritan dan alergi) di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2022-2023. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dan sampel yang diperoleh dari data rekam medis, yaitu 268 kasus dermatitis kontak di Rumah Sakit Umum Daerah Batara Siang, Kabupaten Pangkep. Hasil: Jumlah kasus dermatitis kontak adalah 268 kasus yang terdiri dari 209 kasus DKA dan 59 kasus DKI. Berdasarkan jenis kelamin, kasus terbanyak adalah perempuan pada DKA dan DKI, yaitu 41 pasien DKA dan 17 pasien DKI pada tahun 2022, 79 pasien DKA dan 20 pasien DKI pada tahun 2023. Berdasarkan usia, 45-64 tahun adalah yang paling umum pada DKA dan DKI, yaitu 25 pasien DKA dan 9 pasien DKI pada tahun 2022, 47 pasien DKA dan 11 pasien DKI pada tahun 2023. Berdasarkan pekerjaan, DKA paling umum terjadi pada pelajar, yaitu 17 pasien pada tahun 2022 dan 32 pasien pada tahun 2023, sedangkan pada DKI, pekerjaan ibu rumah tangga adalah 9 pasien pada tahun 2022 dan 10 pasien pada tahun 2023. Berdasarkan riwayat atopik, sebagian besar dari mereka tidak memiliki riwayat atopik baik pada DKA maupun DKI, yaitu 69 pasien DKA dan 25 pasien DKI pada tahun 2022, 128 pasien DKA dan 30 pasien DKI pada tahun 2023. Kesimpulan: Sebagian besar karakteristik berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan riwayat atopik DKA dan DKI pada tahun 2022 dan 2023 sebagian besar serupa
Karakteristik Pasien Dermatitis Kontak (Iritan dan Alergi) di Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022-2023 Angraeni, Andi Gita Sentini; Waspodo, Nurelly N.; Arifin, Arina Fathiyyah; Abdi, Dian Amelia; Yuniati, Lisa
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.5551

Abstract

Contact dermatitis is a general term for an acute or chronic inflammatory reaction to a substance that stimulates the skin. This disease can cause work discomfort and reduce worker productivity. Women, babies, the elderly, and those with atopic tendencies are more susceptible to irritant contact dermatitis, while allergic contact dermatitis has risks including age, occupation, and a history of atopic dermatitis. The aim of this study was to determine the characteristics of contact dermatitis patients (irritants and allergies) at the Tarowang Community Health Center, Jeneponto Regency in 2022-2023. This research is a quantitative descriptive study with a research sample of all patients diagnosed with contact dermatitis (irritant and allergic) at the Tarowang Community Health Center and 455 samples were obtained from medical record data. The results of this study show that the incidence of DKA is greater than DKI at the Tarowang Community Health Center in 2022-2023 with the general occupational characteristics of DKI patients being housewives while DKA are fishermen in the 26-45 year age category with the highest number of lesion locations on the hands of this type. The most common gender is female and the therapy used in DKI patients is an antihistamine type cetrizine while in DKA it is an antihistamine type mebihydroline napadisylate.