Toar, Yandri Ardolof B.L.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Benteng Emosi Anak: Psikoedukasi untuk Orang Tua dalam Mengenali dan Merespons Tantangan Emosi dan Perilaku Siswa. Susanto, Chandra; Budiyanto, Sarah Khairunnisa; Toar, Yandri Ardolof B.L.; Andini, Siwi Putri; Juniarto, Antonius; Supriyono, Lawrence Adi; Scantya, Miranti Andhita; Aldila, Amalia Shifa
Gotong Royong: Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2025
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v4i2.71

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua siswa SMAK 2 Penabur Jakarta mengenai identifikasi masalah emosi dan perilaku pada anak remaja melalui program psikoedukasi. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh pentingnya peran orang tua dalam mendeteksi dini dan memberikan respons yang tepat terhadap tantangan kesehatan mental anak, serta potensi tekanan akademik dan sosial di lingkungan sekolah dengan standar tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus yang disampaikan dalam satu sesi pertemuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan skor pengetahuan peserta sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) mengikuti psikoedukasi, serta analisis umpan balik kualitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam rata-rata skor pengetahuan orang tua setelah mengikuti kegiatan psikoedukasi (p < 0.05). Umpan balik dari peserta juga mengindikasikan peningkatan kesadaran dan keyakinan diri dalam menghadapi masalah emosi dan perilaku anak. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa program psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua siswa SMAK 2 Penabur Jakarta terkait identifikasi masalah emosi dan perilaku pada remaja, yang diharapkan dapat berkontribusi pada deteksi dini, respons yang lebih tepat, dan peningkatan kesejahteraan emosional siswa