Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN CHARACTERISTIC PATIENT WITH RECURRENT CORONARY HEART DISEASE: Hubungan Karakteristik Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Berulang Haryuni, Sri; Afiani, Nurma; Wahid, Abdurahman; Ana Anggraini, Novita; Perdana Sulistyoning Suharto, Idola; Jayani, Indah
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V13I22025.133-139

Abstract

Background:  Recurrent coronary heart disease (CHD) increases the risk of complications and mortality among hospitalized patients. Previous studies report a 58% mortality rate within one year of treatment and a 30% recurrence rate in CHD patients. Purpose:  This study aimed to examine the relationship between patient characteristics and CHD recurrence. Methods:  A retrospective quantitative study was conducted at Kediri City Regional Hospital. A total of 123 CHD patients were selected using proportional random sampling. Independent variables included age, gender, education, income, and knowledge, while the dependent variable was CHD recurrence. Data were analyzed using Chi-square tests and logistic regression. Results:  Bivariate analysis showed significant associations between age (p = 0.000) and knowledge (p = 0.01) with CHD recurrence. No significant associations were found for income (p = 0.373), gender (p = 0.194), or education level (p = 0.983). Multivariate analysis confirmed age (p = 0.000, OR = 8.426, 95% CI: 3.266–21.736) and knowledge (p = 0.017, OR = 2.984, 95% CI: 1.215–7.33) as significant predictors of CHD recurrence. Conclusions:  Older patients are at a significantly higher risk of CHD recurrence compared to younger ones. Additionally, patients with better knowledge about CHD are less likely to experience recurrence. These findings highlight the importance of age-specific and educational interventions in preventing CHD relapse.
EDUKASI KESEHATAN JIWA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN JIWA PADA LANSIA DI KELURAHAN NGAMPEL, KOTA KEDIRI Mei Yunalia, Endang; Perdana Sulistyoning Suharto, Idola; Darma Karingga, Devangga; Dwi Ramayanti, Eva; Wahdi, Achmad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 4 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i4.%p

Abstract

Meningkatnya usia harapan hidup pada lansia, berpotensi meningkatkan bertambahnya permasalahan pada lansia, salah satunya adalah masalah kesehatan mental. Kesehatan mental lansia merupakan salah satu permasalahan yang perlu untuk diperhatikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan screening awal gangguan mental emosional dan memberikan edukasi tentang kesehatan jiwa pada lansia. Kegiatan ini diikuti oleh 21 lansia yang merupakan peserta dari Posyandu lansia yang ada di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan melakukan screening kesehatan mental emosional dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) sebelum dilakukan edukasi kesehatan jiwa. Setelah dilakukan edukasi kesehatan jiwa, dilakukan kembali pengukuruan mental emosional dengan menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ). Hasil screening/ pre-test menggunakan SRQ yang dilakukan pada 21 lansia diperoleh hasil sebagian besar lansia yaitu sejumlah 15 orang (71,4%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental emosional atau distres emosional dan hampir setengah lansia yaitu sejumlah 6 orang (28,5%) memiliki indikasi adanya gangguan mental emosional atau distres emosional. Setelah dilakukan kegiatan edukasi didapatkan hampir seluruh lansia sejumlah 18 orang (85,7%) tidak terindikasi mengalami gangguan mental emosional atau distres emosional dan sebagian kecil lansia yaitu sejumlah 3 lansia (14,2%) yang memiliki indikasi adanya gangguan mental emosional atau distres emosional. Dapat disimpulkan bahwa jumlah lansia yang memiliki inidikasi adanya gangguan mental mengalami penurunan setelah mendapatkan edukasi.