Azzah Nur Laili
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGAMALAN NILAI- NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DALAM MAJELIS SHALAWAT NARIYAH AKBAR Azzah Nur Laili; Nurul Inayatiningsih; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5219

Abstract

Shalawat Nariyyah merupakan bacaan sholawat yang populer dikalangan umat islam. Sholawat nariyyah merupakan shalawat yang disusun oleh Syeikh Ibrahim Attaziy Al Maghribiy, sehingga shalawat ini disebut shalawat Taziyah Attafrijiyyah. Menurut paham Ahlussunnah Wal Jamaah shalawat adalah bentuk ungkapan pujian, penghormatan, dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Secara ringkas, dalam perspektif Aswaja, shalawat bukan sekedar ritual belaka, tetapi merupakan bentuk ibadah yang memiliki nilai spiritual dan keutamaan yang besar. Shalawat merupakan wujud kencintaan, penghormatan, dan pengakuan atas kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT. Barang siapa umat yang mencintai Nabi berarti ia juga mencintai Allah, seperti sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa barang siapa yang membaca shalawat satu kali kepadaku, maka Allah akan memberikan rahmat kepadanya 10 kali lipat. Sebagaimana telah kita ketahui bahwasanya setiap aspek kehidupan baik secara duniawi maupun ukhrawi tergantung apa yang kita niatkan. Maka dalam ini kami sangat mengharapkan melalui majelis shalawat nariyyah ini para jamaah bisa paham tentang apakah itu shalawat sehingga mereka tumbuh rasa cinta pada baginda Nabi.
HUBUNGAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DENGAN DINAMIKA KEBERAGAMAAN DAN KEBERNEGARAAN DI INDONESIA Ahmad Taufiqurrohman; Wahyu Prastiyo; Desi Oktavia; Azzah Nur Laili; Robingun Suyud El Syam
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8178

Abstract

This study examines the relationship between Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) and the dynamics of religiosity and statehood in Indonesia. As a transnational Islamist movement, HTI promotes the establishment of a global caliphate, positioning its ideology in tension with Indonesia’s national ideology, Pancasila. This article analyzes HTI’s religious discourse, political narratives, and mobilization strategies, alongside the state’s responses through regulations and deradicalization policies. Using qualitative descriptive methods through literature review, journal articles, policy documents, and empirical reports, this study finds that HTI significantly influenced the religious landscape by strengthening textualist and revivalist Islamic tendencies. However, its political agenda created friction within the pluralistic, democratic, and Pancasila-based state structure. The government’s disbandment of HTI in 2017 marked a turning point in Indonesia’s approach to non-democratic religious-political movements. This study concludes that HTI contributed to heightened debates on nationalism, Islamic identity, and the limits of political freedom in Indonesia.