Wahyu Prastiyo
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Nilai-Nilai Aswaja dalam Membangun Karakter An-Nahdliyah Mahasiswa Wahyu Prastiyo; Nur Lu’lu’ul Maknunah; Nurul Mubin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): Agustus
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i6.5265

Abstract

Penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter keislaman dan kebangsaan mahasiswa, khususnya dalam konteks ke-NU-an atau An-Nahdliyah. Nilai-nilai Aswaja yang bersumber dari ajaran tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth (moderat), dan i’tidal (keadilan) menjadi landasan penting dalam mencetak pribadi mahasiswa yang berintegritas, inklusif, dan berpikiran terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan nilai-nilai Aswaja di lingkungan perguruan tinggi serta dampaknya terhadap pembentukan karakter mahasiswa An-Nahdliyah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Aswaja melalui kurikulum, kegiatan kemahasiswaan, dan pembinaan spiritual mampu membentuk karakter mahasiswa yang religius, nasionalis, dan berwawasan kebangsaan. Penanaman nilai Aswaja yang berkelanjutan berkontribusi pada penguatan identitas ke-NU-an serta menjadi benteng ideologis dalam menghadapi tantangan radikalisme dan disintegrasi sosial.
HUBUNGAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI) DENGAN DINAMIKA KEBERAGAMAAN DAN KEBERNEGARAAN DI INDONESIA Ahmad Taufiqurrohman; Wahyu Prastiyo; Desi Oktavia; Azzah Nur Laili; Robingun Suyud El Syam
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2026): Februari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i1.8178

Abstract

This study examines the relationship between Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) and the dynamics of religiosity and statehood in Indonesia. As a transnational Islamist movement, HTI promotes the establishment of a global caliphate, positioning its ideology in tension with Indonesia’s national ideology, Pancasila. This article analyzes HTI’s religious discourse, political narratives, and mobilization strategies, alongside the state’s responses through regulations and deradicalization policies. Using qualitative descriptive methods through literature review, journal articles, policy documents, and empirical reports, this study finds that HTI significantly influenced the religious landscape by strengthening textualist and revivalist Islamic tendencies. However, its political agenda created friction within the pluralistic, democratic, and Pancasila-based state structure. The government’s disbandment of HTI in 2017 marked a turning point in Indonesia’s approach to non-democratic religious-political movements. This study concludes that HTI contributed to heightened debates on nationalism, Islamic identity, and the limits of political freedom in Indonesia.